Penyakit yang Dapat Diturunkan pada Keturunannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit yang dapat diturunkan pada keturunannya adalah penyakit yang terjadi akibat mutasi genetik. Oleh sebab itu, penyakit ini umumnya terjadi pada orang-orang yang memiliki hubungan darah dari generasi ke generasi.
Selain sifat fisik, seperti warna kulit, bentuk hidung, jenis rambut, dan lain-lain, orang tua juga dapat menurunkan penyakit kepada anaknya.
Risiko seorang anak mengalami penyakit keturunan dapat menjadi lebih tinggi apabila mempunyai kombinasi faktor risiko, baik mutasi genetik maupun lingkungan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa macam penyakit yang dapat diturunkan dari orangtua kepada anak.
Macam-Macam Penyakit yang Dapat Diturunkan pada Keturunannya
Biasanya, penyakit yang dapat diturunkan pada keturunannya adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Hal ini karena mutasi genetik yang mulai terjadi pada sel-sel tubuh sudah terbentuk sejak sebelum lahir.
Dikutip dari Buku Anti Remedial IPA Terpadu SMP Kelas VIII oleh Rudy Purwanto dkk., berikut macam-macam penyakit yang dapat diturunkan pada keturunannya.
1. Hemofilia
Hemofilia adalah penyakit keturunan dan tidak dapat disembuhkan, di mana darah sukar membeku. Penderita dapat kehilangan banyak darah hanya karena luka kecil.
2. Hipertensi
Hipertensi atau disebut juga tekanan darah tinggi adalah penyakit di mana suplai darah ke otot jantung berkurang. Hipertensi ditandai dengan rasa sakit pada dada kiri yang disertai keringat dingin, pusing, dan mual.
Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan tersumbatnya pembuluh arteri di otak, sehingga dapat berakibat stroke, kerusakan otak, dan dapat menimbulkan kematian.
Hiptertensi cenderung diturunkan pada keturunannya dan lebih banyak terjadi pada orang tua.
3. Thalasemia
Thalasemia adalah penyakit kelainan darah turunan yang ditandai dengan adanya sel darah merah yang abnormal. Ketika mengidap penyakit ini, sel darah merah seseorang tidak mampu mensintesis rantai polipeptida alfa dan beta yang berperan dalam membentuk hemoglobin.
Hemoglobin adalah protein yang ditemukan pada darah merah untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Penderita thalasemia akan mengalami anemia mikrositik dan hipokromik.
Anemia itu terjadi ketika sel darah merah menjadi lebih kecil daripada sel yang normal. Selain itu, warna merah pada sel darah juga menjadi lebih pucat.
4. Diabetes Melitus
Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan adanya glukosa (gula) di dalam urine. Diabetes melitus sering dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula.
Penyakit ini terjadi akibat berkurangnya hormon insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas sehingga proses pengubahan gula menjadi glikogen tidak optimal.
Biasanya, penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan diet ketat di bawah pengawasan dokter dan terapi hormon insulin.
5. Asma
Asma merupakan peradangan pada saluran pernapasan. Peradangan ini menyebabkan pembengkakan dan penyempitan saluran pernapasan.
Selain disebabkan oleh faktor genetik, asma juga biasanya disebabkan karena alergi terhadap kondisi lingkungan seperti debu, jamur, hawa dingin, bahan kimia, dan serpihan kayu.
(SFR)
