Konten dari Pengguna

Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah yang Dapat Diamati

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan gula aren dan gula merah. Foto: Shutterstock/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan gula aren dan gula merah. Foto: Shutterstock/Kumparan

Beberapa orang mungkin masih bingung membedakan gula aren dan gula merah saat memasak karena keduanya sekilas tampak serupa. Perbedaan gula aren dan gula merah bisa dikenali dari bentuk, tekstur, hingga warnanya.

Di Indonesia, gula aren dan gula merah kerap digunakan sebagai bahan campuran masakan, mulai dari gudeg, klepon, bubur sumsum, hingga rujak buah. Selain berfungsi sebagai pemanis, kedua jenis gula ini juga dapat memberikan warna dan aroma yang khas pada makanan.

Lantas, apa saja perbedaan kedua jenis gula ini? Simak informasinya dalam ulasan berikut.

Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah

Ilustrasi perbedaan gula aren dan gula merah. Foto: Unsplash.

Mengutip buku Bumbu, Penyedap, dan Penyerta Masakan Indonesia tulisan Murdijati Gardjito, perbedaan gula aren dan gula merah terletak pada bahan dasarnya.

Gula merah atau yang kerap disebut gula Jawa terbuat dari nira atau sari pohon kelapa. Sementara gula aren menggunakan nira dari pohon aren.

Nira dari pohon kelapa dan pohon aren menghasilkan warna, tekstur, serta rasa yang berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan gula aren dan gula merah yang perlu diketahui.

1. Bentuk dan warna

Perbedaan paling mencolok gula merah dan gula aren dapat dilihat dari bentuknya. Gula merah umumnya dicetak menggunakan tabung sehingga berbentuk silinder. Sedangkan gula aren berbentuk lingkaran dan cembung karena dicetak menggunakan batok kelapa.

Dari segi tampilan, gula merah juga lebih mencolok. Gula merah memiliki warna coklat pekat dan cenderung kemerahan sementara gula aren berwarna coklat pudar.

2. Rasa

Gula merah dan gula aren memiliki rasa yang sangat mirip, yakni rasa karamel. Tetapi, gula aren lebih manis dan gurih daripada gula merah. Karena itu, gula aren kerap dipakai untuk membuat kue, seperti klepon, lopis, bubur sumsum, hingga dongkal.

3. Tekstur

Berbeda dari gula aren yang masir, tekstur gula merah liat dan lengket sehingga tidak mudah hancur. Hal ini karena kandungan air dalam gula merah sangat tinggi.

4. Kandungan gizi

Mengutip laman Pemerintah Kota Medan, gula aren dan gula merah memiliki kandungan mineral dan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan gula putih. Kedua jenis gula ini mengandung garam mineral, Thiamine (vitamin B1), Riboflavin (vitamin B2), Nicotinic Acid (vitamin B3), Pyridoksin (vitamin B6), Cyanocobalamin (vitamin B12), dan vitamin C jenis ascorbic acid.

5. Kegunaan

Gula merah cenderung dipakai sebagai penambah rasa pada sayur atau sambal karena rasanya yang tidak terlalu manis. Beberapa masakan yang menggunakan gula merah di antaranya bacem, gudeg, hingga gado-gado.

Sementara gula aren digunakan untuk membuat kue-kue tradisional. Ciri khas gula aren yang manis dan gurih dan beraroma khas sangat cocok dijadikan campuran atau isian kue, saus cocolan, atau sirup.

Baca Juga: 7 Manfaat Gula Merah, Pereda Nyeri hingga Menurunkan Berat Badan

(GLW)

Frequently Asked Question Section

Apa bahan dasar untuk membuat gula aren?
chevron-down

Nira dari pohon enau atau aren.

Apa saja kegunaan gula aren dalam masakan?
chevron-down

Sebagai isian atau campuran kue dan minuman tradisional.

Apa kandungan dalam gula aren?
chevron-down

Gula aren mengandung karbohidrat, vitamin C, potasium, fosfor, magnesium, kalsium, seng, besi, tembaga dan inulin.