Konten dari Pengguna

Pestisida Adalah Salah Satu Unsur Penting dalam Merawat Tanaman. Ini Uraiannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyemprotan pestisida. Pestisida adalah zat pembasmi hama. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyemprotan pestisida. Pestisida adalah zat pembasmi hama. Foto: Pixabay

Pestisida merupakan bahan pengendali hama yang berpotensi memengaruhi kualitas tanaman. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Pestisida tak sebatas menjaga tanaman agar terbebas dari serangan hama, tapi juga organisme pengganggu tanaman lainnya.

Penggunaan pestisida pada tanaman sering kali meninggalkan residu berlebih. Terutama jika pemakaiannya tidak sesuai dengan anjuran yang ditetapkan. Itulah mengapa, pemerintah menetapkan standar penggunaan produk perlindungan tanaman yang satu ini.

Lalu, apa sebenarnya pestisida itu? Apa saja jenis-jenisnya? Berikut ulasan selengkapnya.

Pestisida

Mengutip buku berjudul Panduan Lengkap Pestisida & Aplikasinya oleh Panut Djojosumarto, secara harfiah pestisida berarti pembunuh hama.

Adapun menurut Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 434.1/Kpts/TP.270/7/2001 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pestisida, pestisida adalah semua zat kimia atau bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk beberapa tujuan berikut:

  1. Memberantas atau mencegah hama dan penyakit yang merusak tanaman, atau hasil-hasil pertanian.

  2. Memberantas rerumputan.

  3. Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan.

  4. Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman (tetapi tidak termasuk ke dalam golongan pupuk).

  5. Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan piaraan dan ternak.

  6. Memberantas hama-hama air.

  7. Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan, dan alat-alat pengangkutan.

  8. Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pestisida memiliki cakupan yang begitu luas dan digunakan di berbagai bidang. Penggunaannya pun disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan maupun standar yang berlaku.

Jenis-jenis Pestisida

Tidak dapat dimungkiri jika dalam sebuah ekosistem terdapat unsur biotik dan abiotik yang saling memengaruhi satu sama lain. Pun begitu dengan tanaman yang kondisinya rentan mengalami gangguan dari hama maupun penyakit lainnya.

Faktor biotik dan abiotik dapat berdampak terhadap kondisi tanaman, sehingga kebutuhan pestisida tidak dapat terhindarkan.

Dalam bukunya, Panut Djojosumarto mengklasifikasikan pestisida berdasarkan organisme pengganggu tanaman (OPT) antara lain:

  1. Insektisida: untuk mengendalikan hama berupa serangga. Insektisida dibedakan menjadi dua macam, yakni ovisida (mengendalikan telur serangga) dan larvisida (mengendalikan larva serangga).

  2. Akarisida: untuk mengendalikan hama tungau (akarina).

  3. Moluskisida: untuk mengendalikan hama siput (moluska).

  4. Rodentisida: mengendalikan hama jenis pengerat seperti tikus, dan sebagainya.

  5. Nematisida: untuk mengendalikan nematoda atau hama sejenis cacing.

  6. Fungisida: untuk mengendalikan penyakit berupa jamur (fungi)

  7. Bakterisida: untuk mengendalikan penyakit akibat bakteri.

  8. Herbisida: untuk mengendalikan gulma.

  9. Algisida: untuk mengendalikan ganggang.

  10. Piscicida: untuk mengendalikan ikan buas.

  11. Avisida: untuk mengendalikan keberadaan burung pengganggu.

  12. Repelen: pestisida yang difungsikan untuk mengusir hama dan tidak beracun.

  13. Atraktan: untuk menarik atau mengumpulkan serangga.

  14. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT): untuk mengatur pertumbuhan tanaman, baik untuk memacu maupun menekan laju pertumbuhan tanaman.

  15. Plant aktivator: untuk merangsang pertahanan dan kekebalan tumbuhan terhadap penyakit.

Itulah penjelasan mengenai pestisida dan jenis-jenisnya. Ilmu merawat tanaman perlu untuk dipahami, termasuk dalam hal penggunaan pestisida.

Penggunaan pestisida sesuai aturan dan kebutuhan membantu pengelolaan pertanian lebih efektif, efisien, dan minim risiko.

(ANM)