Konten dari Pengguna

Proses Pembuatan Tempe Kedelai dengan Cara Tradisional

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tempe memiliki kandungan gizi dan khasiat bagi tubuh manusia. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Tempe memiliki kandungan gizi dan khasiat bagi tubuh manusia. Foto: Unsplash

Tempe adalah sumber protein bagi tubuh manusia. Tempe juga merupakan hasil olahan makanan dari produk non susu, yang mana bahan dasar utamanya adalah kedelai dan ragi.

Mengutip dari buku Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3 yang ditulis oleh Sukis Wariyono dan Yani Muharomah, ragi adalah kumpulan spora mikroorganisme, yang dalam hal ini disebut dengan kapang.

Dalam proses pembuatan tempe, setidaknya terdapat empat jenis kapang yang dibutuhkan dari genus Rhizopus, yaitu Rhyzopus oligosporus, Rhyzopus stolonifer, Rhyzopus arrhizus, Rhyzopus orizae.

Keempat jenis kapang tersebut berfungsi untuk mengikat keping-keping dari biji kedelai dan memfermentasikannya menjadi produk tempe yang dapat dimakan.

Melalui proses fermentasi yang terjadi memungkinkan adanya perubahan kimia pada protein, lemak, dan karbohidrat, yang menjadikan kadar protein tempe jumlahnya sembilan kali lipat lebih banyak daripada sumber protein lain.

Dari dulu hingga saat ini, tempe masih menjadi makanan sederhana yang mempunyai kandungan gizi banyak, serta manfaat yang baik untuk tubuh manusia.

Dikutip dalam sumber yang sama, beberapa khasiat tempe bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut.

  • Mencegah dan mengendalikan diare

  • Memperlancar pencernaan

  • Mempercepat proses penyembuhan duodenitis

  • Menurunkan kadar kolesterol

  • Menghambat resiko jantung koroner, penyakit gula, dan kanker.

Tempe memiliki protein sembilan kali lebih banyak dari sumber protein lainnya. Foto: Pixabay

Setelah mengetahui manfaat dari tempe, lalu bagaimana proses pembuatan tempe? Apa saja yang perlu dipersiapkan? Simak tulisan berikut ini untuk mengetahui prosesnya.

Proses Pembuatan Tempe

Tempe yang paling dikenal baik di Indonesia dan juga di dunia adalah tempe kedelai. Pembuatan tempe kedelai dapat melalui dua cara, yaitu tradisional dan modern.

Secara umum tidak ada perbedaan khusus antara tradisional dan modern, hanya saja proses tradisional membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses pengupasan kedelainya.

Berikut ini akan dijelaskan proses pembuatan tempe dengan cara tradisional, yang dikutip dari buku Usaha Membuat Tempe dan Oncom karangan Bambang Sarwono.

1. Pemilihan dan pencucian kedelai

Biji kedelai yang dipilih untuk dijadikan sebagai bahan dasar tempe harus bagus, bernas, dan padat berisi. Pemilihan tersebut digunakan agar dapat menghasilkan tempe yang baik dan berkualitas nantinya.

Cara mencuci kedelai dilakukan dengan air bersih dan berulang-ulang agar pasir dan kotoran tidak menempel pada kedelai yang siap untuk diolah.

Pemilihan biji kedelai yang baik dalam proses pembuatan tempe. Foto: Pixabay

2. Perendaman awal

Kedelai direndam dalam air selama 12 jam, yang mana dalam proses ini akan memudahkan pengupasan kulit biji bekedelai. Pada saat kedelai direndam berlangsung proses fermentasi oleh bakteri yang ada di air.

3. Pengupasan kulit

Pengupasan kulit dapat dilakukan dengan cara biji kedelai yang diinjak-injak, jika produksi tersebut dalam jumlah yang besar. Sementara itu, jika produksi rumahan maka caranya bisa lebih higienis, yaitu dengan alat pengupas biji.

4. Perendaman lanjutan

Perendaman lanjutan dilakukan agar kedelai mencapai tingkat keasaman yang baik, yaitu sekitar 3,5 hingga 5,2 pH.

5. Pencucian kedelai yang telah direndam

Pencucian berfungsi untuk menghilangkan bakteri dan mikroorganisme yang tumbuh selama perendaman, serta membuang kelebihan asam dan lendir yang terproduksi

6. Perebusan lanjutan

Proses perebusan lanjutan berfungsi sebagai proses sterilisasi untuk mematikan mikroorganisme yang tumbuh selama perendaman.

Lama perebusan tergantung pada kondisi bahan. Umumnya proses ini memakan waktu 40-60 menit.

7. Penirisan dan pendinginan

Biji yang telah direbus ditiriskan dengan ditebarkan di atas nampan yang lebar dan besar agar lebih mudah tiris dan dingin.

Daun pisang adalah bahan pembungkus alami yang digunakan dalam proses pembuatan tempe. Foto: Pixabay

8. Penambahan ragi

Penambahan ragi pada kedelai dilakukan pada suhu sekitar 37°C. Setiap 1 kg biji kedelai, takaran ragi yang digunakan adalah satu sendok makan. Kemudian di aduk dan dicampur rata yang dilakukan di atas nampan.

9. Pembungkusan bahan

Bahan untuk membungkus bisa menggunakan bahan alami seperti daun jati dan daun pisang, atau bahan buatan seperti plastik yang dinilai lebih praktis dan efisien.

10. Fermentasi, pemecahan senyawa kompleks

Setelah dibungkus, calon tempe difermentasikan pada suhu kamar 38-40°C. Suhu dijaga agar tidak lebih dan tidak kurang dari suhu yang telah ditentukan, mengingat suhu memiliki peranan penting apakah proses fermentasi itu berhasil atau tidak.

Proses fermentasi didiamkan selama 1 hingga 2 hari untuk dapat menghasilkan tempe segar yang dapat dikonsumsi.

(HDP)

Frequently Asked Question Section

Apa saja jenis kapang yang dibutuhkan untuk pembuatan tempe?

chevron-down

Rhyzopus oligosporus, Rhyzopus stolonifer, Rhyzopus arrhizus, dan Rhyzopus orizae.

Apa khasiat tempe bagi kesehatan tubuh?

chevron-down

Mencegah dan mengendalikan diare, memperlancar pencernaan, hingga menurunkan kadar kolesterol.

Ada berapa cara untuk membuat tempe?

chevron-down

Dua, yaitu tradisional dan modern.