Penyebab Munculnya Penyakit Kolera pada Penduduk

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolera atau sering disebut dengan penyakit muntaber adalah penyakit yang memiliki gejala utama muntah serta buang air besar. Kolera termasuk penyakit infeksi yang sangat serius dan menyerang usus bagian bawah.
Mengutip dalam buku Mengenali Keluhan Anda Info Kesehatan Umum untuk Pasien karya dr. Ayustawati, Ph.D (2013: 23), penyakit kolera ditandai dengan adanya gejala sebagai berikut.
Diare yang terjadi secara tiba-tiba, dengan konsistensi seperti air dan berbau;
Sakit/kram perut;
Mual dan muntah;
Perasaan mengantuk dan mudah lelah.
Tanpa pengobatan yang cepat, penderita kolera akan menjadi dehidrasi. Dehidrasi ini ditandai dengan bibir dan kulit yang menjadi kering, mata terlihat seperti ada lingkaran hitam, volume dan frekuensi kencing menurun, dan lain sebagainya.
Penyakit kolera dapat menular hingga dapat menjadi suatu wabah. Penyakit ini biasa terjadi di daerah yang kesehatan lingkungannya tidak terjaga.
Lantas, apa sebenarnya penyebab munculnya penyakit kolera pada penduduk? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Penyebab Munculnya Penyakit Kolera
Kolera disebabkan oleh bakteri yang bernama Vibrio cholera. Apabila bakteri ini masuk ke badan, bakteri akan mengeluarkan toksin (sejenis racun) yang dapat menyebabkan keluarnya cairan tubuh dari badan lewat usus halus, sehingga terjadi diare yang parah.
Menurut buku Biologi Interaktif untuk SMA/MA karangan Tetty Setiowati dkk (2007: 42), penyebab munculnya penyakit kolera pada penduduk adalah kondisi lingkungan yang kumuh dan berdesak-desakan.
Contohnya, pada situasi terjadinya bencana alam seperti banjir, kelaparan, hingga situasi perang yang mengharuskan penduduk untuk mengungsi. Pada situasi inilah, penularan penyakit kolera dapat terjadi secara cepat.
Biasanya, infeksi bakteri ini terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri kolera dan/atau bila penderita berada di daerah di mana terjadi banyak kasus kolera.
Kematian pada penderita kolera umumnya bukan karena bakterinya, tetapi karena kehilangan cairan tubuh yang tidak segera diatasi. Agar tidak berakibat fatal, berikut ini adalah cara pengobatan pada penyakit kolera.
Pengobatan Penyakit Kolera
Pertolongan pertama pada penyakit kolera, yaitu penggantian cairan tubuh yang keluar dengan meminum oralit (cairan garam-gula).
Melakukan tes untuk memastikan diagnosis kolera. Pemeriksaan darah dan tinja akan membantu menemukan kuman penyebab kolera, serta melihat apakah ada komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit kolera.
Pemberian antibiotik untuk mempercepat penyembuhan gejala-gejala kolera.
Pencegahan Penyakit Kolera
Penyakit kolera dapat dicegah dengan beberapa cara, di antaranya meliputi:
Berhati-hati dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi
Menciptakan lingkungan higienis di rumah, seperti mencuci tangan sebelum makan dan minum air yang sudah direbus terlebih dahulu.
Tidak lupa untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar, seperti tidak buang air besar sembarangan dan menutup makanan sajian dengan tudung.
Melakukan vaksinasi (walaupun tidak mampu menjamin 100% terhindar dari penyakit kolera).
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa gejala utama penyakit kolera?

Apa gejala utama penyakit kolera?
Kolera atau sering disebut dengan penyakit muntaber adalah penyakit yang memiliki gejala utama muntah serta buang air besar.
Apa tanda-tanda dehidrasi akibat kolera?

Apa tanda-tanda dehidrasi akibat kolera?
Dehidrasi ini ditandai dengan bibir dan kulit yang menjadi kering, mata terlihat seperti ada lingkaran hitam, volume dan frekuensi kencing menurun, dan lain sebagainya.
Apa pertolongan pertama menghadapi penyakit kolera?

Apa pertolongan pertama menghadapi penyakit kolera?
Pertolongan pertama pada penyakit kolera, yaitu penggantian cairan tubuh yang keluar dengan meminum oralit (cairan garam-gula).
