Konten dari Pengguna

Perlu Diwaspadai, 3 Penyakit karena Kekurangan Gizi pada Manusia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak sedang sakit. Foto : Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sedang sakit. Foto : Pixabay.com

Kekurangan gizi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Tingginya rata-rata kematian di Indonesia juga terjadi lantaran banyaknya masyarakat yang kekurangan gizi.

Mengutip jurnal Permasalahan Gizi Masyarakat dan Upaya Perbaikannya yang ditulis oleh Agnia Fila Anisa, masalah gizi buruk pada masyarakat umumnya disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya persediaan pangan, kualitas lingkungan, pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang dan kesehatan, dan masih adanya daerah miskin gizi.

Gizi buruk atau kekurangan gizi merupakan keadaan kekurangan energi dan protein (KEP) tingkat berat. Hal tersebut terjadi karena kurangnya konsumsi makanan bergizi dan/atau menderita sakit dalam waktu yang lama.

Akibat dari kekurangan gizi ini dapat menyebabkan otak anak menjadi lebih kecil daripada ukuran rata-rata. Kapasitas sel otak pun menjadi lebih rendah, yakni di bawah 15-20 persen.

Kekurangan gizi juga memengaruhi kesehatan mental seseorang. Menurut studi di sejumlah negara, pertumbuhan anak yang pernah menderita kekurangan gizi kurang baik dibandingkan anak yang tumbuh dengan mendapat gizi seimbang.

Pengaturan makanan menjadi upaya untuk meningkatkan status gizi. Dengan memerhatikan kebutuhan energi dan zat gizi yang sesuai dengan umur serta pola makanan teratur, hal tersebut bisa memperbaiki kondisi gizi dalam tubuh.

Ilustrasi anak sakit. Foto : Pixabay.com

Berikut ini berbagai penyakit karena kekurangan gizi pada tubuh manusia yang perlu kamu waspadai:

Anemia

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia subur. Penyakit anemia sendiri adalah kondisi saat tubuh memiliki jumlah sel darah merah yang terlalu sedikit.

Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh. Zat besi diperlukan tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang berfungsi untuk membawa oksigen dalam darah ke seluruh jaringan tubuh.

Jika sel darah merah yang ada dalam tubuh sedikit, organ dan jaringan tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup.

Marasmus

Marasmus merupakan keadaan gizi buruk yang ditandai dengan tampak sangat kurus, iga gambang, perut cekung, wajah seperti orang tua, dan kulit menjadi keriput.

Marasmus terjadi karena kekurangan asupan kalori berkepanjangan, baik dari protein maupun karbohidrat. Penyakit ini dapat menimpa anak-anak juga orang dewasa dan berisiko tinggi menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Kwashiorkor

Kondisi kwashiorkor ditandai dengan edema seluruh tubuh terutama di punggung kaki dan wajah membulat serta sembap. Kemudian, perut juga membuncit, otot mengecil, pandangan mata sayu, dan rambut menjadi tipis juga kemerahan.

Kwashiorkor sendiri terjadi karena tubuh manusia kekurangan asupan protein. Tubuh manusia membutuhkan protein yang cukup untuk memperbaiki dan memperbarui sel serta jaringan tubuh.

Protein tersebut dapat mendukung proses pemulihan tubuh ketika terjadi luka atau penyakit. Selain itu, protein juga menopang tumbuh kembang janin, bayi, dan juga anak-anak

(FNS)