Konten dari Pengguna

Perbedaan Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung yang Perlu Diketahui

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memerhatikan gagasan pokok pada sebuah buku. Foto: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memerhatikan gagasan pokok pada sebuah buku. Foto: Flickr

Gagasan pokok dan gagasan pendukung merupakan dua komponen penting dalam tulisan yang perlu dipahami penulis. Artinya, penulis perlu mengetahui perbedaan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada untuk menciptakan paragraf yang padu.

Berdasarkan buku Think Smart Bahasa Indonesia oleh Ismail Kusmayadi, untuk memahami suatu teks bacaan dengan cepat, pembaca perlu mempunyai kemampuan membaca cepat. Selain itu, pembaca juga perlu memahami ide pokok dengan cepat.

Selain mengetahui gagasan pokok dari suatu paragraf, pembaca juga perlu memerhatikan gagasan pendukung. Secara definisi, menurut buku Cendekia Berbahasa oleh Erwan Juhara, dkk, gagasan pendukung merupakan penjelas atau pemaparan lebih detail dari gagasan utama.

Namun, letak gagasan pokok tidak selalu diletakkan lebih dulu daripada gagasan pendukungnya. Hal ini tergantung dari jenis paragraf apa yang digunakan penulis, entah induktif, deduktif, deduktif-induktif, atau interatif.

Banyak pembaca ataupun penulis yang masih tidak memahami perbedaan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Gagasan Pokok

Sebagaimana namanya, gagasan pokok diartikan sebagai ide utama dari suatu paragraf. Akan tetapi, walaupun gagasan pokok itu adalah inti dari suatu paragraf, keberadaannya tidak bisa dipisahkan oleh gagasan pendukungnya.

Berikut ciri-ciri gagasan pokok yang membedakannya dari gagasan pendukung:

  • Gagasan pokok biasanya kalimat umum

  • Tujuan dari gagasan pokok ini adalah untuk dijelaskan dengan gagasan-gagasan pendukung agar penjelasan menjadi lebih detail

  • Letak gagasan pokok tidak selalu di bagian awal. Tergantung jenis paragrafnya (deduktif, induktif, deduktif-induktif, atau interatif)

  • Gagasan pokok dapat berdiri sendiri

  • Umumnya, apabila paragrafnya tidak terlalu panjang, gagasan pokok tidak dilengkapi dengan konjungsi.

Gagasan Pendukung

Gagasan pendukung adalah ide untuk menjelaskan secara mendetail dari ide-ide yang diberikan gagasan pokok. Berikut ciri-cirinya:

  • Gagasan pendukung berupa kalimat khusus

  • Gagasan pendukung adalah penjelasan secara mendetail dari gagasan pokok

  • Gagasan pendukung memiliki jumlah yang lebih dari satu per paragraf

  • Gagasan pendukung tidak bisa berdiri sendiri dan harus melekat dengan gagasan pokok

  • Bentuk gagasan pendukung berupa data, uraian, pernyataan, contoh, dan rangkaian peristiwa

  • Umumnya menggunakan konjungsi

  • Bisa diletakkan di mana saja tergantung di mana gagasan pokoknya.

Untuk mengetahui perbedaan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam sebuah paragraf, ada hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Membaca Teks dengan Teliti

Membaca dengan teliti. Foto: Flickr

Menemukan gagasan pokok atau gagasan pendukung dalam teks yang sederhana cenderung lebih mudah. Namun, bagaimana dengan teks yang lebih rumit seperti teks ilmiah atau filsafat?

Hal yang harus diperhatikan oleh pembaca adalah membacanya dengan teliti dan cermat. Meski cukup memakan waktu untuk mengetahui suatu teks rumit, pembaca harus lebih teliti.

Meskipun begitu, ada cara cepat yang cukup efektif, yaitu memerhatikan hanya bagian awal dan akhir paragraf.

2. Menemukan Ide Utama atau Inti Teks

Ketelitian akan memberikan keuntungan ketika membaca suatu teks atau paragraf, yakni menemukan garis besarnya.

3. Menyimpulkan

Untuk menyimpulkan ide atau inti dari suatu teks pembaca bisa menemukannya dari gagasan pokok dari suatu paragraf atau teks.

(LAP)