Konten dari Pengguna

Rangkaian Paralel: Pengertian dan Sifat-sifatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rangkaian paralel. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rangkaian paralel. Foto: Pixabay

Rangkaian listrik adalah rangkaian tertutup yang menghubungkan sumber listrik dengan alat-alat listrik dan kabel yang menjadi penghantarnya. Rangkaian listrik ada yang terbuka dan ada yang tertutup.

Rangkaian tertutup adalah rangkaian listrik yang kutub positif dan negatifnya berhubungan sehingga muncul aliran listrik. Adanya aliran listrik tersebut ditunjukkan dengan lampu yang menyala.

Sementara rangkaian terbuka terjadi apabila kutub positif dan kutub negatif tidak berhubungan sehingga tidak terjadi aliran listrik di dalamnya.

Rangkaian listrik juga dapat berupa rangkaian paralel. Mengutip buku Cerdas IPA Terpadu SD Kelas 4, 5, dan 6 oleh Siti Nurhayati, S.Pd., rangkaian listrik paralel adalah sumber listrik yang dirangkai secara sejajar atau bercabang.

Ada pula yang berupa rangkaian listrik seri dan campuran. Rangkaian listrik seri adalah rangkaian yang disusun secara berurutan. Keuntungan listrik seri adalah menghemat penghantar atau kabel. Sementara rangkaian listrik campuran adalah perpaduan antara rangkaian seri dan paralel.

Pengertian Rangkaian Paralel

Ilustrasi rangkaian listrik paralel. Foto: Pixabay

Seperti yang telah dijelaskan, pengertian rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang disusun secara berderet atau bercabang. Contoh rangkaian paralel antara lain rangkaian paralel lampu rumah, lampu lalu lintas, dan rangkaian paralel dalam kendaraan bermotor.

Semua komponen dalam rangkaian listrik ini berasal dari sumber yang sama dan terhubung satu sama lain dengan susunan paralel. Itulah sebabnya, rangkaian listrik paralel cenderung menghabiskan biaya lebih banyak karena membutuhkan kabel penghubung yang banyak.

Namun, di samping kelemahan tersebut, rangkaian paralel juga memiliki keuntungan. Berbeda dengan rangkaian seri, pada rangkaian paralel, jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Jika lampu kamar mandi di rumah dimatikan dan lampu kamar tidur tetap menyala, artinya rangkaian listrik yang menghubungkan kedua lampu tersebut disusun secara paralel.

Sifat-sifat Rangkaian Paralel

Rangkaian listrik paralel. Foto: allaboutcircuits

Mengutip jurnal Karakteristik Arus dan Tegangan pada Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel dengan Menggunakan Resistor oleh Andi Rosman dkk (2019), rangkaian paralel memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

  • Sebagian besar tahanan listrik dirangkai dalam rangkaian paralel dan tahanan total rangkaian mengecil sehingga arus total lebih besar. Artinya, tahanan total rangkaian paralel lebih kecil dari tahanan terkecil dalam rangkaian.

  • Jika salah satu cabang tahanan paralel terputus, arus listrik yang terputus hanya pada rangkaian tersebut. Rangkaian cabang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus itu.

  • Masing-masing cabang dalam rangkaian paralel adalah rangkaian individu. Dengan demikian, arus masing-masing cabang tergantung besar tahanan cabang.

  • Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.

(ADS)