Konten dari Pengguna

Perbedaan Ceramah, Pidato, dan Khotbah

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan ceramah, pidato, dan khotbah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan ceramah, pidato, dan khotbah. Foto: Unsplash

Ceramah, pidato, dan khotbah merupakan komunikasi lisan yang disampaikan oleh seseorang untuk memberikan sebuah pesan atau informasi.

Biasanya, ketiga komunikasi lisan ini akan disampaikan di dalam suatu acara atau momen penting. Meski memiliki beberapa kesamaan, ketiga komunikasi lisan ini mempunyai perbedaan yang signifikan.

Perbedaan ini terlihat dari bentuk komunikasinya, isi dari pesan atau informasi yang disampaikan, hingga cara penyampaiannya. Lantas, apa saja perbedaan dari ketiga komunikasi lisan tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

Ceramah

Mengutip dari jurnal Ceramah, Pidato, dan Khotbah karya Ayudia Inara, ceramah merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memberi nasihat ataupun petunjuk kepada para pendengar tentang dan terdapat interaksi tanya jawab antara sang pembicara dan sang pendengar.

Berikut perbedaan ceramah dengan komunikasi lisan lainnya, yakni:

  1. Topik pembicaraannya bersifat ilmu pengetahuan ataupun keagamaan namun tidak dikhususkan untuk agama tertentu.

  2. Terdapat interaksi berupa tanya jawab antara sang pembicara dengan sang pendengar.

  3. Bisa ditujukan untuk kalangan umum jika ceramah umum dan umat agama tertentu jika ceramah keagamaan.

  4. Biasanya dilakukan tempat ibadah, di kampus, di sekolah, di tempat khusus (aula) saat seminar atau ceramah umum.

Pidato

Pidato termasuk komunikasi lisan yang berbeda dengan ceramah dan khotbah. Foto: Unsplash

Pidato merupakan bentuk komunikasi satu arah berupa pengungkapan gagasan dan pikiran pembicara tentang suatu hal kepada banyak orang (umum) dan tidak mendapatkan tanggapan langsung dari pendengar.

Menurut jurnal yang berjudul Pidato, Khotbah, Ceramah, Dan Sambutan yang disusun oleh Fathul Arief, pidato memiliki beberapa tujuan, yakni untuk mendorong atau meyakini pendengar dengan informasi yang diberikan.

Berikut perbedaan antara pidato dengan komunikasi lisan lainnya, yakni:

  1. Topik pembicaraannya bersifat umum.

  2. Tidak terdapat interaksi antara sang pembicara dengan sang pendengar.

  3. Ditujukan untuk seluruh kalangan (kalangan umum).

  4. Dilakukan pada acara dan tempat tertentu.

Khotbah

Khotbah merupakan bentuk komunikasi berupa pengungkapan gagasan dan pikiran pembicara yang berkaitan dengan agama atau kerohanian, dengan tanpa adanya interaksi secara langsung antara sang pembicara dengan pendengar.

Sama seperti pidato, khotbah biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah ahli di bidang yang ingin disampaikannya. Dengan begitu, para pendengar pun bisa lebih mudah untuk terdorong dan teryakini.

Berikut perbedaan antara khotbah dengan komunikasi lisan lainnya, yakni:

  1. Topik pembicaraannya tentang keagamaan tertentu.

  2. Tidak terdapat interaksi antara sang pembicara dengan sang pendengar sama sekali.

  3. Ditujukan hanya untuk kalangan penganut agama tertentu.

  4. Biasanya dilakukan di dalam tempat ibadah agama tertentu.

Tujuan Ceramah, Pidato, dan Khotbah

Tujuan ceramah, pidato, dan khotbah. Foto: Unsplash

Meski memiliki ciri khas yang berbeda-beda, ketiga komunikasi lisan ini memiliki tujuan yang sama, di antaranya:

  • Untuk memberikan informasi kepada sang pendengar tentang suatu hal.

  • Untuk mengajak sang pendengar agar mengikuti apa yang telah disampaikan oleh sang pembicara.

  • Untuk meyakinkan pendengar tentang suatu hal.

  • Untuk melukiskan atau menggambarkan suatu keadaan.

  • Untuk menggembirakan atau menghibur pendengar.

(JA)