Konten dari Pengguna

Rotasi Bumi: Pengertian dan Dampaknya di Kehidupan Sehari-hari

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rotasi bumi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Rotasi bumi. Foto: Unsplash

Pergerakan Bumi mengelilingi matahari disebut dengan revolusi bumi. Kejadian ini yang nantinya akan berpengaruh pada kehidupan sehari-hari makhluk hidup.

Namun, tidak hanya revolusi Bumi, ada juga fenomena rotasi Bumi yang pengaruhnya juga memiliki dampak yang sama dengan revolusi.

Dalam Modul 3 Geografi: Planet Bumi Sebagai Ruang Kehidupan karya Ema Wahyuni, S.Pd, rotasi Bumi merupakan perputaran Bumi pada porosnya. Singkatnya, Bumi bergerak mengelilingi porosnya di tata surya.

Berbeda dengan revolusi yang bergerak mengelilingi matahari. Rotasi Bumi justru bergerak mengelilingi porosnya. Ujung dari geraknya rotasi bumi disebut dengan kutub utara dan kutub selatan. Sementara itu, garis tengah dari rotasi bumi disebut dengan garis khatulistiwa.

Jika revolusi memiliki durasi untuk bergerak selama 365 hari, rotasi bumi hanya membutuhkan waktu selama 24 jam atau 1 hari. Bumi juga berotasi penuh, yakni 360 derajat, sedangkan revolusi hanya 63,5 derajat.

Lantas, apakah pengaruh dari rotasi bumi dan revolusi sama? Apakah yang membedakannya? Berikut penjelasannya, seperti yang disebutkan dalam jurnal Gerakan Bumi dan Implikasi Terhadap Kehidupan karya Glenna Lesmono.

Rotasi Bumi dan Pengaruhnya di Kehidupan Sehari-hari

Rotasi bumi. Foto: Unsplash

1. Pembagian zona waktu

Tidak hanya revolusi, rotasi Bumi juga akan berpengaruh pada terbentuknya siang dan malam. Hal ini karena bagian perputaran Bumi yang membuat belahan Bumi yang menghadap ke matahari disebut siang hari.

Sebaliknya, belahan Bumi yang membelakangi matahari disebut malam hari.

Peristiwa ini terjadi dalam kurun waktu sehari dan akan mengalami perubahan yang sebaliknya. Jika di Indonesia menunjukkan selisih 12 jam sebelum akhirnya hari berganti antara siang dan malam, di Jepang membutuhkan waktu yang berbeda.

Biasanya, waktu siang hari di Jepang terasa lebih singkat, terlebih jika di musim dingin.

2. Pembelokkan arah angin

Pengaruh lainnya yang terjadi akibat rotasi Bumi adalah pembelokkan arah angin. Pada dasarnya, angin itu tertiup dari tekanan yang tinggi ke tekanan rendah.

Adanya rotasi bumi menyebabkan timbulnya pembelokkan arah angin yang disebut dengan gaya coriolis. Angin ini akan berbelok ke arah kanan dan menuju belahan bumi utara, sedangkan angin lainnya berbelok ke arah kiri dan menuju bumi belahan selatan.

3. Gerak semu harian matahari

Jika sebelumnya matahari akan menunjukkan gerak semu tahunan pada saat revolusi bumi. Kini matahari menunjukkan gerakan semu harian saat melakukan rotasi bumi.

Perbedaannya adalah pada waktu, apabila revolusi membutuhkan waktu setahun lebih, rotasi bumi hanya membutuhkan sehari saja.

4. Pembelokkan arah arus laut

Hal ini juga berhubungan dengan pembelokkan arah angin. Hanya saja, arah arus laut dipaksa berbelok apabila perputarannya sampai di belahan Bumi utara dan selatan.

Hampir sama dengan arah angin, arus laut yang berbelok ke kanan di belahan bumi utara, sedangkan pembelokkan arus laut di belahan bumi selatan berbelok ke kiri.

(JA)