Penyebab & Gejala Rabun Jauh pada Anak dan Dewasa

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gejala rabun jauh umumnya diawali dengan kondisi mata yang sulit untuk melihat objek pada jarak jauh. Beberapa kasus yang sering terjadi pada penderitanya, yaitu kesulitan melihat rambu lalu lintas, papan tulis, buku, layar komputer dan lain sebagainya.
Kondisi ini membuat penderita rabun jauh mengalami kesulitan beraktivitas, sehingga membutuhkan alat bantu lihat, seperti kacamata atau softlens.
Ingin tahu informasi lebih jelas dari gejala rabun jauh? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Pengertian Penyakit Rabun Jauh
Menurut buku Terapi Mara dengan Pijat dan Ramuan karangan Oei Gin Djing, rabun jauh sering dikenal dengan sebutan miopia, mata minus, buta jauh, hingga cadok.
Seseorang yang menderita rabun jauh biasanya memiliki daya penglihatan jarak pendek, sedangkan objek pada jarak jauh tidak bisa dilihat. Umumnya, penyakit rabun jauh ini bersifat menurun dan kerap ditemukan pada anak-anak berusia 8-12 tahun.
Kemudian, di umur 13-19 tahun, kondisi miopia semakin memburuk seiring dengan pertumbuhan anak yang semakin pesat. Sementara itu, pada usia 20-40 tahun akan terjadi sedikit perubahan karena miopia semakin berkurang atau kenaikan miopia yang lambat.
Apabila bersifat ringan, gangguan mata ini disebut dengan miopia rendah. Sementara itu, rabun yang bersifat berat disebut dengan miopia tinggi. Miopia tinggi ini yang memiliki risiko yang lebih tinggi terjadinya pelepasan retina.
Penyebab Penyakit Rabun Jauh
Secara ilmiah, penyebab rabun jauh adalah bentuk bola mata jauh lebih panjang dari bola mata normal pada umumnya. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan rabun jauh.
Dalam buku Seri IPA Biologi karangan Deswaty Furqonita, S.Si., M. Biomed, berikut faktor-faktor risiko penyakit rabun jauh:
1. Keturunan
Faktor genetika atau keturunan merupakan penyebab utama dari rabun jauh, terlebih ketika kedua orang tua mengalami kelainan rabun jauh.
Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa ada 40 gen yang jadi penyebab seseorang mengalami rabun jauh karena diturunkan oleh orang tuanya.
2. Terlalu sering melakukan aktivitas di dalam ruangan
Ketika berada di dalam ruangan, mata sulit untuk menangkap cahaya. Pasalnya, cahaya di dalam ruangan lebih gelap dibandingkan ketika berada di luar ruangan.
Hal ini mengakibatkan kesehatan mata menjadi terganggu karena kondisinya yang cepat lelah. Ini membuat kemampuan mata untuk menangkap cahaya jadi lebih sulit.
Gejala Mata Rabun Jauh pada Anak
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, rabun jauh umumnya dialami oleh anak-anak. Bagi para orang tua, hal ini tentu mengkhawatirkan.
Oleh karena itu, ada beberapa gejala yang perlu diawasi untuk mengetahui kondisi mata sang buah hati. Dikutip dari Kids Health, berikut cara mengetahui gejala mata rabun pada anak:
1. Sering menggosok mata
Menggosok mata yang berlebihan merupakan gejala yang menandakan bahwa sang buang hati mengalami kondisi mata yang kelelahan atau tegang.
Tidak hanya gangguan rabun jauh, menggosok mata juga bisa menjadi gejala dari gangguan penglihatan lainnya, seperti alergi.
2. Membaca buku atau menonton tv terlalu dekat
Jarak ketika melihat objek yang terlalu dekat dapat membuat kondisi mata pada akhirnya terganggu. Kejadian-kejadian yang sering terjadi, di antaranya membaca buku atau menonton televisi.
Menurut American Academy of Ophthalmology, duduk dekat dengan televisi juga bisa jadi tanda bahwa si kecil menderita rabun jauh tanpa disadari.
3. Menyipitkan mata ketika melihat objek
Seseorang yang menderita rabun jauh kerap merasa kesulitan untuk melihat objek karena bayangannya yang tidak fokus pada retina, sehingga objek yang dilihat pun kabur.
Bagi penderita rabun jauh, menyipitkan mata merupakan cara yang tidak disadari dapat membuat objek menjadi lebih fokus. Ketika sang buah hati mulai menyipitkan mata secara tidak disengaja, beranikan diri untuk melakukan pengecekan kepada dokter mata.
