Penyebab Pelapukan Tanah secara Fisik, Biologis, dan Kimiawi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab pelapukan tanah dibedakan berdasarkan proses terjadinya. Pelapukan adalah proses pengelupasan atau penghancuran kulit bumi oleh tenaga eksogen. Tingkat pelapukan tanah di setiap daerah berbeda-beda, tergantung pada kondisi daerah tersebut.
Di daerah tropis yang memiliki pengaruh suhu dan air yang sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter. Sementara itu, di daerah subtropis tebal, pelapukan terjadi hanya beberapa meter.
Dirangkum dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VII karangan Waluyo, M.Hum dkk (2008: 12), berdasarkan proses terjadinya, pelapukan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pelapukan fisik, pelapukan biologis, dan pelapukan kimiawi.
Lantas, apa saja penyebab pelapukan tanah berdasarkan proses terjadinya tersebut? Agar lebih memahaminya, simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Pelapukan Fisik
Pelapukan fisik adalah peristiwa penghancuran dan pelepasan material batuan, tanpa mengubah struktur kimiawi batuan tersebut. Pelapukan ini disebut juga dengan pelapukan mekanis, karena proses berlangsungnya secara mekanis.
Penyebab pelapukan fisik adalah beberapa hal sebagai berikut.
Perbedaan temperature yang tinggi
Peristiwa ini terutama terjadi di daerah beriklim kontinental atau gurun. Suhu udara yang berubah secara terus-menerus, dapat mengakibatkan permukaan batuan pecah atau retak-retak.
Pembekuan air di dalam batuan
Pada saat hujan, sebagian air akan masuk ke dalam batuan. Jika air tersebut membeku, volumenya akan bertambah, sehingga menimbulkan tekanan terhadap batuan. Akibatnya, batuan rusak atau pecah-pecah.
Berubahnya air garam menjadi kristal
Jika air tanah mengandung garam, pada siang hari, air akan menguap dan garam akan mengkristal. Kristal garam sangat tajam dan mampu merusak batuan. Contohnya adalah peristiwa pelapukan pada batuan karang di daerah pantai.
2. Pelapukan Biologis
Pelapukan biologis disebabkan oleh kegiatan organisme, yaitu tumbuhan, binatang, dan manusia. Pelapukan biologis dapat dibagi menjadi dua berdasarkan prosesnya, yaitu pelapukan biofisik dan pelapukan biokimia.
Penyebab pelapukan biofisik antara lain, yaitu:
Pelapukan oleh akar tanaman yang menerobos ke dalam celah atau retakan batuan, mengakibatkan batuan menjadi rapuh dan hancur.
Pelapukan oleh binatang seperti cacing tanah dan unggas. Binatang ini dapat membantu memperlebar dan mengikis retakan batuan.
Pelapukan oleh kegiatan manusia, seperti pembukaan lahan untuk pertanian, pembangunan fisik, dan kegiatan pertambangan.
Sementara itu, penyebab pelapukan biokimia adalah sebagai berikut
Pelapukan oleh tanaman mati yang mengandung asam organik. Kandungan ini dapat membantu dekomposisi batuan secara cepat.
Pelapukan oleh binatang. Kotoran dan asam organik dari binatang serta organisme, dapat membantu pelapukan batuan secara kimiawi.
Pelapukan oleh kegiatan manusia, seperti industrialisasi yang memicu terjadinya polusi udara. Contohnya gas SO2 dan NO hasil dari pembakaran bahan bakar fosil, yang dapat larut dalam air hujan. Pelarutan inilah yang menimbulkan peristiwa hujan asam.
3. Pelapukan Kimiawi
Pelapukan kimiawi adalah proses pelapukan massa batuan yang disertai perubahan kimiawi batuan yang lapuk. Pelapukan ini sering terjadi di daerah tropis atau daerah yang banyak turun hujan, seperti di Indonesia.
Dikutip dari buku Explore Geografi untuk SMA/MA karya Sri Wiyanti dkk (2017: 22), berdasarkan faktor penyebabnya, pelapukan kimia dapat dibedakan sebagai berikut.
Oksidasi, yaitu proses pelapukan yang disebabkan oleh oksigen, baik yang terlarut dalam air maupun pada udara yang relatif lembap.
Karbonasi, yaitu proses pelapukan yang disebabkan oleh karbon dioksida dan kalsit yang bereaksi dengan air, akan menghasilkan kalsium bikarbonat.
Hidrasi, yaitu proses pelapukan yang disebabkan oleh penambahan air pada suatu mineral, sehingga membentuk mineral yang baru.
Hidrolis, yaitu proses pelapukan yang disebabkan oleh air.
(VIO)
