Konten dari Pengguna

Perbedaan Satelit Alami dan Satelit Buatan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan satelit alami dan satelit buatan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan satelit alami dan satelit buatan. Foto: Pexels

Satelit adalah sebuah benda langit yang termasuk ke dalam susunan tata surya di alam semesta. Satelit tidak mengeluarkan cahaya sendiri dan selalu bergerak mengelilingi planet tertentu.

Nama satelit diambil dari bahasa Latin, yaitu “satelles”, yang artinya pelayan, atau seseorang yang mematuhi atau melayani pihak lain. Dalam istilah tata surya, satelit adalah benda langit yang bergerak mengitari sebuah planet.

Diketahui dalam sistem tata surya, planet yang telah teridentifikasi berjumlah delapan, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Tidak semua planet dikelilingi oleh satelit, contohnya adalah planet Merkurius dan Venus.

Satelit dibagi menjadi dua, yaitu satelit alami dan satelit buatan. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui perbedaan satelit alami dan satelit buatan.

Satelit Alami

Satelit alami adalah satelit yang sudah tersedia di alam semesta, tanpa harus membuatnya. Disebutkan dalam buku Fisika 1A terbitan Grasindo, satelit alami terbentuk dalam periode waktu yang sama dengan terbentuknya planet.

Satelit alami adalah satelit yang telah tersedia di alam semesta, contohnya satelit Bumi adalah bulan. Foto: Pexels

Dalam tata surya, diketahui ada sekitar 137 satelit alami dengan berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda, yang mengorbit 6 planet yang ada. Adapun nama-nama satelit yang tersebar di 6 planet, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Bumi: Bulan (Luna)

  • Mars: Phobos dan Demos

  • Jupiter: Io, Europa, Ganymede, Calysto, Metis, Andrasthea, Thebe, dan masih banyak lagi.

  • Saturnus: Atlas, Janus, Mimas, Enceladus, Titan, dan lain-lain.

  • Uranus: Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, Miranda, Cordelia, Bianca, dan sebagainya.

  • Neptunus: Triton, Nereid, Naiad, Thalassa, Galatea, dan lain-lain.

Secara umum, massa satelit alami jauh lebih kecil dibandingkan dengan planet yang di kelilinginya. Sementara itu, Ganymede disebut sebagai satelit alami paling besar, dengan diameter mencapai 5.268 km.

Satelit Buatan

Seperti namanya, satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia, untuk berbagai kepentingan. Disebutkan dalam buku IPA Fisika Jilid 3 karangan Mikrajuddin, jenis-jenis satelit yang melayani kepentingan manusia, antara lain:

  • Satelit komunikasi, digunakan untuk memperlancar komunikasi radio, televisi, dan telepon.

  • Satelit navigasi, yang digunakan dalam penerbangan dan pelayaran jarak jauh, yang bekerja dengan cara memberikan informasi posisi kapal laut dan pesawat terbang saat sedang dalam perjalanan.

Satelit buatan adalah satelit yang sengaja dibuat manusia, dengan maksud dan tujuan tertentu. Foto: Pexels
  • Satelit geodesi, untuk kepentingan pemetaan bumi dan mendapatkan informasi tentang medan gravitasi bumi.

  • Satelit meteorologi, yang digunakan untuk menyelidiki atmosfer bumi, yang berfungsi untuk peramalan cuaca.

  • Satelit survei sumber daya alam, yaitu satelit yang dimanfaatkan untuk memetakan dan menyelidiki sumber daya alam yang ada di bumi, demi kepentingan kegiatan pertambangan, pertanian, perikanan, dan lain-lain.

  • Satelit penelitian, yaitu satelit yang khusus difungsikan untuk penelitian tata surya dan alam semesta, agar lebih bebas tanpa dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang tengah berlangsung.

  • Satelit militer, digunakan untuk kepentingan militer negara tertentu, misalnya mengintai kekuatan senjata milik musuh.

Satelit buatan Indonesia yang berhasil diterbangkan ke ruang angkasa adalah satelit Palapa. Satelit tersebut digunakan untuk kepentingan komunikasi, radio, dan televisi.

Bahkan, beberapa negara tetangga juga menyewa satelit Palapa untuk negaranya sendiri, demi kepentingan yang sama.

(HDP)