Konten dari Pengguna

Proses Pembekuan Darah dalam Tubuh Manusia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses pembekuan darah dalam tubuh manusia akan terjadi ketika seseorang terluka. Foto; Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Proses pembekuan darah dalam tubuh manusia akan terjadi ketika seseorang terluka. Foto; Freepik.com

Darah adalah suatu cairan dalam tubuh yang mengalir melalui pembuluh darah. Pembuluh darah adalah organ yang berfungsi untuk menyalurkan darah ke berbagai organ dalam tubuh manusia.

Proses menyalurkan darah ke seluruh bagian tubuh manusia disebut peredaran darah. Selain pembuluh darah, ada organ lain yang bekerja dalam sistem peredaran darah, yakni jantung.

Dalam sistem peredaran darah, terdapat mekanisme alami untuk menghentikan perdarahan karena pembuluh darah yang robek, misalnya akibat terluka.

Mekanisme ini disebut dengan proses pembekuan darah. Seperti apa proses pembekuan darah dalam tubuh manusia? Berikut penjelasannya.

Proses Pembekuan Darah

Menurut Fitria, dkk dalam Pengaruh Antikoagulan dan Waktu Penyimpanan terhadap Profil Hematologis, darah adalah salah satu jaringan dalam tubuh yang berbentuk cair dan berwarna merah.

Darah bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, sehingga dapat tersebar ke berbagai kompartemen tubuh melalui sistem kardiovaskular, yang meliputi jantung dan pembuluh darah.

Terdapat dua bagian utama dalam darah, yakni pasma darah yang berbentuk cair dan sel darah yang berbentuk padat.

Plasma darah terdiri atas air dan zat, ion, yang terlarut di dalamnya. Sementara itu, sel darah terdiri dari 3 jenis, yakni yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit).

Dalam darah, terdapat trombosit atau kepingan darah yang berfungsi dalam pembukuan darah. Foto: Freepik.com

Darah memiliki berbagai fungsi dalam tubuh manusia. Berikut beberapa fungsi dari darah:

  1. Sebagai alat pengangkut untuk zat makanan, air dan oksigen, karbon dioksida dan zat sisa metabolisme menuju alat ekskresi dan hormon.

  2. Menjaga keseimbangan suhu tubuh.

  3. Sebagai alat pertahanan tubuh atau sel darah putih.

  4. Mengatur keseimbangan asam dan basa untuk menghindari kerusakan jaringan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, terdapat proses pembekuan darah dalam tubuh manusia. Proses pembekuan ini terjadi untuk menghentikan pendarahan.

Proses pembekuan darah juga biasa disebut dengan sistem koagulasi. Dalam sistem ini, terdapat beberapa proses, di antaranya:

1. Cedera

Setiap manusia tentunya pernah mengalami cedera yang menyebabkan kulit robek hingga pembuluh darah yang mengakibatkan pendarahan.

Dalam proses ini, darah terus mengalir tanpa berhenti akibat. Akhirnya, penyempitan pembuluh darah pun terjadi.

2. Penyempitan Pembuluh Darah

Ketika seseorang terluka hingga mengalami pendarahan, tubuh secara otomatis akan melakukan penyempitan pada pembuluh darah.

Saat pendarahan terjadi, pembuluh darah akan mengejang yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah juga biasa disebut vasokonstriksi.

Tubuh akan menyempitkan pembuluh darah untuk mengendalikan perdarahan yang terjadi. Proses ini akan membatasi aliran darah ke area yang terlukai.

Pembekuan darah akan berhenti setelah terbentuknya sumbatan akibat kepingan darah (trombosit). Foto: Freepik.com

3. Terbentuknya Sumbatan dari Trombosit

Setelah terjadinya cedera yang mengakibatkan luka, tubuh manusia akan mengaktifkan trombosit. Trombosit memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah.

Pada saat itu, kantung kecil akan melepaskan sinyal untuk menarik sel lain menuju area yang terluka. Proses tersebut akan membuat sumbatan-sumbatan trombosit yang akan membentuk gumpalan.

4. Fibrin Membeku

Saat pembuluh darah terluka, faktor pembekuan dalam darah akan segera diaktifkan. Hal ini mengakibatkan terangsangnya produksi fibrin.

Fibrin sendiri merupakan benang-benang halus yang terbentuk akibat faktor pembekuan fibrinogen. Setelah itu, faktor tersebut akan membentuk gumpalan fibrin.

5. Pembekuan Darah Berhenti

Agar tidak mengakibatkan hiperkoagulasi atau kelebihan dalam pembekuan darah, segala faktor yang bekerja dalam pembekuan darah akan berhenti.

Fibrin yang dihasilkan oleh faktor pembekuan fibrinogen akan hancur dan trombosit akan ditarik kembali oleh darah.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan peredaran darah?

chevron-down

Peredaran darah adalah proses menyalurkan darah ke seluruh bagian tubuh manusia.

Apa saja bagian utama darah?

chevron-down

Terdapat dua bagian utama dalam darah, yakni pasma darah yang berbentuk cair dan sel darah yang berbentuk padat.

Apa saja jenis sel darah?

chevron-down

Sel darah terdiri dari 3 jenis, yakni yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit).