Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun, syair, dan gurindam termasuk dalam kategori puisi lama. Puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan.
Aturan-aturan yang mengikat puisi lama antara lain jumlah kata yang terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama.
Tak hanya terdiri dari pantun, syair, dan gurindam, ada beberapa jenis puisi lama lainnya, seperti mantra, karmina, seloka, dan talibun. Setiap puisi lama tersebut memiliki ciri khas masing-masing.
Begitu pula dengan pantun, syair, dan gurindam. Meskipun ketiganya sama-sama puisi lama, pantun, syair dan gurindam memiliki sejumlah perbedaan. Apa saja?
Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam
Perbedaan pantun, syair, dan gurindam dapat dilihat dari ciri-cirinya. Berikut ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam.
Ciri-ciri Pantun
Pantun merupakan bentuk puisi lama yang masih sering digunakan sampai saat ini. Pantun biasanya muncul pada acara-acara adat, misalnya pada tradisi palang pintu pernikahan adat Betawi.
Berdasarkan isinya, pantun terbagi menjadi beberapa jenis, misalnya pantun teka-teki, pantun jenaka, pantun anak, pantun nasihat, pantun agama, dan pantun kiasan.
Mengutip buku Think Smart Bahasa Indonesia untuk Kelas X SMA/MA oleh Ismail Kusmayadi, ciri khas pantun adalah memiliki sampiran dan isi. Selain itu, pantun dapat dibedakan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Tiap bait umumnya terdiri atas 4 larik.
Tiap larik terdiri dari 8-12 kata.
Pantun memiliki sampiran dan isi.
Pola rimanya a-b-a-b (rima silang).
Pantun selesai dalam satu bait.
Pantun tidak diteruskan pada bait berikutnya, kecuali jika saling berkait.
Isinya mengandung pengungkapan perasaan.
Contoh pantun:
Mengapa arang tampak menyala
Karena apinya tiada padam
Mengapa orang hidupnya jaya
Karena semangatnya tiada padam
Baca juga : 40 Contoh Syair Nasihat, Pendidikan, hingga Persahabatan
Ciri-ciri Syair
Syair merupakan bentuk puisi lama yang berasal dari Arab. Menurut KBBI, syair diartikan sebagai puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat baris dan mempunyai akhir bunyi yang sama.
Syair biasanya digunakan sebagai media untuk mengungkapkan isi hati tentang suatu kejadian, seseorang, atau perasaan kepada orang lain.
Mengutip buku LIBAS AKM Latihan Soal dan Prediksi Berbasis Asesmen Kompetensi Minimum untuk SD/MI 2021 oleh Fitri Lianingsih, M.Si., ciri-ciri syair antara lain:
Terdiri dari 4 baris atau larik
Bersajak a-a-a-a.
Isi syair adalah rangkaian cerita.
Setiap baris dalam syair mempunyai makna yang berkaitan dengan baris-baris sebelumnya.
Suku kata dalam setiap baris sama, yaitu 4 perkataan dan 8-12 suku kata dalam satu baris.
Contoh syair:
Indonesia negeri yang kucinta
Ramah penduduknya aman lingkungannya
Pemandangan tampak di mata
Sungguh indah tiada duanya
Ciri-ciri Gurindam
Sama seperti pantun, gurindam juga terdiri dari sampiran dan isi. Namun, sampiran dan isi pada gurindam hanya termuat dalam dua baris saja.
Gurindam biasanya berisi nasihat atau tentang filsafat kehidupan. Karena itu, gurindam tidak umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk bersenda gurau dan cenderung bersifat formal.
Berikut ciri-ciri gurindam yang membedakannya dengan pantun dan syair:
Gurindam terdiri atas dua baris dalam setiap baitnya.
Baris pertama gurindam berkaitan dengan soal, masalah, atau perjanjian.
Baris kedua gurindam merupakan jawaban soal, akibat masalah, atau perjanjian pada baris pertama.
Jumlah suku kata tiap baris gurindam tidak tetap, namun umumnya berisikan 8-12 suku kata.
Ada gurindam yang memiliki sajak penuh, ada juga yang tidak.
Gurindam selalu berisikan nasihat atau wejangan yang diberikan tentang kehidupan.
Contoh gurindam:
Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat
(ADS)
