Radang Kelopak Mata: Pengertian, Gejala, hingga Cara Mengobatinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Radang kelopak mata adalah sebuah kondisi peradangan yang menyerang bagian kelopak mata. Dalam istilah medis, radang kelopak mata dikenal sebagai blefaritis.
Peradangan paling umum terjadi pada kelopak mata yang menjadi tempat tumbuhnya bulu mata sehingga bisa menyebabkan pengaruh tidak nyaman untuk kedua kelopak mata.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai radang kelopak mata, mulai dari pengertian, gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya.
Pengertian Radang Kelopak Mata
Mengutip Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis oleh Evelyn Clare Pearce (2016: 390), radang kelopak mata atau blefaritis adalah peradangan kelopak mata, di mana kelopak mata berwarna merah, perih, dan gatal.
Peradangan paling umum terjadi pada tepi kelopak mata. Radang tersebut melibatkan folikel rambut silia atau kelenjar meibom, yakni kelenjar sebasea yang berada pada bagian kelopak mata.
Radang kelopak mata dapat terjadi secara unilateral atau bilateral, dan dapat melibatkan kelopak mata atas atau bawah atau kedua-duanya.
Berdasarkan lokasinya, radang kelopak mata dapat dibedakan menjadi dua, antara lain:
Blefaritis anterior, yakni peradangan yang terjadi pada kulit kelopak mata, pangkal bulu mata, dan folikel bulu mata.
Blefaritis posterior, yakni peradangan kelopak mata bagian dalam (bagian kelopak mata yang lembap dan bersentuhan dengan mata) akibat disfungsi dari kelenjar meibom, bersifat kronis, dan bilateral.
Gejala Radang Kelopak Mata
Radang kelopak mata ditandai dengan keluarnya kerak kekuning-kuningan dari akar bulu mata. Adapun gejala radang kelopak mata lainnya adalah sebagai berikut.
Mata memerah dan berair
Terdapat sensasi berpasir, terbakar atau menyengat di mata
Kelopak mata terlihat berminyak dan membengkak
Rasa gatal pada tepi kelopak mata
Terdapat pengelupasan kulit di area sekitar mata
Bulu mata berkerak pada saat bangun tidur
Kedua kelopak mata terasa lengket
Adanya sisik halus dan keropeng di sekitar dasar bulu mata
Sering mengedipkan mata
Pandangan kabur
Sensitif terhadap cahaya
Bulu mata tumbuh abnormal
Pada beberapa kasus, bulu mata mengalami kerontokan
Sementara itu, radang kelopak mata pada anak umumnya ditandai beberapa gejala, seperti gatal, rasa panas, dan silau melihat cahaya.
Penyebab Radang Kelopak Mata
Radang kelopak mata biasanya disebabkan oleh kelebihan minyak yang diproduksi kelenjar di kelopak mata dan beberapa faktor lain, seperti infeksi bakteri, jamur, parasit, alergi, dan trauma.
Mengutip Ensiklopedi Kesehatan Penyakit oleh Atma Endris dkk. (2017: 33), awalnya radang kelopak mata terjadi ketika ada bagian kelenjar minyak yang kecil dan terletak pada bagian pangkal bulu mata mengalami sumbatan.
Kemudian, sumbatan tersebut akan membuat bagian kelopak mata terlihat sangat merah dan memicu iritasi pada mata, yang ditandai dengan adanya benjolan kecil pada mata.
Benjolan mata tersebut dibentuk oleh kelenjar minyak mata yang tidak normal sehingga menyebabkan iritasi pada mata dengan rasa sakit yang cukup menyakitkan.
Sementara itu, beberapa faktor penyebab yang memperberat risiko seseorang mengalami radang kelopak mata adalah sebagai berikut.
Kelainan pada kulit, misalnya dermatitis seboroik (ketombe), atopi, psoriasis, dan dermatitis rosacea
Ketidakseimbangan hormon
Asupan makanan yang tidak terjaga
Aspek psikologis
Adanya infeksi sebelumnya, seperti pediculosis palpebrarum (infeksi kelopak mata akibat kutu kepala)
Kebersihan diri yang buruk
Lingkungan yang kurang bersih
Penurunan daya tahan tubuh
Memiliki riwayat operasi pada kelopak mata dan riwayat terjadinya trauma mekanis, trauma termal, atau trauma kimia pada mata
Peradangan kelopak mata dapat disertai konjungtivitas atau peradangan bola mata. Penyebab konjungtivitas adalah infeksi bakteri, virus, dan alergi.
Cara Mengobati Radang Kelopak Mata
Apakah radang kelopak mata bisa sembuh? Jika radang kelopak mata bertahan dalam waktu lama, akan sulit untuk diobati dan bisa menyebabkan kondisi mata memburuk. Bahkan, bisa memicu kerusakan penglihatan secara permanen.
Oleh sebab itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mengurangi gejala radang kelopak mata dan pada kasus yang berat dapat mencegah kerusakan penglihatan secara permanen.
