Konten dari Pengguna

Perbedaan Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro: Pengertian hingga Aspek Harga

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumuskan perbedaan ilmu ekonomi mikro dan makro. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Rumuskan perbedaan ilmu ekonomi mikro dan makro. Foto: Unsplash

Jika dilihat, ilmu ekonomi bisa dibedakan menjadi dua, yakni ekonomi mikro dan makro. Lebih lanjut, rumuskan perbedaan ilmu ekonomi mikro dan makro.

Ilmu ekonomi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia melakukan pemilihan terhadap suatu alternatif.

Lebih lanjut, ilmu ekonomi bisa juga dikatakan sebagai kajian bagaimana masyarakat menggunakan sumber daya yang langka untuk memproduksi komoditi-komoditi berharga dan mendistribusikannya lebih luas lagi.

Ilmu ekonomi itu dapat dipisahkan menjadi dua, yakni ilmu ekonomi makro dan ilmu ekonomi mikro. Berikut adalah pengertiannya, seperti yang dikutip dari buku Membuka Cakrawala Ekonomi yang ditulis oleh Imamul Arifin.

  • Ekonomi mikro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku unit-unit ekonomi secara individual, seperti perilaku konsumen, produsen, pasar, penerimaan, biaya, dan juga keuntungan dari perusahaan.

  • Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang mempelajari unit-unit ekonomi secara agregat, seperti pendapatan nasional, inflasi, pengangguran, dan juga kebijakan pemerintah.

Setelah pengertian singkat dari ilmu ekonomi makro dan mikro, ada beberapa perbedaan yang bisa ditemukan dari kedua ilmu ekonomi tersebut.

Namun, untuk lebih jelasnya, berikut adalah rumusan perbedaan ilmu ekonomi makro dan ilmu ekonomi mikro, seperti yang dikutip dari buku Aspek Dasar Ekonomi Makro di Indonesia yang disusun oleh Tri Kunawangsih Pracoyo dan jurnal Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro karya Octor P.

Ilmu Ekonomi Makro

Ilmu ekonomi makro. Foto: Unsplash

Variabel dari ekonomi makro, yakni pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja atau pengangguran, laju inflasi, jumlah uang yang beredar, ataupun neraca pembayaran internasional.

Dalam aspek harga, ilmu ekonomi makro dihubungkan dengan tingkat harga secara keseluruhan, harga konsumen, harga produsen, hingga tingkat inflansi.

Tujuan analisis dari ekonomi makro lebih banyak memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara menyeluruhnya.

Selanjutnya, kesempatan kerja dalam ilmu ekonomi makro berhubungan dengan tingkat pengangguran dan juga jumlah pekerja total.

Ilmu Ekonomi Mikro

Ilmu ekonomi mikro. Foto: Unsplash

Berbeda dengan ilmu ekonomi makro, variabel dari ekonomi mikro hanya membahas kegiatan ekonomi secara individual, misalnya permintaan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya produksi, dan juga laba rugi.

Lebih lanjut, dalam aspek harga, ekonomi mikro mencakup harga dari suatu komoditas atau barang tertentu saja. Misalnya, harga masing-masing barang dan jasa, harga perawatan kesehatan, harga premium, hingga harga sewa gedung.

Tujuan analisis dari ekonomi mikro adalah fokus pada analisis bagaimana mengalokasikan sumber daya agar dicapai kombinasi yang lebih tepatnya.

Dalam kesempatan kerjanya, ilmu ekonomi mikro berhubungan dengan penempatan kerja masing-masing perusahaan dan industri, hingga jumlah karyawan di perusahaan.

Kesimpulannya, ilmu ekonomi makro dan mikro merupakan salah satu hal yang memengaruhi tingkat perekonomian suatu negara. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mengetahui masalah perekonomian suatu negara dan bisa membantu untuk meningkatkan kesejahteraan.

(JA)