Rapor Atau Rapot, Mana Kata yang Baku dalam Bahasa Indonesia?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesalahan berbahasa sering ditemui di dalam tulisan atau percakapan sehari-hari terutama dalam hal penulisan kata baku. Salah satu contohnya adalah penggunaan kata rapor atau rapot.
Kata rapor atau rapot dipakai untuk menyebut laporan akademik siswa. Meski begitu, penggunaannya masih sering keliru. Di antara kata rapor dan rapot ada satu yang tidak baku.
Menurut buku Bahasa Indonesia Berbasis Kepenulisan Karya Ilmiah dan Jurnal yang ditulis Kosasih dan Hermawan, kata baku adalah kosakata bahasa Indonesia yang pengucapan dan penulisannya sudah tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Kata baku menjadi standar ukuran berbahasa Indonesia yang baik, karena itu penting untuk mengetahui aturan penggunaannya.
Kata Rapor atau Rapot yang Benar?
Merujuk laman KBBI Daring, kata rapot tidak ada dalam daftar. Jadi, kata yang baku adalah rapor.
Rapor sendiri dimaknai sebagai laporan resmi yang diberikan kepada pihak yang wajib menerimanya.
Dari segi kebahasaan, rapor merupakan kata serapan yang diambil dari bahasa Inggris. Asalnya dari kata report, yang berarti laporan.
Kata serapan itu sendiri adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang kemudian dipakai dalam bahasa Indonesia. Proses penyerapan bahasa asing ke Indonesia dapat dilakukan dalam empat cara, yakni adopsi, adaptasi, penerjemahan, dan kreasi.
Cara adopsi dilakukan dengan mengambil bentuk dan makna kata asing secara keseluruhan, misalnya supermarket, mall, album, dan internet.
Sedangkan adaptasi dilakukan apabila penutur hanya mengambil makna kata asing sementara penulisannya disesuaikan dengan EYD dan KBBI. Contoh dari adaptasi jenis ini adalah akting (acting), direktur (director), hingga gitar (guitar).
Metode penerjemahan dilakukan apabila pemakai bahasa mengambil makna asing kemudian mencari padanannya katanya dalam bahasa Indonesia, misalnya kata uji coba yang diserap dari kata try out.
Terakhir, ada cara kreasi yang dilakukan dengan menyerap konsep kata, lalu kemudian mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalkan kata effective yang diterjemahkan menjadi berhasil guna.
Jika dilihat dari bentuk katanya, rapor merupakan kata serapan yang diambil dengan cara adaptasi.
Baca Juga: Memahami Arti Bakat Bahasa beserta Komponen dan Contohnya
Penggunaan Kata yang Sering Keliru
Selain kata rapor, ada beberapa kata lain yang sering salah dalam penggunaanya. Berikut contohnya:
Akte/akta : kata yang baku adala akta.
Aktivitas/aktifitas : kata yang baku adalah aktivitas.
Nasihat/nasehat : kata yang baku adalah nasihat.
cabe/cabai : kata yang baku adalah cabai.
Detail/detil : kata yang baku adalah detail.
Napas/nafas: kata yang baku adalah napas.
Hembus/embus : kata yang baku adalah embus.
Fikir/pikir : kata yang baku adalah pikir.
Asas/azaz : kata yang baku adalah asas.
Empas/hempas: kata yang baku adalah hempas.
Atmosfer/atmosfir: kata yang baku adalah atmosfer.
Kwitansi/kuitansi : kata yang baku adalah kuitansi.
Diagnosa/diagnosis : kata yang baku adalah diagnosis.
Alumnus/alumni : kata yang baku adalah alumnus.
Samudra/samudera : kata yang baku adalah samudera.
Hirarki/hierarki : kata yang baku adalah hierarki.
Karier/karir : kata yang baku adalah karier.
(GLW)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud kata baku?

Apa yang dimaksud kata baku?
Kosakata bahasa Indonesia yang pengucapan dan penulisannya sudah tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Apa yang dimaksud kata serapan?

Apa yang dimaksud kata serapan?
Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang kemudian dipakai dalam bahasa Indonesia.
Apa asal kata rapor?

Apa asal kata rapor?
Asal kata rapor adalah report yang artinya laporan.
