Konten dari Pengguna

Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menyaksikan terjadinya gerhana matahari. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyaksikan terjadinya gerhana matahari. Foto: Pixabay

Fenomena gerhana matahari selalu dinantikan manusia di bumi. Gerhana adalah peristiwa terhalangnya sinar matahari oleh Bumi atau bulan, sehingga Bumi atau bulan tidak mendapatkan sinar matahari.

Gerhana disebabkan adanya bayangan yang dibentuk Bumi atau bulan yang terletak dalam satu garis. Selain gerhana matahari, juga terdapat gerhana bulan yang tidak kalah ditunggu-tunggu penampakannya oleh manusia di Bumi.

Namun, pembahasan kali ini akan mengulas lebih jauh tentang bagaimana proses terjadinya gerhana matahari. Lantas, bagaimana gerhana matahari dapat terjadi di muka Bumi? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penampakan gerhana matahari. Foto: Pixabay

Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Merangkum dalam buku Mari Belajar Ilmu Pengetahuan Alam karya Sukis Wariyono dkk (2008: 242), gerhana matahari terjadi jika bayangan bulan bergerak menutupi permukaan Bumi, yang menyebabkan bayangan bulan terlihat dari Bumi. Posisi bulan berada di antara matahari dan Bumi, dan ketiganya terletak dalam satu garis.

Sebab posisi bulan lebih dekat ke Bumi dibandingkan dengan matahari, maka bayangan bulan cukup besar untuk menutupi matahari. Gerhana matahari terjadi pada waktu bulan baru (bulan muda). Durasi terjadinya gerhana matahari adalah sekitar 6 menit.

Gerhana matahari dibagi menjadi tiga jenis, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin. Dikutip berdasarkan buku What You Need To Know terbitan Growing Publishing (2017: 130), berikut penjelasan masing-masing jenis gerhana matahari.

Pada saat gerhana matahari terjadi, posisi bulan lebih dekat ke bumi dibandingkan dengan matahari. Foto: Pixabay

1. Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total terjadi bila bayangan umbra bulan terlihat di Bumi. Umbra adalah bayangan yang terdapat di tengah dan sangat gelap. Posisi bulan pada saat gerhana matahari total di Bumi, tepat di tengah menghalangi matahari.

2. Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari sebagian terjadi bila bayangan penumbra yang terlihat di Bumi. Penumbra adalah bayangan kabur. Maka, pada saat sebagian dari Bumi mengalami gerhana matahari total, sebagian lainnya mengalami gerhana matahari sebagian.

3. Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin terjadi jika bayangan umbra bulan tidak terlihat di Bumi, karena jarak Bumi dan bulan terlihat lebih jauh, sehingga bayangan bulan lebih kecil dari matahari.

Penampakan gerhana yang berubah-ubah antara gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total, terjadi akibat perubahan ukuran piringan bulan dan matahari dari Bumi.

Perubahan ukuran piringan bulan dan matahari itu terjadi, akibat lintasan Bumi mengelilingi matahari dan lintasan bulan mengelilingi Bumi yang sama-sama berbentuk elips. Lintasan elips pulalah yang membuat jarak matahari-Bumi dan jarak bulan-Bumi berubah secara periodik.

Bayang-bayang bulan yang jatuh ke permukaan Bumi memiliki dua bagian, yaitu bayangan inti (umbra) dan bayangan tambahan (penumbra).

Penduduk Bumi yang dilintasi wilayah umbra, tidak akan melihat matahari karena seluruh sumber cahayanya ditutupi bulan. Adapun jika berada di daerah yang dilalui penumbra, mereka masih dapat melihat sebagian sinar matahari.

(VIO)