Perbedaan Tata Nama Senyawa Molekul Biner dan Poliatom dalam Kimia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata nama senyawa molekul biner termasuk ke dalam tata senyawa anorganik yang ada di dalam senyawa kimia. Tata senyawa anorganik sendiri merupakan golongan senyawa yang tersusun dari unsur-unsur yang tidak mengandung atom karbon organik.
Umumnya, senyawa anorganik relatif sederhana dan dapat dikelompokkan ke dalam senyawa biner dan senyawa poliatom.
Dalam tata nama senyawa kimia, tidak hanya ada istilah tata nama senyawa anorganik, tetapi juga senyawa organik. Tata nama senyawa organik adalah senyawa yang mengandung atom karbon, kecuali CO, CO2, dan CN yang tergolong senyawa anorganik.
Lantas, apa yang dimaksud dengan tata nama senyawa molekul biner dan tata nama senyawa poliatom dalam senyawa anorganik? Berikut adalah penjelasannya, seperti yang dikutip dari buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia yang diterbitkan oleh PT. Grafindo Media Pratama.
Tata Nama Senyawa Biner dalam Kimia
Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua macam unsur. Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsur pembentuknya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsur keduanya diganti -ida.
Contohnya, senyawa KCl tersusun dari kalium dan klorin, namanya adalah kalium klorida. Senyawa Na2O tersusun dari unsur natrium dan oksigen, namanya adalah natrium oksida.
Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, seperti NO, NO2, dan N2O4, penambahan kata -ida tidak cukup sebab akan muncul senyawa dengan nama yang sama.
Unsu kasus ini, nama senyawa ditambah dengan kata mono- berarti satu, di- berarti dua, tri- berarti tiga, atau tetra- berarti empat yang menunjukkan jumlah unsur.
Contohnya:
NO = Nitrogen monoksida
NO2 = nitrogen dioksida
N2O4 = dinitrogen tetraoksida atau nitrogen tetraoksida
Tata Nama Senyawa Poliatom dalam kimia
Senyawa yang tersusun lebih dari dua unsur digolongkan sebagai senyawa poliatom, seperti CA(CIO)2 atau kaporit, NaCO3 atau soda kue, dan H2SO4 atau asam sulfat.
Senyawa poliatom ini umumnya mengandung oksigen. Tata nama senyawa poliatom yang mengandung oksigen ini didasarkan pada jumlah atom oksigen yang dikandungnya.
Senyawa yang mengandung jumlah oksigen paling banyak diberi akhiran -at, sedangkan yang paling sedikit diberi akhiran -it.
Contohnya:
Na2SO4 atau natrium sulfat, Na2SO3 atau natrium sulfit
KClO3 atau kalium klorat, KClO2 atau kalium klorit
Tata nama senyawa tersebut tidak memadai setelah ditemukan senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak atau lebih sedikit dari senyawa tersebut.
Untuk itu, senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak lagi diberi awalan per-, sedangkan senyawa yang lebih sedikit dari contoh senyawa di atas diberi awalan hipo-.
Contohnya:
KClO4 dinamakan dengan kalium perklorat
KClO3 dinamakan dengan kalium klorat
KClO2 dinamakan dengan kalium klorit
KClO dinamakan dengan kalium hipoklorit
(JA)
