Konten dari Pengguna

Reproduksi Bakteri: Aseksual dan Seksual

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Reproduksi bakteri. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Reproduksi bakteri. Foto: Unsplash

Bakteri merupakan organisme yang memiliki sel tunggal dan tidak memiliki membran inti sel.

Biasanya bakteri yang menjadi penyebab manusia sering mengalami gangguan pencernaan. Terlebih, apabila makanan yang dikonsumsinya berasal dari lingkungan yang tidak bersih.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bakteri adalah makhluk hidup terkecil dengan ciri-ciri:

  • Bersel tunggal

  • Terdapat di mana-mana

  • Dapat berkembang biak dengan kecepatan luar biasa dengan jalan membelah diri

  • Ada yang berbahaya dan ada yang tidak

  • Dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit.

Meski memiliki ukuran yang kecil, bakteri bisa bereproduksi tanpa melalui persilangan. Ini karena bakteri memiliki cara reproduksinya sendiri.

Mengutip jurnal Perkembangan Bakteri karya Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa, bakteri memiliki setidaknya dua cara untuk bereproduksi, yakni:

  • Reproduksi aseksual

  • Reproduksi seksual

Lantas, bagaimana cara reproduksi bakteri? Berikut penjelasannya.

Cara Reproduksi Bakteri

Reproduksi bakteri aseksual dan seksual. Foto: Unsplash

Reproduksi bakteri aseksual

Reproduksi aseksual adalah reproduksi yang tidak melibatkan organ dan hanya melibatkan satu individu. Biasanya, reproduksi bakteri secara aseksual ini memiliki fase yang bernama pembelahan binner.

Di dalam fase ini, sitoplasma akan terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak lurus. Tumbuhnya sekat ini akan diikuti dengan dinding yang melintang.

Pembelahan ini akan terus berlangsung hingga akhirnya bakteri yang tadinya hanya satu, terbelah menjadi dua. Berikut tahapan reproduksi bakteri aseksual:

  1. Replikasi DNA dan elongasi

  2. Dinding sel membran plasma membelah

  3. Septum terbentuk dan DNA terpisah

  4. Sel terpisah menjadi 2 (pemisahan sel menjadi dua) dan setiap sel mengulangi proses

Reproduksi seksual

Reproduksi seksual terdiri dari beberapa proses, yakni: transformasi, transduksi, dan konjungsi. Berikut penjelasan dari setiap prosesnya.

1. Transformasi

Reproduksi seksual transformasi pertama kali diteliti oleh Frederick Griffith di Inggris pada tahun 1928. Transformasi adalah reproduksi seksual dengan cara pemindahan DNA dari satu bakteri ke bakteri yang lainnya.

Salah satu contoh reproduksi seksual transformasi, yakni, bakteri patogen yang semula tidak kebal antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik karena transformasi.

2. Transduksi

Proses ini pertama kali diteliti oleh J. Lederbergh dan Norton Zinder pada tahun 1952. Proses reproduksi bakteri dengan transduksi dibantu oleh bakteriofag (faga/virus bakteri).

Tugas dari bakteriofag adalah membawa plasmid atau fragmen dari suatu bakteri ke bakteri lain saat menginfeksi bakteri.

Reproduksi ini biasanya terjadi pada jenis bakteri, seperti Escherechiacoli, Salmonella, Shigella, Proteus, Pseudomonas, Staphylococcus, Bacillus, dan Corynobacterium.

3. Konjungsi

Reproduksi seksual konjungsi adalah pemindahan secara langsung materi genetik (DNA) antara dua bakteri melalui jembatan sitoplasma yang terbentuk dari pilus F. Proses ini pertama kali diteliti oleh J. Lederberg dan Edward L. Tatum di tahun 1946. Contohnya adalah Escherechia coli.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa tiga ciri-ciri bakteri?

chevron-down

Bersel tunggal, terdapat di mana-mana, dan dapat berkembang biak dengan kecepatan luar biasa dengan jalan membelah diri.

Apa yang dimaksud dengan resproduksi aseksual?

chevron-down

Reproduksi aseksual adalah reproduksi yang tidak melibatkan organ dan hanya melibatkan satu individu.

Bakteri jenis apa yang melakukan reproduksi transduksi?

chevron-down

Escherechiacoli, Salmonella, Shigella, Proteus, Pseudomonas, Staphylococcus, Bacillus, dan Corynobacterium.