Ruang Lingkup Ilmu Biologi: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Metode Ilmiahnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ruang lingkup ilmu biologi memiliki cakupan yang sangat luas. Secara umum, ilmu biologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai makhluk hidup dan semua aspek kehidupannya.
Ilmu biologi memiliki karakteristiknya sendiri yang menjadi pembeda dengan ilmu lainnya. Selain itu, ilmu ini juga menggunakan metode ilmiah untuk mempelajari makhluk hidup.
Artikel ini akan membahas lebih jelas mengenai ruang lingkup ilmu biologi, mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga metode ilmiah yang digunakan.
Pengertian dan Ciri-Ciri Ilmu Biologi
Istilah biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu. Jadi, biologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari makhluk hidup dan kehidupannya.
Dikutip dari Praktis Belajar Biologi oleh Fiktor Ferdinand P. dan Moekti Ariwibowo, pengertian ilmu biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Adapun ciri-ciri ilmu biologi adalah sebagai berikut.
Objek kajian berupa benda konkret. Objek ini terbagi menjadi objek material dan objek formal.
Dikembangkan berdasarkan pengalaman nyata yang bisa dilakukan setiap orang.
Menggunakan langkah-langkah yang urut dan baku.
Memerlukan pemikiran logis dan konsisten.
Kajian yang dihasilkan bersifat objektif.
Hasil teori berlaku umum.
Metode Ilmiah dalam Ilmu Biologi
Ilmu biologi merupakan bagian dari sains atau ilmu pengetahuan. Sains dapat didefinisikan sebagai fakta yang diperoleh berdasarkan penelitian secara cermat dan sistematis. Orang yang ahli dalam ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan alam disebut saintis.
Sebagai sains, biologi lahir dan berkembang melalui pengamatan dan percobaan. Biologi menggunakan metode ilmiah untuk mempelajari kehidupan makhluk hidup, yaitu tahap pengembangan ilmu yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan logika.
Dikutip dari Smart Bio Series: IPA Biologi SMP/MTS Kelas 7, 8, 9 oleh Siti Pramitha Retno Wardhani, adapun langkah-langkah metode ilmiah dalam mempelajari ilmu biologi adalah sebagai berikut.
1. Observasi
Observasi adalah kegiatan mengamati makhluk hidup dengan menggunakan perangkat observasi, yaitu pancaindra dan alat bantu untuk mengamati bentuk, ukuran, warna, cara berjalan, bau, suara, kehalusan kulit, atau rasa.
Objek pengamatan dalam biologi meliputi penyusun makhluk hidup yang terkecil (sel) hingga ke lingkungan tempat hidup semua makhluk hidup di dunia (biosfer).
Hasil dari observasi harus disampaikan secara kuantitatif dan kualitatif agar hasil terjamin keakuratannya. Kuantitatif adalah hasil observasi yang disajikan dalam bentuk data sistematis, sedangkan kualitatif adalah hasil observasi yang disajikan secara deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.
2. Menemukan dan Merumuskan Masalah
Masalah adalah segala hal yang rumit yang perlu dipecahkan secara pasti dan benar. Untuk menemukan dan merumuskan masalah, perlu membuat pertanyaan yang mencakup apa, bagaimana, di mana, kapan, siapa, dan mengapa.
3. Menyusun Kerangka Berpikir Ilmiah
Kerangka berpikir adalah prosuder, cara, dan teknik memperoleh pengetahuan, serta untuk membuktikan benar salahnya suatu hipotesis yang telah ditentukan sebelumnya.
Aktivitas menyusun kerangka berpikir meliputi pengumpulan keterangan atau data yang berkaitan dengan masalah.
4. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah berdasarkan teori dan fakta.
5. Memprediksi
Memprediksi adalah memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan fakta dan hasil penelitian.
6. Melakukan Penelitian
Penelitian adalah serangkaian percobaan untuk menguji hipotesis. Tujuan penelitian adalah proses membuktikan hipotesis dengan didukung oleh bukti nyata (empiris) dari hasil percobaan.
Hasil penelitian dapat mendukung atau menolak hipotesis yang dirumuskan itu.
7. Menarik Kesimpulan
Kesimpulan dibuat berdasarkan hasil penelitian.
8. Penelitian Lanjutan
Penelitian lanjutan dilakukan setelah kesimpulan dirumuskan. Selain itu, orang lain yang tidak yakin terhadap hasil penelitian dapat melakukan penelitian ulang.
(SFR)
