Konten dari Pengguna

Perbedaan Nabi dan Rasul serta Tanggung Jawabnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi umat muslim sedang berdoa. Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi umat muslim sedang berdoa. Foto: Pixabay.com

Ketika pelajaran Agama Islam di sekolah, kamu tentu belajar mengenai nabi dan rasul. Secara umum, nabi dan rasul memiliki banyak kesamaan. Sebab, keduanya merupakan manusia pilihan yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan wahyu.

Selain kesamaan, apa saja perbedaan nabi dan rasul? Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya yang wajib kamu ketahui.

Mengenal Nabi dan Rasul

Menurut buku Aqidah yang ditulis oleh Marzuki, kata "nabi" berasal dari kata "Naba’a" yang berarti pemeritahuan yang besar manfaatnya dan menyebabkan orang mengetahui sesuatu.

Dengan demikian, nabi merupakan seorang utusan yang mendapat wahyu atau informasi dari Allah mengenai suatu ajaran dan bertugas menyebarkan kepada kaumnya.

Sementara itu, istilah "rasul" berasal dari kata "Al Irsal" yang berarti mengutus. Sehingga, rasul adalah seseorang yang diutus Allah untuk menyampaikan wahyu kepada manusia. Namun dalam buku tersebut, disebutkan bahwa rasul memiliki cakupan yang lebih luas karena malaikat juga dapat disebut rasul.

Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa nabi dan rasul adalah orang yang menerima wahyu dari Allah. Jika mendapat perintah dari Allah untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya, orang tersebut dinamakan nabi dan rasul.

Akan tetapi, jika orang itu tidak diberi tugas untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya, ia disebut sebagai nabi saja.

Sifat Nabi dan Rasul

Ilustrasi seseorang sedang berdoa. Foto: Pixabay.com

Berdasarkan buku Aqidah yang ditulis oleh Marzuki, nabi dan rasul merupakan teladan bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, Allah akan menjaga dan memelihara perbuatan para nabi dan rasul-Nya dari perbuatan dosa.

Dengan demikian, sudah sepantasnya kalau perilaku mereka menjadi panutan dan teladan bagi manusia di Bumi. Berikut ini adalah sifat-sifat nabi dan rasul yang wajib kamu ketahui:

  1. Shiddiq yang berarti jujur.

  2. Amanah yang berarti dapat dipercaya.

  3. Tablig yang berarti menyampaikan wahyu.

  4. Fatanah yang berarti cerdas.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai perbedaaan nabi dan rasul menurut buku yang berjudul Rasul dan Risalah karya Umar Sulaiman Al-Asyqar.

1. Jumlah nabi dan rasul

Perbedaan nabi dan rasul yang pertama dapat dilihat dari jumlahnya. Menurut Hadits Riwayat Ahmad dalam buku tersebut, jumlah nabi adalah 124 ribu orang, sedangkan jumlah rasul adalah 311 orang.

2. Tanggung jawab tugas nabi dan rasul

Salah satu pendapat ulama yang terkenal mengenai perbedaan nabi dan rasul ialah tugas nabi lebih umum dibanding rasul. Sebab, rasul adalah orang yang diberi wahyu dengan syariat baru dan diperintah untuk menyampaikannya.

Sementara itu, nabi adalah orang yang diutus untuk mengokohkan syariat yang telah ada sebelumnya dan juga diperintah untuk menyampaikannya.

Nabi diberi wahyu untuk menetapkan suatu kewajiban pada kaumnya. Contohnya, Nabi Daud, Zakaria, dan Yahya. Mereka adalah nabi dan telah memimpin Bani Israil untuk menyampaikan dan menegakkan hukum Islam di antara mereka.

Jika kamu menemukan pertanyaan, seperti:

Jelaskan perbedaan nabi dan rasul?

Maka kamu dapat menjawabnya sesuai dengan uraian mengenai perbedaan nabi dan rasul di atas. Demikian penjelasan mengenai perbedaan nabi dan rasul yang telah kamu simak. Semoga bermanfaat, ya!

(FNS)

Frequently Asked Question Section

Apa pengertian nabi?

chevron-down

Seorang utusan yang mendapat wahyu atau informasi dari Allah mengenai suatu ajaran dan bertugas menyebarkan kepada kaumnya.

Apa pengertian rasul?

chevron-down

Seseorang yang diutus Allah untuk menyampaikan wahyu kepada manusia.

Sebutkan sifat-sifat nabi dan rasul!

chevron-down

1. Shiddiq yang berarti jujur. 2. Amanah atau dapat dipercaya. 3. Tablig yang berarti menyampaikan wahyu. 4. Fatanah yang berarti cerdas.