Konten dari Pengguna

Persebaran Fauna di Indonesia secara Lengkap beserta Ciri-Cirinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Persebaran Fauna di Indonesia. Pixabay/5477687
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Persebaran Fauna di Indonesia. Pixabay/5477687

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terutama dalam hal fauna. Persebaran fauna di Indonesia sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti letak geografis, sejarah geologis, iklim, dan kondisi geografis.

Mengutip dari buku IPS (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi), Nana Supriatna, dkk (2006), persebaran fauna Indonesia tidak setegas persebaran flora, sebab fauna memiliki kecenderungan untuk melakukan perpindahan (migrasi) lebih tinggi dibandingkan flora.

Setiap wilayah di Indonesia memiliki keberagaman fauna yang unik dan berbeda, tergantung dengan kondisi geografis dan lingkungan hidup di wilayah tersebut. Mengetahui persebaran fauna di Indonesia adalah hal yang menarik untuk diketahui.

Daftar isi

Persebaran Fauna di Indonesia

Ilustrasi Persebaran Fauna di Indonesia. Unsplash/Wexor Tmg.

Alfred Wallace, seorang zoologis asal Inggris melakukan perjalanan mengelilingi kepulauan Indonesia untuk melihat adanya keterkaitan antara tipe-tipe hewan dengan suatu wilayah. Ia berhasil bertemu 125.000 jenis spesies sejauh 22.000 km.

Secara umum, wilayah Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian tengah dibatasi oleh Garis Wallace. Sedangkan Indonesia tengah dan Indonesia timur dibatasi oleh Garis Weber. Garis Weber berfungsi untuk membatasi wilayah fauna tipe peralihan dengan tipe Australis.

Persebaran fauna di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga bagian wilayah, yaitu wilayah fauna Indonesia tipe Asiatis, tipe peralihan (Asia-Australis), serta tipe Australis. Berikut penjelasannya:

1. Fauna Indonesia Tipe Asiatis

Fauna tipe Asiatis merupakan salah satu dari tiga jenis fauna utama yang ada di Indonesia yang sering disebut wilayah fauna Indonesia barat atau wilayah fauna Tanah Sunda. Wilayah persebarannya mencakup pulau-pulau besar di bagian barat Nusantara.

Diantaranya adalah Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah fauna Indonesia tipe Asiatis ini dibatasi oleh garis Wallace dengan wilayah fauna Indonesia bagian tengah (tipe Asia-Australis).

Adapun ciri-ciri fauna di Indonesia yang termasuk ke dalam tipe Asiatis atau bagian barat, yaitu:

  • Kemiripan dengan fauna Asia: Wilayah ini memiliki hewan yang mirip dengan fauna yang ditemukan di benua Asia. Hal ini disebabkan oleh sejarah geologis yang menghubungkan wilayah Indonesia bagian barat dengan daratan Asia pada masa lalu.

  • Mamalia: Fauna tipe Asiatis ditandai oleh keberadaan mamalia-mamalia besar seperti gajah, badak bercula satu, rusa, tapir, banteng, kerbau, monyet, orang-utan, harimau, macan tutul, macan kumbang, tikus, bajing, kijang, anjing hutan, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang.

  • Reptil dan Amfibi: Beragam jenis reptil seperti biawak, buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, bunglon, dan trenggiling. Terdapat 449 spesies yang dibagi menjadi tiga famili, yakni Anomochilidae, Xenophidiidae dan Lanthanotidae.

  • Burung: Burung di wilayah ini cenderung memiliki warna yang lebih membosankan dan tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan fauna di wilayah lain, seperti elang bondol, jalak, merak, ayam hutan, burung hantu, kutilang, dan berbagai jenis unggas lainnya.

  • Mamalia air tawar: Memiliki adaptasi khusus yang memungkinkan mereka hidup di lingkungan perairan, seperti mujair, arwana, dan pesut (mamalia air tawar).

  • Ikan: Terdapat 1000 jenis ikan yang habitatnya di sungai, danau, dan rawa-rawa. Contohnya, scleropages formosus atau disebut juga dengan ikan arwana emas yang cukup terkenal.

  • Serangga, terdiri atas berbagai jenis kumbang dan kupu-kupu, serta berbagai jenis serangga yang bersifat endemik.

2. Fauna Indonesia Tipe Asia-Australis

Fauna tipe Asia-Australis atau lebih dikenal sebagai fauna peralihan adalah jenis fauna yang terdapat di wilayah tengah Indonesia, meliputi Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Wilayah ini disebut sebagai wilayah fauna Indonesia tengah atau wilayah fauna kepualuan Wallacea yang menjadi jembatan antara fauna tipe Asiatis di bagian barat dan fauna tipe Australis di bagian timur.

Adapun ciri-ciri fauna di Indonesia yang termasuk ke dalam tipe Asia Australis atau bagian Tengah, yaitu:

  • Endemik: Spesies organisme yang terbatas pada wilayah atau geografis tertentu. Artinya, satwa-satwa tipe Asia-Australis hanya bisa ditemukan di wilayah tertentu, seperti Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain.

  • Tidak Berbulu: Ciri khas fauna yang termasuk dalam tipe Asia-Australis yaitu tidak berbulu. Jika ada yang berbulu, bulunya tidak begitu lebat atau hanya berjumlah sedikit.

