Konten dari Pengguna

Rukun Puasa Ramadan dan Penjelasan Lainnya yang Wajib Diketahui Umat Islam

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rukun Puasa, Unsplash/ Unsplash+
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rukun Puasa, Unsplash/ Unsplash+

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, mengetahui rukun puasa adalah suatu kewajiban bagi umat Islam, agar puasa yang dilaksanakan dapat diterima serta memperoleh manfaat dan keberkahan.

Mengutip dari buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, & Thibbun Nabawi, Maryam Kinanthi N (2017:8), dalam berpuasa, rukun merupakan sesuatu yang harus dikerjakan.

Apabila salah satu rukun tersebut tidak dipenuhi, maka puasa yang dilakukan tidak sah menurut syariat Islam. Pelaksanaan rukun ini harus sesuai dengan urutannya.

Daftar isi

Rukun Puasa yang Harus Diketahui Umat Muslim

Ilustrasi Rukun Puasa, Unsplash/ Zaeo

Menurut penjelasan dalam buku Rukun Islam dan Ihsan, Agus Setiyanto (2021:105), rukun puasa terdiri dari dua aspek, yakni:

1. Niat berpuasa

Niat adalah menyengaja suatu perbuatan disertai perbuatan itu sendiri. Saat Ramadan, niat puasa menjadi sesuatu yang wajib ada. Seseorang harus berniat secara tulus sebelum terbitnya matahari.

Niat ini cukup dilafadzkan dalam hati saja. Adapun niat puasa Ramadan seperti berikut ini:

Nawaitu shauma ghodin an adaa-i fardhi syahri ramadhaana, hadzihis-sanati lillahi taa’aala.

Artinya: “Saya berniat berpuasa hari esok untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.

2. Menahan Diri Dari Hal-Hal yang Dapat Membatalkan Puasa

Rukun yang kedua adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Mulai dari makan, minum, keluar mani, berhubungan badan antara suami istri di siang hari, haid, nifas, dan murtad.

Mengutip dari umj.ac.id, ada pendapat lain yang menerangkan rukun dalam puasa. Menurut madzhab Hanafi dan Hambali, dalam berpuasa hal yang harus dipenuhi adalah hanya menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa.

Bagi kedua madzhab ini, niat dan orang yang berpuasa merupakan syarat sah. Kendati demikian, keduanya harus tetap ada.

Sedangkan menurut madzhab Syafi’i, ada 3 rukun berpuasa. Pertama, menahan diri dari perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Kedua, niat. Ketiga, orang yang berpuasa.

Dalam madzhab Maliki, terdapat dua pandangan yang berbeda. Sebagian besar, meyakini bahwa rukun berpuasa ada dua, yaitu menahan diri, dan niat.

Sedangkan pendapat yang diunggulkan dalam madzhab ini adalah niat hanya menjadi syarat sah saja, sehingga tidak termasuk dalam rukunnya puasa.

Syarat Wajib dan Sahnya Puasa Ramadan

Ilustrasi Rukun Puasa, Pexels/ Michael Burrows

Puasa merupakan Rukun Islam yang ketiga. Dalam hal ini, berpuasa di bulan Ramadan adalah puasa wajib, di mana jika tidak dikerjakan, maka akan mendapatkan dosa.

Selain mengerti tentang rukunnya puasa, umat muslim juga harus bisa membedakan antara syarat wajib dan syarat sah puasa Ramadan berdasarkan buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan, Ahmad Sarwat (2014:67-76).

1. Syarat Wajib

Syarat wajib adalah hal-hal yang wajib dilakukan untuk melaksanakan puasa. Jika salah satu syarat ini tidak ada, maka tidak wajib bagi orang tersebut untuk melakukan puasa.

Dengan kata lain, syarat wajib puasa adalah hal-hal yang bila terpenuhi dalam diri seseorang, puasa menjadi wajib atas dirinya. Adapun syarat wajib puasa antara lain:

  • Beragama Islam.

  • Baligh atau dewasa, yaitu sudah masuk syarat usia untuk berpuasa.