Ada beberapa cara mencegah dan mengobati sakit mata yang disebabkan oleh radang kelopak mata. Mengutip jurnal Diagnosis dan Manajemen pada Blefaritis Anterior dan Posterior oleh Gusti Ayu Dian Listyani Utami, berikut beberapa penanganan umum yang bisa dilakukan untuk mengobati radang kelopak mata.
1. Kompres Hangat
Kompres hangat dilakukan pada kelopak mata selama beberapa menit untuk melunakan kerak yang lengket dan menghangatkan sekresi dari kelenjar meibom.
Lakukan kompres hangat menggunakan handuk yang bersih lalu dibasahi dengan air hangat. Setelah itu, tempelkan pada kelopak mata selama 5-10 menit.
Kompres hangat merupakan salah satu cara mengatasi mata bengkak yang disebabkan oleh peradangan. Cara ini memberikan hasil yang lebih baik daripada menggunakan heat pack.
2. Pembersihan Kelopak Mata
Membersihkan kelopak mata dapat dilakukan dengan melakukan pemijatan lembut pada kelopak mata secara vertikal menggunakan obat topikal pembersih mata, yaitu 0,01 hypochlorous acid.
Obat 0,01 hypochlorous acid memiliki efek antimikroba kuat yang telah banyak digunakan dalam penanganan radang kelopak mata.
Setelah itu, kelopak mata dapat digosok dengan lembut dari sisi satu ke lainnya untuk membersihkan sisa kerak pada bulu mata dengan menggunakan pembersih kelopak mata khusus dengan kapas lembut atau jari tangan yang bersih.
Sebuah studi yang diterbitkan oleh Canadian Ophthalmology Society menyebutkan bahwa pilihan pembersih kelopak mata yang bisa digunakan dalam kasus radang kelopak mata sangat bervariasi, mulai dari produk dengan bahan tea tree oil, produk sampo bayi, dan produk pembersih berbahan organik.
3. Penggunaan Obat Antibiotik Topikal
Penggunaan obat radang kelopak mata seperti obat antibiotik topikal terbukti mempunyai efek untuk meringankan gejala dan efektif dalam menurunkan infeksi bakteri pada kelopak mata.
Beberapa pilihan antibiotik topikal yang digunakan adalah salep mata eritromisin, bacitracin, atau azitromisin 1%. Salep dioleskan pada kelopak mata sebanyak 1 hingga 2 kali sehari dengan dosis maksimal 4 kali sehari pada saat menjelang tidur selama beberapa minggu.
4. Penggunaan Antibiotik Oral
Penggunaan antibiotik oral direkomendasikan pada penderita radang kelopak mata yang tidak dapat mengatasi gejala dengan terapi konvensional. Berikut beberapa pilihan antibiotik oral yang bisa digunakan.
Doksisiklin 100 mg, diberikan 2 kali sehari selama satu bulan. Kemudian, dilanjutkan 100 mg sekali sehari selama beberapa bulan.
Minosiklin 50 mg, diberikan 1-2 kali sehari. Minosiklin dapat digunakan pada radang kelopak mata kronis. Antibiotik oral dapat diberikan selama 2-6 minggu dan dosis dikurangi setelah terdapat perbaikan klinis.
Azitromisin, diberikan 500 mg per hari selama 3 hari, diulang setiap 7 hari selama 3 kali pengobatan atau 1.000 mg per minggu selama 3 minggu, diulang setiap 3-4 bulan.
5. Terapi Intensed Pulse Light (IPL)
Intensed Pulse Light (IPL) merupakan salah satu terapi untuk mengatasi disfungsi kelenjar meibom pada radang kelopak mata. Terapi ini dilakukan dengan memancarkan cahaya dengan panjang gelombang antara 515 hingga 1.200 nm tergantung tujuan dari terapi IPL yang dilakukan.
Sesi terapi ini dilakukan selama 3-5 menit dengan intensitas secara bertahap dari 2 minggu sampai 2-4 bulan. Beberapa efek samping yang dapat dirasakan penderita adalah ketidaknyamanan dan bulu mata rontok.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apakah radang kelopak mata bisa sembuh?

Apakah radang kelopak mata bisa sembuh?
Apakah radang kelopak mata bisa sembuh? Jika radang kelopak mata bertahan dalam waktu lama, akan sulit untuk diobati dan bisa menyebabkan kondisi mata memburuk.
Radang kelopak mata karena apa?

Radang kelopak mata karena apa?
Radang kelopak mata biasanya disebabkan oleh kelebihan minyak yang diproduksi kelenjar di kelopak mata dan beberapa faktor lain, seperti infeksi bakteri, jamur, parasit, alergi, dan trauma.
Apa obat untuk kelopak mata bengkak?

Apa obat untuk kelopak mata bengkak?
Obat untuk kelopak mata bengkak adalah kompres hangat, pembersihan kelopak mata, penggunaan obat antibiotik tropikal, penggunaan antibiotik oral, dan terapi Intensed Pulse Light (IPL).
