Rumus Jangka Sorong, Penjelasan, dan Cara Menghitungnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumus jangka sorong perlu dipahami oleh siswa. karena alat tersebut sering kali digunakan dalam praktik pelajaran IPA.
Kemudian dalam menggunakan jangka sorong, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh siswa, seperti rumus dan cara menghitungnya.
Dikutip dari buku Panduan Menggulung Ulang Kumparan Motor Listrik Satu Fasa, karya Indra Gunawan, (2013:48), jangka sorong ini mempunyai ketelitian sampai 0,1 mm.
Akan tetapi, alat ini tidak cocok untuk mengukur diameter tembaga karena kedua rahangnya akan merusak permukaan tembaga yang sedang diukur (dihimpit) sehingga hasil pengukurannya sering kurang.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Penjelasan Bagian-bagian Jangka Sorong
Jangka sorong memiliki beberapa bagian yang perlu diperhatikan, berikut penjelasannya:
1. Rahang Dalam
Rahang dalam, terdiri dari rahang geser dan rahang tetap, memiliki peran khusus dalam mengukur ketebalan atau diameter luar suatu benda.
Rahang geser dapat disesuaikan untuk memastikan kelonggaran yang minimal, sehingga hasil pengukuran dapat menjadi akurat.
Sementara itu, rahang tetap memberikan titik referensi stabil untuk pengukuran. Alat ini sering digunakan dalam berbagai industri seperti manufaktur, perhiasan, dan inspeksi kualitas.
2. Rahang Luar
Rahang Luar, yang juga terdiri dari rahang geser dan rahang tetap, dirancang untuk mengukur diameter dalam suatu benda.
Dengan merancang rahang ini dengan cermat, pengguna dapat mendapatkan pengukuran yang presisi untuk memastikan keakuratan dalam proses produksi atau perbaikan.
3. Pengukuran Kedalaman
Depth probe, atau pengukur kedalaman, memiliki fungsi utama untuk mengukur kedalaman suatu benda. Ini sering digunakan ketika penting untuk mengetahui sejauh mana suatu objek meresap ke dalam benda lain.
Misalnya, dalam industri kayu, pengukur kedalaman dapat membantu menentukan sejauh mana paku atau sekrup menembus bahan.
4. Skala Utama
Skala utama adalah bagian integral dari alat ukur yang menyajikan hasil pengukuran utama dalam satuan seperti sentimeter atau inci.
Bagian ini memberikan dasar untuk membaca hasil pengukuran secara langsung dan mengambil keputusan berdasarkan data yang diberikan.
5. Skala Nonuis
Skala nonius, yang bekerja sebagai skala pengukuran fraksi, memberikan presisi tambahan dalam pembacaan pengukuran.
Dengan membaca skala utama dan skala nonius bersama-sama, pengguna dapat memperoleh hasil pengukuran yang lebih akurat hingga fraksi dari satuan dasar, seperti milimeter atau inci.
6. Pengunci
Pengunci, yang berfungsi untuk mengunci bagian-bagian yang bergerak selama proses pengukuran, memiliki peran penting dalam memastikan konsistensi dan stabilitas selama pengukuran dilakukan.
Pengunci membantu mencegah pergeseran yang tidak diinginkan yang dapat memengaruhi akurasi hasil pengukuran.
Cara Menggunakan Jangka Sorong
Untuk menggunakan jangka sorong, langkah pertama adalah menggeser bagian rahang geser sesuai dengan jarak benda yang ingin diukur.
Setelah mendapatkan ukuran dari benda, pastikan untuk mengunci dengan memutarnya.
Selanjutnya, perhatikan skala utama yang tertera pada rahang tetap, mulai dari angka 0 hingga angka sebelum skala 0 pada skala nonius (rahang geser).
Skala nonius, yang terletak pada rahang geser, perlu diperhatikan dengan mencari posisi yang sejajar atau berimpit dengan skala utama.
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, kalikan nilai skala nonius yang berimpit dengan skala terkecil (nonius) pada jangka sorong.
Dengan melakukan langkah-langkah ini, pengguna dapat mengukur dengan presisi menggunakan kedua skala pada jangka sorong.
Rumus Jangka Sorong dan Cara Menghitungnya
Dalam menentukan skala kecil (NST), maka dapat ditentukan rumus:
Nilai skala terkecil dari skala utama : jumlah skala nonius
Sebagai contoh, dalam sebuah jangka sorong, jarak antara skala 6 dan 7 adalah 2 cm, dan terdapat 8 garis pada skala nonius di antara skala 6 dan 7.
Dengan demikian, nilai skala terkecil pada skala utama adalah 2 cm : 8 = 0.25 cm. Sehingga, skala terkecil pada jangka sorong menjadi 0.25 mm atau 0.025 cm.
Selanjutnya, amati skala nonius. Pada skala nonius, terdapat 40 garis skala. Oleh karena itu, NST jangka sorong tersebut dihitung sebagai berikut NST=0.25 cm : 40 = 0.0625 cm.
