Konten dari Pengguna

Penyakit Kudis Disebabkan oleh Apa? Ini Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit kudis adalah penyakit kulit yang membuat kulit menjadi iritasi dan gatal-gatal. Foto: Cleveland Clinic Health
zoom-in-whitePerbesar
Penyakit kudis adalah penyakit kulit yang membuat kulit menjadi iritasi dan gatal-gatal. Foto: Cleveland Clinic Health

Penyakit kudis adalah salah satu penyakit menular yang terjadi pada kulit. Penyakit kudis juga sering dikenal dengan sebutan scabies (skabies).

Penyakit ini disebabkan perilaku hidup yang kurang bersih, sanitasi yang buruk, kurang gizi dan kondisi ruangan terlalu lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung.

Namun, perilaku hidup yang kurang bersih hanyalah pemicu munculnya penyakit kudis yang dapat membuat kulit iritasi dan gatal-gatal. Lantas, apa penyebab utama dari penyakit kudis tersebut? Berikut jawabannya.

Penyebab Penyakit Kudis

Dikutip dari buku Analisis Kesehatan SMK yang ditulis oleh Dwi Suryandari, skabies atau penyakit kudis adalah penyakit kulit yang menular. Penyakit kudis disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabieivarietas hominis.

Sarcoptes scabei adalah jenis tungau yang masuk dalam kelas Arachnida dan masuk famili Sarcoptidae. Tungau ini berbentuk oval dan gepeng.

Tungau ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Untuk jenis betina memiliki ukuran 300 x 350 mikron, sedangkan yang jantan berukuran 15-200 mikron.

Untuk tungau yang sudah dewasa biasanya mempunyai 4 pasang kaki, 2 pasang merupakan pasangan kaki depan dan 2 pasang lainnya kaki belakang. Setelah melakukan kopulasi, Sarcoptes scabiei jantan akan mati.

Penyakit ini sangat gampang menular, dari manusia ke manusia, manusia ke hewan, ataupun sebaliknya. Penyakit ini identik dengan penyakit yang menyerang siswa sekolah asrama. Hal ini disebabkan penyakit kudis bersifat cepat menular pada suatu komunitas organisme yang hidup bersama.

Penyakit kudis biasanya terdapat pada lipatan kulit. Foto: Freepik.com

Penularan tungau Sarcoptes scabei bisa melalui berbagai aktivitas manusia. Penularannya bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni:

  • Kontak langsung, berupa sentuhan langsung kulit manusia ke kulit manusia lainnya. Contohnya berjabat tangan, bersentuhan, tidur bersama, dan melalui hubungan badan (seks).

  • Kontak tidak langsung atau tidak melalui proses dari sentuhan kulit ke kulit. Contohnya melalui baju, seprai, handuk, bantal, air, atau sisir yang pernah dipergunakan pengidap penyakit kudis dan belum dibersihkan dan masih terdapat tungau sarcoptes-nya.

Pengobatan penyakit kudis bisa dilakukan dengan menggunakan krim steroid sesuai resep dokter. Foto: Freepik.com

Gejala yang ditimbulkan akibat penyakit kudis berupa iritasi pada kulit. Kulit akan mengalami iritasi dan memerah serta akan merasakan gatal-gatal.

Gatal-gatal biasanya akan dirasakan pada lipatan-lipatan kulit, seperti di sela-sela jari, selangkangan, dan lipat paha, dan terjadi gelembung berair pada kulit.

Untuk pencegahan dari penularan penyakit kudis bisa dilakukan dengan mengurangi kontak dengan penderita, yang mana penderita juga bisa diisolasi di tempat yang aman.

Selain itu upaya pencegahan lainnya bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, menghindari penggunaan barang-barang pribadi (pakaian, handuk, dsb) secara bersama, serta menjaga sirkulasi ruangan agar tidak lembab.

(SAI)