  • Jenis Burung yang Khas: Burung dari wilayah Asia-Australis memiliki ciri khas yang berbeda, jika dibandingkan dengan burung-burung dari daerah lain. Contohnya, burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, merpati, dan angsa.

  • Mamalia: Fauna mamalian yang menghuni wilayah ini antara lain anoa, babi rusa, ikan duyung, tapir, kuskus, monyet hitam, beruang, tarsius, monyet seba, kuda, sapi, dan banteng.

  • Amfibi: Hewan yang dapat hidup di darat maupun di air. Ada sekitar 3000 spesies amfibi hidup di dunia. Di wilayah fauna Indonesia tipe Asia-Australis, amfibi terdiri dari katak pohon, katak terbang, dan katak air.

  • Reptilia yang ada di fauna Indonesia tipe Asia-Australis, yakni ular, buaya, biawak, dan komodo. Reptilia adalah hewan vertebrata, yaitu hewan yang mempunyai ruas tulang belakang yang tersusun dari tulang-tulang kecil.

3. Fauna Indonesia Tipe Australis

Fauna tipe Australis adalah kelompok hewan yang banyak ditemukan di wilayah fauna Indonesia timur atau wilayah fauna Tanah Sahul. Kawasannya pulau Papua, meliputi Pulau Irian Jaya (Papua), Kepulauan Aru, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Hewan-hewan di wilayah ini memiliki kemiripan dengan fauna yang ada di benua Australia. Wilayah fauna Indonesia bagian timur (tipe Australis) dibatasi oleh garis Weber dengan wilayah fauna Indonesia bagian tengah (tipe Asia-Australis).

Adapun ciri-ciri fauna di Indonesia yang termasuk ke dalam tipe Australis atau bagian timur, yaitu:

  • Kantung (Marsupial): Salah satu ciri khas paling menonjol dari fauna Australis adalah banyaknya hewan berkantung atau marsupial. Contohnya adalah kanguru pohon, kuskus, dan walabi.

  • Kurangnya Primata: Berbeda dengan fauna di bagian barat yang kaya akan primata seperti orangutan dan bekantan, fauna Australis relatif sedikit memiliki jenis primata.

  • Burung yang Unik: Terdapat banyak jenis burung dengan warna bulu yang mencolok dan bentuk yang unik, seperti burung cendrawasih dan kasuari.

  • Mamalia: Hewan yang menghuni wilayah ini antara lain kanguru, beruang, walabi, landak irian (nokdiak), opossum layang atau pemanjat berkantung, kanguru pohon dan kelelawar.

  • Mamalia Berukuran Kecil: Dibandingkan dengan fauna Asiatis, mamalia berukuran besar lebih jarang ditemukan.

  • Reptil dan Amfibi: Beragam jenis reptil dan amfibi endemik juga menghuni wilayah ini, terdiri atas buaya, biawak, ular, kadal, kura-kura, katak pohon, katak terbang, dan katak air.

  • Burung: Burung-burung di wilayah ini terkenal dengan warna bulu yang sangat indah dan mencolok, seperti burung cendrawasih, kakatua, beo, nuri, dan kasuari.

  • Ikan: Terdiri atas arwana dan berbagai jenis ikan air tawar lainnya yang jumlah spesiesnya relatif lebih sedikit, jika dibandingkan dengan wilayah fauna Indonesia barat maupun tengah.

  • Adaptasi terhadap Hutan Hujan Tropis: Hewan-hewan di wilayah ini telah beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan hutan hujan tropis yang lembap dan memiliki banyak vegetasi. Banyak di antaranya yang arboreal (hidup di pohon).

Upaya Pelestarian Fauna Indonesia

Ilustrasi Persebaran Fauna di Indonesia. Unsplash/Lukasz Szemingel.

Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam melestarikan fauna-faunanya. Berikut adalah beberapa upaya yang telah dan sedang dilakukan untuk pelestarian fauna di Indonesia:

  • Taman Nasional: Kawasan luas yang melindungi ekosistem asli beserta flora dan fauna di dalamnya. Contohnya: Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon.

  • Suaka Margasatwa: Sebuah kawasan pelestarian alam yang memiliki fungsi utama sebagai tempat perlindungan satwa liar beserta habitatnya.

  • Cagar Alam: Kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas tertentu, baik berupa tumbuhan, satwa, atau ekosistemnya, yang dilindungi dan dimanfaatkan secara terbatas untuk tujuan ilmiah, pendidikan, penelitian, budaya, pariwisata, atau rekreasi.

  • Penangkaran: Untuk mengembangbiakkan satwa langka di luar habitat aslinya untuk kemudian dilepasliarkan kembali atau dipertukarkan dengan kebun binatang lain.

  • Peraturan Perundang-undangan: Pemerintah Indonesia memiliki berbagai peraturan yang melindungi satwa liar.

  • Penindakan: Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perburuan dan perdagangan satwa liar.

  • Ecotourism: Wisata yang berfokus pada alam dan budaya, dengan tujuan konservasi.

  • Pendidikan dan Sosialisasi: Melalui program-program edukasi, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kelestarian satwa liar.

Demikian pengetahuan mengenai persebaran fauna di Indonesia secara lengkap beserta ciri-cirinya. (APR)

Baca Juga: Mengenal Persebaran Kawasan Flora Indonesia