Penyakit Asma: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai penyakit yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada manusia. Salah satu yang cukup umum dan banyak dialami masyarakat adalah penyakit asma.
Asma adalah kondisi ketika saluran udara dalam sistem pernapasan menyempit dan membengkak hingga menghasilkan lendir yang berlebih. Itu menyebabkan sulit bernapas serta memicu batuk, sesak napas, dan suara memekik menyerupai siulan ketika menarik napas.
Bagi penderitanya, asma menjadi penyakit yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, dalam beberapa kasus, asma juga dapat mengancam jiwa hingga menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Dikutip dari Mayo Clinic, asma tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. Untuk mengetahui apa saja penyebab, gejala, dan pengobatan penyakit asma, simak ulasan berikut ini.
Penyebab Penyakit Asma
Sebenarnya, belum ada alasan pasti yang menyebabkan penyakit asma ini bisa diderita oleh sebagian orang. Namun, bisa jadi asma muncul karena faktor lingkungan dan faktor genetik.
Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memicu penyakit asma, yaitu:
Paparan berbagai iritan dan zat pemicu alergi
Alergi udara, seperti serbuk sari, tungau, spora jamur, atau bulu hewan peliharaan
Infeksi saluran pernapasan seperti flu biasa
Aktivitas fisik yang berlebih
Udara dingin
Polutan dan iritan udara seperti asap rokok atau asap kendaraan
Merokok
Emosi dan stres yang kuat
Sulfit dan pengawet yang ditambahkan ke dalam beberapa jenis makanan dan minuman
Kelebihan berat badan
Gejala Asma
Gejala asma yang paling umum meliputi mengi (suara siulan saat bernapas), sesak napas, dada terasa mengencang, dan batuk. Namun, melansir National Health Service, yang menandakan bahwa tanda-tanda tersebut adalah gejala asma yaitu:
Sering terjadi dan terus datang kembali
Lebih buruk di malam dan dini hari
Terjadi sebagai respon terhadap pemicu asma seperti olahraga atau alergi
Sewaktu-waktu, asma dapat memburuk dalam waktu yang singkat. Kondisi ini dikenal sebagai serangan asma dan bisa terjadi secara tiba-tiba. Gejala serangan asma yang parah, antara lain:
Mengi, batuk, dan sesak dada menjadi parah dan konstan
Terlalu terengah-engah untuk makan, berbicara atau tidur
Bernapas lebih cepat
Detak jantung cepat
Mengantuk, kebingungan, kelelahan, atau pusing
Bibir atau jari membiru
Pingsan
Pengobatan Asma
Seperti yang telah disebutkan, penyakit asma sebetulnya tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan asma, di antaranya:
1. Ikuti Saran Dokter
Asma merupakan penyakit berkelanjutan yang membutuhkan pemantauan dan perawatan rutin. Karena itu, penderita asma sebaiknya mengikuti saran yang diberikan dokter.
Dengan dokter, buat lah rencana terperinci mengenai obat-obatan yang harus dikonsumsi dan bagaimana mengelola serangan asma dengan baik dan benar.
2. Kenali dan Hindari Pemicu Asma
Ada banyak hal yang bisa memicu asma, mulai dari alergen seperti serbuk sari dan jamur hingga udara dingin dan polusi udara. Cari tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan atau memperburuk asma. Kemudian, lakukan langkah-langkah untuk menghindari pemicu tersebut.
3. Identifikasi dan Obati Serangan Sejak Dini
Jika bertindak cepat, penderita asma cenderung tidak mengalami serangan yang parah. Mereka juga tidak memerlukan banyak obat untuk mengendalikan gejala asma yang timbul.
4. Gunakan Inhaler
Inhaler merupakan pertolongan pertama yang dapat digunakan penderita asma ketika penyakitnya kambuh. Namun, jika gejalanya tidak kunjung menghilang dan kondisinya semakin tidak terkendali, segera temui dokter dan ikuti saran yang diberikan.
(ADS)
