Perbedaan NU dan Muhammadiyah sebagai Organisasi Dakwah di Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah yang memiliki karakteristiknya masing-masing.
Umumnya, kedua organisasi dakwah berlandaskan pada agama tertentu, yakni Islam. Oleh karena itu, kedua organisasi dianggap sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Karena besarnya organisasi ini, NU dan Muhammadiyah memiliki beberapa cabang yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, kedua organisasi memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia.
Meski memiliki peran yang penting dan keduanya berhubungan dengan agama Islam, kedua organisasi ini memiliki beberapa perbedaan.
Penasaran seperti apa perbedaan NU dan Muhammadiyah? Berikut ulasannya, seperti yang dikutip dari jurnal Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah: Dua Wajah Organisasi Dakwah di Indonesia karya Nur Alhidayatillah.
Tentang Nahdatul Ulama (NU)
NU lahir pada tanggal 31 Januari 1926 di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Tujuan didirikannya NU ini untuk menampung gagasan keagamaan para ulama tradisional sebagai reaksi atas prestasi ideologi gerakan modernisme Islam yang mengusung gagasan purifikasi puritanisme.
Seiring berkembangnya zaman, NU juga mengalami perubahan dan pembaharuan. NU saat ini tidak hanya dikenal sebagai kelompok tradisional tetapi juga dikenal sebagai penggagas beberapa kebijakan yang sangat berpengaruh kepada umat.
Lebih lanjutnya, prinsip yang dipegang oleh NU menggenggam pendirian dasar bahwa Islam adalah agama yang fitri dan suci yang bersifat saling menghormati, menghargai, menjunjung nilai-nilai luhur yang dipercayai masyarakat Indonesia.
Tentang Muhammadiyah
Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912. Organisasi Muhammadiyah didirikan dengan tujuan memberikan dukungan pada upaya pemurnian ajaran Islam yang pada saat itu identik dengan hal-hal mistik.
Mulanya, Muhammadiyah didirikan hanya di beberapa daerah saja, seperti Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Namun, semakin berkembangnya zaman, persebaran Muhammadiyah sudah ada di berbagai daerah di Indonesia.
Pembentukan Muhammadiyah banyak merefleksikan pada perintah di Al-Quran. Selain itu, gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik.
Perbedaan NU dan Muhammadiyah
Berdasarkan sejarah dari kedua organisasi dakwah ini, terdapat beberapa perbedaan antara NU dan Muhammadiyah. Perbedaan tersebut berdasarkan dari guru hingga paham keagamaan, simak di bawah ini, yakni:
NU membaca Qunut dalam sholat Subuh, sedangkan Muhammadiyah tidak membaca Qunut.
NU membaca sholawat setelah azan, sedangkan Muhammadiyah tidak membaca sholawat.
NU melakukan sholat tarawih sebanyak 20 rakaat, sedangkan Muhammadiyah sebanyak 8 rakaat.
NU membaca niat sholat yaitu Ushalli, sedangkan Muhammadiyah tidak membaca niat sholat Ushalli.
Adzan subuh NU yaitu lafad Ashalatu khair minan naum, sedangkan Muhammadiyah tanpa Ashalatu khairu minan Naum.
NU melakukan adzan Jumat sebanyak 2 kali, sedangkan Muhammadiyah sebanyak 1 kali.
NU menyebut Nabi dengan kata Sayyidina Muhammad, sedangkan Muhammadiyah tidak menggunakan kata Sayyidina.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa tujuan didirikannya NU?

Apa tujuan didirikannya NU?
Tujuan didirikannya NU ini untuk menampung gagasan keagamaan para ulama tradisional sebagai reaksi atas prestasi ideologi gerakan modernisme Islam yang mengusung gagasan purifikasi puritanisme.
Apa prinsip yang dipegang NU?

Apa prinsip yang dipegang NU?
Prinsip yang dipegang oleh NU menggenggam pendirian dasar bahwa Islam adalah agama yang fitri dan suci yang bersifat saling menghormati, menghargai, menjunjung nilai-nilai luhur yang dipercayai masyarakat Indonesia.
Apa tujuan didirikannya Muhammadiyah?

Apa tujuan didirikannya Muhammadiyah?
Organisasi Muhammadiyah didirikan dengan tujuan memberikan dukungan pada upaya pemurnian ajaran Islam yang pada saat itu identik dengan hal-hal mistik.