  • Berakal, tidak gila, mabuk, atau hal lain yang menyebabkan hilangnya kesadaran.

  • Sehat jasmani dan rohani.

  • Mampu, tidak dalam keadaan lemah atau sakit parah.

  • Tidak sedang dalam perjalanan atau musafir.

  • Suci dari haid dan nifas bagi perempuan.

2. Syarat Sah

Syarat sah memiliki makna hal-hal yang harus dipenuhi oleh muslim agar puasa yang dilaksanakan menjadi sah di hadapan Allah Swt. Ada beberapa pendapat mengenai syarat sah puasa berdasarkan 4 madzhab.

  • Menurut madzhab Hanafi, syarat sah puasa ada 2 yaitu: niat dan suci dari haid dan nifas bagi perempuan.

  • Madzhab Maliki, ada 5 syarat sah, yakni niat, Islam, suci dari haid dan nifas, waktu yang diperbolehkan untuk berpuasa (dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari), dan berakal.

  • Sedangkan menurut madzhab Syafi’i, syarat sah berpuasa ada 4, yaitu Islam, suci dari haid dan nifas, waktu yang diperbolehkan untuk puasa, dan berakal.

  • Adapaun menurut pendapat madzhab Hambali, syarat sah puasa ada 3, niat, Islam, dan suci dari haid dan nifas.

Keutamaan dan Manfaat Puasa

Ilustrasi Rukun Puasa, Unsplash/ Craig Adderley

Selain sebagai salah satu ibadah, puasa memiliki berbagai keutamaan dan manfaat jika diamalkan. Manfaat tersebut meliputi spiritual dan kesehatan sebagaimana mengutip dari buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, & Thibbun Nabawi, Maryam Kinanthi N (2017:17-26).

1. Manfaat Secara Spiritual

  • Menjadikan diri yang bertaqwa dan murah rezeki. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. Selain itu, orang yang bertaqwa juga akan dimudahkan urusan dan rezekinya oleh Allah Swt.

  • Terkabulnya doa dan permohonan. Sesuai sabda Rasulullah saw.,”Ada tiga golongan orang yang tidak akan ditolak doanya: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang didzalimi”, (HR. Tirmidzi).

  • Mendapat petunjuk dan perlindungan pada hari kiamat. Orang yang berpuasa, saat kiamat nanti, akan mendapat syafaat dari ibadah puasa dan tadarus Alqurannya.

  • Orang yang berpuasa juga akan diampuni dosanya dan mendapat pahala yang besar. Allah menjanjikan kepada umat muslim baik laki-laki maupun perempuan dengan syarat mukmin, taat, benar dan sabar, khusyuk yang suka bersedekah, berpuasa, menjaga kehormatannya, serta berdzikir kepada-Nya, maka Allah akan mengampuni segala kesalahan dan dosa serta memberikan pahala yang besar.

  • Dijauhkan dari neraka. Dalam hadis Bukhari dan Muslim disampaikan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah ada seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan dijauhkan (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim”. Rasulullah juga memberikan penjelasan tambahan, bahwa puasa merupakan penangkal neraka, sedangkan sedekah sebagai penghapus dosa.

  • Jaminan masuk ke dalam surga dengan pintu khusus. Berdasarkan sabda nabi saw., “Sesungguhnya di surga ada pintu bernama Ar-rayyan. Di hari kiamat kelak, orang-orang yang berpuasa akan masuk surga dengan pintu tersebut, dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka,” (HR. Bukhari).

2. Manfaat Bagi Kesehatan

  • Memperbaiki sel yang rusak. Saat puasa, sel-sel tubuh kembali dibentuk dan disebarkan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Terbentuknya gugus-gugus baru sel dapat memperbaiki strukturnya dan meningkatkan kemampuan fungsional tubuh. Selain itu, suplai asam lemak dan asam amino tetap bisa diperoleh saat makan sahur dan berbuka. Jadi, jumlah sel yang mati dalam tubuh akan lahir dan beregenerasi lebih banyak lagi.