4. Mengeluh sakit kepala
Apabila menderita rabun jauh, si kecil akan mengeluh sakit kepala akibat dari kinerja mata yang terlalu lama bekerja. Penyebabnya adalah cahaya yang jatuh tidak tepat pada retina, sehingga mata berusaha terlalu keras untuk fokus.
Gejala Awal Rabun Jauh pada Dewasa
Pada penderita rabun jauh sering merasakan gejala kelelahan pada bagian mata. Menyadur laman Rumah Sakit Sari Asih, umumnya mata dalam kondisi sehat memiliki bentuk serta ukuran normal yang memungkinkan cahaya masuk dan difokuskan pada retina.
Bagi penderita rabun jauh, kornea menjadi lebih panjang atau pipih dari kornea mata normal. Akibatnya, cahaya tidak terfokus pada retina, melainkan satu titik di depan retina. Kondisi tersebut yang membuat mata jadi cepat merasa lelah.
Tidak hanya mata, penderita rabun jauh akan merasakan gejala berupa kelelahan pada bagian kepala. Kondisi ini terjadi akibat dari kelainan mata karena penderita terus memaksa diri melihat objek tanpa menggunakan alat, seperti kacamata.
Menurut laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut gejala awal rabun jauh yang dialami oleh para dewasa:
Pandangan kabur saat melihat objek yang jauh, sehingga sering menyipitkan mata, seperti kesulitan melihat huruf di papan tulis.
Sakit kepala atau mata lelah karena mata bekerja secara berlebihan.
Frekuensi mengedipkan mata yang terlalu berlebihan.
Terlihat tidak menyadari keberadaan objek yang jauh.
Sering menggosok mata.
Cara Mengatasi Rabun Jauh pada Anak dan Dewasa
Setelah mengetahui penyebab dan gejala awal dari rabun jauh, ketahui cara tepat untuk mengatasi rabun jauh pada anak dan dewasa. Menurut buku IPA 2B Terpadu yang diterbitkan oleh Yudhistira, berikut informasinya.
1. Operasi sinar laser
LASIK adalah singkatan dari laser in-situ keratomileusis. Operasi ini dilakukan dengan menggunakan sinar laser yang bertujuan untuk mengikis jaringan kornea mata, sehingga cahaya yang melewati kornea dapat ditangkap sempurna oleh retina.
Selain LASIK, berikut ada jenis-jenis laser lainnya, seperti laser epithelial keratomileusis (LASEK) dan laser photorefractive keratomileusis (PRK).
2. Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A
Vitamin A adalah vitamin yang berfungsi untuk perkembangan dan kinerja dari berbagai macam organ tubuh, seperti mata, kulit, organ reproduksi, dan sistem kekebalan tubuh.
Biasanya, kandungan vitamin ini terdapat di sayur dan buah, seperti wortel, tomat, bayam, buah naga, pisang, apel, pepaya, dan lainnya.
3. Hindari menatap layar televisi dan smartphone terlalu sering
Penyebab rabun jauh adalah menatap layar dan smartphone yang terlalu sering. Oleh karena itu, cara untuk mengatasinya adalah menghindari menatap layar smartphone dalam frekuensi waktu yang lama.
4. Menggunakan kacamata atau softlens
Menggunakan kacamata atau softlens merupakan cara untuk mengatasi rabun jauh. Dengan menggunakan kacamata, penglihatan para penderitanya pun dapat terlihat lebih jelas.
Meski demikian, menggunakan kacamata tidak dapat membuat penderita rabun jauh dapat sembuh dengan total.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa tanda-tanda mata minus?

Apa tanda-tanda mata minus?
Pandangan kabur saat melihat objek yang jauh, sakit kepala atau mata lelah karena mata bekerja secara berlebihan, frekuensi mengedipkan mata yang terlalu berlebihan, terlihat tidak menyadari keberadaan objek yang jauh, dan sering menggosok mata.
Kenapa mata buram saat melihat jauh?

Kenapa mata buram saat melihat jauh?
Bagi penderita rabun jauh, kornea menjadi lebih panjang atau pipih dari kornea mata normal. Akibatnya, cahaya tidak terfokus pada retina, melainkan satu titik di depan retina.
Apakah mata rabun jauh bisa sembuh?

Apakah mata rabun jauh bisa sembuh?
Mata rabun jauh bisa disembuhkan secara total dengan operasi sinar laser atau LASIK.
