Rekomendasi Umpan Ikan Bawal Malam Hari untuk Memancing

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umpan ikan bawal malam hari penting untuk diketahui oleh pemancing. Bawal sendiri merupakan jenis ikan air tawar dan air asin yang kini banyak dibudidayakan di Indonesia.
Dalam menyiapkan umpan ikan bawal, pemancing harus mengetahui terlebih dahulu jenis makanan yang disukai oleh ikan tersebut. Khusus untuk kegiatan memancing di malam hari, umpan harus memiliki aroma tajam yang membuat ikan bawal mendekat.
Umpan Ikan Bawal Malam Hari untuk Memancing
Dalam buku Bawal Air Tawar yang diterbitkan oleh AgroMedia disebutkan ada dua sumber makanan ikan bawal yaitu pakan alami dan pakan tambahan atau buatan. Pakan alami merupakan sumber makanan ikan bawal yang tersedia secara alami di habitatnya seperti organisme-organisme renik yang hidup di kolam budi daya ikan bawal.
Pakan alami untuk ikan bawal mengandung kadar gizi yang sangat tinggi. Pakan alami ini baik untuk pembentukan dan perkembangan organ tubuh ikan bawal di masa awal pertumbuhan hingga dewasa.
Di sisi lain, pakan buatan merupakan makanan yang cocok diberikan kepada ikan bawal yang sudah dewasa. Ada berbagai jenis pakan buatan antara lain, dedak, bekatul, tepung jagung, sayur-sayuran, tepung ikan, tepung tulang, atau pun daging keong atau hewan kecil lainnya.
Berdasarkan sumber makanan tersebut, berikut ini berbagai umpan yang dapat digunakan untuk memancing ikan bawal saat malam hari.
1. Kepiting
Aroma yang sangat tajam membuat daging kepiting menjadi umpan yang cocok untuk memancing ikan bawal di malam hari. Dari kejauhan, ikan bawal dapat mencium aroma amis yang dikeluarkan oleh daging kepiting.
Carilah kepiting berukuran kecil karena murah dan mudah didapatkan. Setelah itu, potong kaki-kakinya dan ambil daging yang terdapat di dalam cangkangnya.
Baca Juga: 7 Pakan Ikan Bawal yang Murah dan Mudah Ditemukan
2. Keong
Tak berbeda jauh dari kepiting, daging keong juga memiliki bau amis yang menarik perhatian ikan bawal di saat malam hari. Selain itu, daging keong mempunyai kandungan zat besi yang baik untuk pertumbuhan ikan bawal.
Cara membuatnya sangat mudah, cukup tangkap atau beli hewan keong kecil di pasaran. Setelah itu, buang cangkang keong dan ambil dagingnya untuk dijadikan umpan ikan bawal.
3. Katak kecil
Katak berukuran kecil ini umumnya ditemukan di sekitar persawahan. Hampir semua jenis ikan menyukai daging katak kecil.
Luka di tubuh katak yang terkena kail pancing dapat menghadirkan aroma amis yang akan menyebar di dalam air. Ikan bawal akan segera mencari tahu letak bau amis tersebut dan langsung tertarik untuk melahapnya.
Baca Juga: 6 Umpan Jitu Ikan Bawal Dijamin Berhasil
4. Cacing
Hampir seluruh jenis ikan mengonsumsi daging cacing, termasuk bawal. Umpan cacing mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan ikan yang akan dibudidayakan. Cacing untuk umpan ikan mudah untuk ditemukan karena sudah banyak dijual di pasaran.
5. Daging ayam
Daging ayam merupakan umpan yang ampuh untuk menangkap ikan bawal, terutama di malam hari. Pilihlah daging ayam bagian dada, kemudian kukus hingga setengah matang.
Setelah itu, potong daging ayam hingga berukuran sangat kecil. Kemudian, masukkan ke wadah tertutup sembari dicampur satu butir telur bebek dan sebungkus penyedap rasa beraroma daging sapi.
Umpan ayam racikan ini sebaiknya jangan langsung digunakan untuk memancing. Diamkan umpan semalaman hingga aroma amisnya menyengat.
(ALS)
Frequently Asked Question Section
Ada berapa sumber makanan ikan bawal?

Ada berapa sumber makanan ikan bawal?
Ada dua sumber makanan ikan bawal yaitu pakan alami dan pakan tambahan atau buatan.
Apa itu pakan alami untuk ikan?

Apa itu pakan alami untuk ikan?
Pakan alami adalah sumber makanan ikan yang tersedia secara alami di habitat atau kolam budi daya ikan bawal seperti organisme-organisme renik dan zooplankton.
Apa contoh pakan buatan untuk ikan?

Apa contoh pakan buatan untuk ikan?
Pakan buatan yang diberikan untuk ikan berupa dedak, bekatul, tepung jagung, sayur-sayuran, tepung ikan, tepung tulang, atau pun daging keong atau hewan kecil lainnya.