  • Detoksifikasi tubuh. Ketika puasa, lemak yang disimpan di tubuh dalam jumlah besar akan dipindah ke hati sehingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati. Dalam tahap itu, racun-racun meleleh dan dikeluarkan, dibersihkan dari kotoran tubuh. Detoksifikasi ini akan lebih baik jika saat malam hari dan sahur minum air putih dengan cukup.

  • Membuat awet muda dan panjang umur. Pendapat ini didasarkan pada tulisan Allan Cott, M.D., dalam buku Why Fast. Buku ini berisi tentang kumpulan hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan tentang puasa. Menurut hasil penelitian, salah satu efek berpuasa yang paling kelihatan adalah orang yang berpuasa merasa lebih muda dan proses penuaan menjadi lambat. Di samping itu, puasa juga menurunkan risiko penyakit arteri koroner dan diabetes.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah bening membaik hingga 10 kali lipat. Meski jumlah keseluruhan selnya tidak berubah, namun persentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit. Hal ini dibuktikan melalui penelitian Dr. Ahmad Al-Qadhi, Dr. Riyadh Al-Bibaby dan rekan lainnya di Amerika yang mengambil sampel dari beberapa orang yang melakukan puasa Ramadan untuk diuji di laboratorium. Hasilnya menunjukkan puasa memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kekebalan tubuh.

  • Menyehatkan peredaran darah dan jantung. Menurut Jalal Saour, berkurangnya cairan saat berpuasa akan menurunkan kerja jantung. Hal ini juga berarti pencegahan juga terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius penyakit jantung.

  • Mengendorkan ketegangan jiwa dan meningkatkan komunikasi psikososial. Dr. Sabah Al-Baqir bersama peneliti lain membuktikan jika puasa dapat mengurangi jumlah hormon pemicu stress. Di Moskow, terdapat studi yang melibatkan 1000 penderita kelainan mental, termasuk skizofrenia. Hasilnya, sekitar 65% terjadi peningkatan kondisi mental dengan berpuasa.

  • Melancarkan fungsi organ pencernaan. Lagi-lagi sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Muhammad Munib dari Turki yang dengan bantuan 100 orang muslim yang diambil darahnya sebelum dan sesudah puasa untuk diuji dan diteliti. Hasilnya, terjadi penurunan umum pada kadar gula dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, namun terjadi penurunan parsial dan ringan pada berat badan.

  • Meningkatkan kesuburan. Berdasarkan hasil riset, bagi laki-laki puasa berguna dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituitari testicular dan pengaruh kedua testis. Selain itu, kualitas sperma juga meningkat. Bagi perempuan, saat berpuasa, perempuan mengalami penurunan hormon prolaktin, yaitu hormon yang bisa menyebabkan kemandulan.

  • Puasa dapat menguatkan otak. Saat berpuasa, terjadi penurunan hormon insulin, di mana hormon ini dihasilkan untuk mengendalikan kadar gula setelah makan. Manfaatnya, selain melindungi otak dari penyakit tua seperti Alzheimer, turunnya hormon insulin ternyata juga dapat melindungi sistem peredaran. Tingginya hormon insulin biasa dihubungkan dengan diabetes dan lemahnya otak.

  • Puasa memerangi sel kanker. Puasa mampu menjadi cara untuk melawan sel kanker dengan membentuk lingkungan ekstrem. Di mana, sel-sel normal dapat merespon dengan cepat perubahan ekstrem tersebut, tidak seperti sel kanker. Selain itu, semua studi kanker menunjukkan bahwa puasa yang dipadukan dengan kemoterapi dapat meningkatkan kelangsungan hidup, memperlambat dan membatasi pertumbuhan tumor.

Penjelasan manfaat puasa di atas mampu menjadi hikmah dan penyemangat dalam menunaikan salah satu ibadah wajib ini.

Adapun mengetahui rukun puasa Ramadan dan syaratnya merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam agar puasa yang dikerjakan sah sesuai dengan tuntunan dan diterima Allah Swt. (fat)

Baca juga: 20 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan