Rebana Termasuk Alat Musik Ritmis, Ini Sejarah dan Jenis-Jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap daerah di Indonesia memiliki keragamannya masing-masing, salah satunya adalah alat musik tradisional.
Mengutip buku Ensiklopedi Nasional Indonesia karya Bambang Harsrinuksmo, kata musik berasal dari bahasa Yunani mousike yang diambil dari nama dewa dari mitologi Yunani, yaitu Mousa yakni yang memimpin seni dan ilmu.
Sementara itu, tradisional memiliki arti bahasa latin yaitu traditio yang artinya kebiasaan masyarakat yang sifatnya turun temurun. Jadi, alat musik tradisional adalah sebuah seni musik yang menggunakan alat untuk menggambarkan ciri khas dari kalangan masyarakat tertentu secara turun temurun.
Salah satu alat musik tradisional yang hingga saat ini masih digunakan keberadaannya adalah rebana. Alat musik rebana sendiri memiliki ciri khas dan gayanya sendiri. Sebelumnya, keberadaan rebana sendiri tidak lepas dari kebudayaan agama Islam di Jawa.
Sejarah Rebana
Seperti yang telah disebutkan, perkembangan rebana di Indonesia tidak lepas dari kebudayaan agama Islam. Menurut bahasa Arab, musik rebana bisa disebut juga dengan musik sholawatan. Kegiatan salawat sendiri adalah satu ungkapan yang penuh dengan nuansa-nuansa sastra yang berisikan pujian kepada nabi Muhammad SAW.
Rebana dalam istilah Jawa lebih akrab disebut terbang dan dalam istilah bahasa Inggris lebih dikenal dengan tambourine. Umumnya, alat musik rebana sudah ada sejak empat belas abad yang lalu, yaitu pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Perkembangan agama Islam di Indonesia juga memberikan pengaruh terhadap alat musik rebana. Perkembangan rebana ini ditandai dengan banyaknya festival seni rebana yang dimulai dari tingkat desa hingga sampai pada tingkat nasional, serta banyaknya pergelaran seni rebana, baik di panggung hiburan yang sifatnya resmi maupun yang tidak resmi.
Jenis-Jenis Rebana
Menurut jurnal Seni Rebana dan Nilai-Nilai Islam karya Kaslan, rebana termasuk alat musik ritmis yang berarti alat musiknya tidak memiliki tangga nada atau nadanya tidak tetap.
Selain itu, rebana juga memiliki jenis-jenis yang tersebar di seluruh Indonesia, yakni:
1. Rebana Ketimpring
Rebana ketimpring adalah jenis rebana yang paling kecil. Garis tengah hanya berukuran 20 sampai 25 cm. Disebut sebagai rebana ketimpring karena adanya tiga pasang kerincingan.
Rebana ketimpring memiliki fungsi untuk mengarak atau mengiring pengantin.
2. Rebana Hadroh
Rebana hadrah adalah jenis rebana yang menggunakan tiga buah rebana yaitu, pertama 'bawa' untuk irama pukulannya cepat, yang berfungsi sebagai komando, kedua 'seling' untuk saling mengisi dengan 'bawa', ketiga 'gedug' berfungsi sebagai bas.
3. Rebana Kasidah
Rebana kasidah merupakan seni musik Islam yang sangat populer. Kasidah merupakan bentuk puisi Arab yang sudah ada sebelum datangnya Islam. Biasanya, lagu yang dibawakan oleh rebana kasidah ini bernuansa pujian-pujian kepada Allah SWT.
4. Rebana Maukhlid
Rebana maukhlid memiliki ukuran yang lebih besar rebana hadroh. Ukuran rebana ini lebih besar dari rebana hadroh, sekitar 40 cm dan lebih kecil dari rebana burdah yang berukuran sekitar 50 cm.
Menurut buku Ensiklopedi Musik Jilid 2 karya Japi Tambayong, rebana maukhid bukan semata-mata untuk sebuah pertunjukan, akan tetapi ditujukan sebagai pengisi acara tablig.
5. Rebana Biang
Rebana Biang adalah rebana yang memiliki ukuran besar dibandingkan jenis rebana yang lain. Rebana ini terdiri dari 4 jenis, yakni:
Ketog
Gendung
Kotek
Biang
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis rebana biang?

Apa saja jenis rebana biang?
Ketog, gendung, kotek, dan biang.
Apa ciri-ciri rebana maukhlid?

Apa ciri-ciri rebana maukhlid?
Ukuran rebana ini lebih besar dari rebana hadroh, sekitar 40 cm dan lebih kecil dari rebana burdah yang berukuran sekitar 50 cm.
Apa fungsi rebana ketimpring?

Apa fungsi rebana ketimpring?
Rebana ketimpring memiliki fungsi untuk mengarak atau mengiring pengantin.