Contoh Soal Menghitung Jangka Sorong
Berikut contoh soal menghitung jangka sorong:
1. Soal I
Jika jangka sorong dengan NST 0,1 mm. Diketahui skala utamanya adalah 2,3 mm dan skala nonius = (2 x 0,02 cm) = 0,04 cm
Mala jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius: 2,3 cm + 0,04 cm = 2,32 cm. Jadi, hasil pengukurannya adalah 2,34 cm.
2. Soal II
Jangka sorong dengan NST 0,02 mm. Diketahui skala utama = 1 cm dan skala nonius = (20 x 0,001 cm) = 0,02 cm.
Jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius:
1 cm + 0,02 cm = 1,02 cm.
Jadi, hasil pengukurannya adalah 1,02 cm.
3. Soal III
Jangka sorong dengan NST 0,1 mm. Diketahui skala utama = 2 cm dan skala nonius = (15 x 0,01 cm) = 0,15 cm.
Jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius:
2 cm + 0,15 cm = 2,15 cm.
Jadi, hasil pengukurannya adalah 2,15 cm.
4. Soal IV
Jangka sorong dengan NST 0,02 mm. Diketahui skala utama = 1.5 cm dan skala nonius = (18 x 0,002 cm) = 0.036 cm.
Jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius:
1.5 cm + 0.036 cm = 1.536 cm.
Jadi, hasil pengukurannya adalah 1.536 cm.
5. Soal V
Jangka sorong dengan NST 0,05 mm. Diketahui skala utama = 2.5 cm dan skala nonius = (12 x 0,005 cm) = 0,06 cm.
Jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius:
2.5 cm + 0,06 cm = 2.56 cm.
Jadi, hasil pengukurannya adalah 2.56 cm.
6. Soal VI
Jangka sorong dengan NST 0,01 mm. Diketahui skala utama = 3.8 cm dan skala nonius = (14 x 0,001 cm) = 0,014 cm.
Jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius:
3.8 cm + 0,014 cm = 3.814 cm.
Jadi, hasil pengukurannya adalah 3.814 cm.
7. Soal VII
Jangka sorong dengan NST 0,01 mm. Diketahui skala utama = 2 cm dan skala nonius = (12 x 0,001 cm) = 0.012 cm.
Jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius:
2 cm + 0.012 cm = 2.012 cm.
Jadi, hasil pengukurannya adalah 2.012 cm.
8. Soal VIII
Jangka sorong dengan NST 0,05 mm. Diketahui skala utama = 2.5 cm dan skala nonius = (14 x 0,005 cm) = 0.07 cm.
Jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius:
2.5 cm + 0.07 cm = 2.57 cm.
Jadi, hasil pengukurannya adalah 2.57 cm.
9. Soal IX
Jangka sorong dengan NST 0,03 mm. Diketahui skala utama = 1.8 cm dan skala nonius = (15 x 0,003 cm) = 0.045 cm.
Jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius:
1.8 cm + 0.045 cm = 1.845 cm.
Jadi, hasil pengukurannya adalah 1.845 cm.
10. Soal X
Jangka sorong dengan NST 0,02 mm. Diketahui skala utama = 3.2 cm dan skala nonius = (10 x 0,002 cm) = 0.02 cm.
Jumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius:
3.2 cm + 0.02 cm = 3.22 cm.
Jadi, hasil pengukurannya adalah 3.22 cm.
Tips Menggunakan Jangka Sorong
Untuk meningkatkan akurasi pengukuran dengan jangka sorong, pertimbangkan tips berikut:
Kebersihan Alat. Pastikan jangka sorong dalam keadaan bersih dan bebas dari kotoran. Bersihkan dengan hati-hati sebelum penggunaan.
Periksa Kondisi Alat. Pastikan juga jangka sorong dalam kondisi baik, tidak rusak atau aus. Periksa juga ketajaman rahangnya.
Penyelarasan Rahang. Selanjutnya periksarahang jangka sorong sejajar dan tepat tegak lurus terhadap objek yang diukur. Hal ini mencegah kesalahan pengukuran akibat sudut yang tidak tepat.
Tutup dengan Presisi. Cek apakah saat menutup jangka sorong, skala nol pada nonius sejajar dengan skala utama atau tidak . Cara ini membantu menghindari kesalahan nol pada pengukuran.
Penekanan Merata. Tekanan rahang terhadap objek harus diukur dengan merata. Hal ini dapat meminimalkan kesalahan akibat tekanan yang tidak merata.
Ukur Berulang-ulang. Lakukan pengukuran beberapa kali dan ambil rata-rata hasilnya. Cara tersebut membantu mengurangi kesalahan akibat ketidakpastian atau ketidaksempurnaan dalam pengukuran.
Pemahaman Skala Nonius. Pelajari cara membaca skala nonius dengan tepat. Keterampilan membaca skala nonius dapat meningkatkan ketelitian pengukuran.
Simpan Dengan Benar. Terakhir, simpan jangka sorong di tempat yang aman dan terlindungi untuk mencegah kerusakan atau penyimpangan.
Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, pengguna dapat meningkatkan akurasi pengukuran dalam menggunakan jangka sorong.
Itulah pembahasan lengkap mengenai rumus jangka sorong, penjelasan bagian-bagiannya, hingga cara menghitungnya. (Andi)
Baca juga: Tata Cara Menggunakan Termometer dengan Benar
