Penyakit Polio pada Tulang Disebabkan oleh Virus Apa?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Polio merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen bagi para penderitanya. Penyakit ini bisa menyerang siapa pun dan dari usia berapa pun. Namun, biasanya polio rentan menyerang anak yang berusia kurang atau lebih dari lima tahun.
Keberadaan penyakit polio ini ada sejak tahun 1950-an. Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, polio pada zaman dahulu merupakan penyakit yang paling ditakuti karena bisa melumpuhkan banyak anak kecil dari setiap negara.
Seiring berjalannya waktu, penyakit polio ini mulai bisa dikendalikan dan ditemukan obatnya. Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh adanya vaksin di setiap negara untuk anak berusia kurang dari lima tahun.
Membahas lebih lanjut tentang penyakit polio, lantas apa penyabab dari penyakit polio itu sendiri? Berikut penjelasannya.
Penyebab Penyakit Polio
Menurut jurnal Eradikasi Polio karya Hindra Irawan Satari, penyakit polio pertama kali disebabkan karena adanya virus polio atau VP. Virus tersebut ditemukan pertama kali oleh Karl Landsteiner dan Erwin Popper, dua orang dokter dari Austria.
Virus Polio sendiri adalah virus RNA ultra mikroskopik yang termasuk genus Enterovirus, dalam famili Picornaviridae. Virus polio juga terdiri dari beberapa tipe, yakni tipe 1, 2, dan 3. Ketiga tipe tersebut membuat para penderitanya bisa mengalami kelumpuhan.
Namun, tipe yang cukup sering menimbulkan wabah di mana-mana adalah tipe 1. Untuk tipe 2 dan 3, keduanya termasuk tipe polio yang jarang menimbulkan wabah untuk sekitarnya. Perbedaan dari ketiga tipe ini ada pada segmen nukleotida.
Virus polio sendiri bisa ditularkan melewati jalur pernapasan, apabila infeksi terus berlanjut. Maka virus akan menyebar lebih luas pada jaringan retikuloendotelial lainnya. Apabila sudah seperti ini, tubuh bisa saja menimbulkan berbagai macam gejala, salah satunya adalah kelumpuhan.
Tidak hanya kelumpuhan, virus polio bisa saja menyebabkan kerusakan pada otak. Oleh karena itu, virus polio menjadi salah satu penyakit yang ditakuti di setiap negaranya.
Vaksin Polio
Semakin berkembangnya zaman, penyakit polio mulai dapat ditangani dengan pengadaan vaksin massal. Adanya vaksin dipercaya untuk mencegah berkembang biaknya penyakit polio.
Hal ini juga dibuktikan dari keberhasilannya Amerika Serikat yang memberhentikan kasus polio pada tahun 1979. Tidak sampai di situ, karena keberhasilannya, Amerika Serikat mendapatkan sertifikasi vaksin polio.
Berikut dua vaksin polio yang digunakan di berbagai negara:
Oral poliovirus vaccine (OPV) adalah vaksin hidup yang dilemahkan (liveattenuated virus vaccine), diberikan tiga dosis secara serial untuk memberikan kekebalan seumur hidup.
Inactivated poliovirus vaccine (IPV) adalah vaksin yang mampu mampu mencegah kelumpuhan karena menghasilkan antibodi netralisasi yang tinggi. Hingga kini, vaksin IPV masih sering digunakan untuk mencegah penyakit polio.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Ada berapa jenis vaksin polio yang digunakan di berbagai negara?

Ada berapa jenis vaksin polio yang digunakan di berbagai negara?
Ada dua, yaitu oral poliovirus vaccine (OPV) dan inactivated poliovirus vaccine (IPV).
Apa itu oral poliovirus vaccine (OPV)?

Apa itu oral poliovirus vaccine (OPV)?
Oral poliovirus vaccine (OPV) adalah vaksin hidup yang dilemahkan (liveattenuated virus vaccine), diberikan tiga dosis secara serial untuk memberikan kekebalan seumur hidup.
Apa itu inactivated poliovirus vaccine (IPV)?

Apa itu inactivated poliovirus vaccine (IPV)?
Inactivated poliovirus vaccine (IPV) adalah vaksin yang mampu mampu mencegah kelumpuhan karena menghasilkan antibodi netralisasi yang tinggi. Hingga kini, vaksin IPV masih sering digunakan untuk mencegah penyakit polio.
