Konten dari Pengguna

Rumus Rubik 3x3 yang Dapat Diperhatikan Pemula

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rumus Rubik 3x3. Sumber: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rumus Rubik 3x3. Sumber: Pexels/Pixabay

Rubik merupakan salah satu permainan puzzle yang populer dan banyak dimainkan hingga saat ini. Bahkan, terdapat kompetisi yang menandingkan kecepatan dalam menyusun rubik. Tak heran jika banyak orang mulai mencari informasi mengenai rumus rubik 3x3 untuk menyusunnya.

Rubik diciptakan oleh profesor arsitektur asal Hungaria bernama Ernő Rubik pada tahun 1974. Mainan ini terdiri dari 26 potongan kecil yang membentuk sebuah kubus besar dengan enam sisi berwarna berbeda. Setiap sisi dapat diputar secara bebas sehingga warna-warna bercampur.

Ketahui Rumus Rubik 3x3 untuk Pemula

Ilustrasi Rumus Rubik 3x3. Sumber: Pexels/Byron Sullivan

Mengutip buku Tip & Trik Jago Main Rubik karya Wicaksono Adi (2009:7) rubik's cube atau kubus rubik merupakan permainan puzzle mekanik berbentuk kubus yang memiliki enam warna pada setiap sisinya. Puzzle ini memiliki berbagai variasi seperti 2x2, 3x3, 4x4, 5x5, Megaminx, Pyraminx, hingga bentuk-bentuk unik lain yang lebih rumit.

Tantangan utama dari Rubik adalah mengembalikan setiap sisi kubus ke keadaan semula, yaitu satu sisi hanya berisi satu warna saja. Tiap variasi memiliki rumus atau tipsnya tersendiri dalam menyusun warna, seperti rubik 3x3 yang memiliki rumusnya tersendiri. Berikut ini rumus Rubik 3x3 yang dapat diperhatikan pemula.

1. Notasi Rubik 3x3

Notasi adalah bahasa standar untuk menggambarkan pergerakan sisi pada Rubik. Huruf-huruf besar seperti R, L, U, D, F, dan B menunjukkan sisi kanan (Right), kiri (Left), atas (Up), bawah (Down), depan (Front), dan belakang (Back). Ketika huruf ditulis tanpa tanda apa pun, gerakan dilakukan searah jarum jam.

Jika huruf disertai tanda petik (‘), maka pergerakan dilakukan berlawanan jarum jam. Sementara itu, angka 2 setelah huruf berarti sisi tersebut diputar dua kali (180 derajat). Pemahaman notasi ini sangat penting karena semua algoritma disusun berdasarkan aturan ini.

2. Layer Pertama: Membuat Cross Putih

Langkah pertama adalah membentuk tanda plus (+) berwarna putih pada sisi bawah Rubik. Caranya adalah dengan mencari potongan tepi (edge) yang memiliki warna putih, kemudian menempatkannya agar sejajar dengan center yang sesuai.

Proses ini biasanya tidak membutuhkan rumus khusus, melainkan pemahaman logika dasar memindahkan potongan ke posisi yang tepat. Latihan tahap ini akan melatih kemampuan memahami orientasi dan perpindahan sisi.

3. Layer Pertama: Menyelesaikan Sudut Putih

Setelah cross putih terbentuk, fokus beralih ke empat potongan sudut berwarna putih. Sudut ini harus ditempatkan di antara tiga center yang warnanya cocok. Jika sebuah sudut putih berada di sisi atas, letakkan di atas posisi yang seharusnya.

Gunakan algoritma R U R’ berulang kali hingga sudut tersebut masuk ke tempatnya dengan orientasi benar. Dengan cara ini, seluruh layer pertama akan terbentuk dengan warna putih sempurna di sisi bawah.

4. Layer Kedua: Mengisi Edge Tengah

Pada tahap ini, tujuan adalah menempatkan potongan tepi di layer kedua tanpa mengganggu layer pertama yang sudah selesai. Jika potongan tepi yang akan dipindahkan menuju sisi kiri, gunakan algoritma U’ L’ U L U F U’ F’.

Jika potongan tepi menuju sisi kanan, gunakan algoritma U R U’ R’ U’ F’ U F. Dengan pengulangan yang tepat, semua potongan tepi akan berada pada posisi yang benar, membentuk dua layer bawah yang sudah sempurna.

5. Layer Ketiga: Menyelesaikan Sisi Kuning

  1. Layer Ketiga: Membuat Cross Kuning

    Ketika dua layer bawah sudah selesai, perhatian beralih ke sisi atas yang berwarna kuning. Langkah pertama adalah membentuk pola cross kuning. Algoritma yang digunakan adalah F R U R’ U’ F’. Pola awal bisa berupa titik, huruf L, atau garis horizontal, dan dengan beberapa kali pengulangan algoritma ini akan terbentuk tanda silang kuning yang sempurna di sisi atas.

  2. Layer Ketiga: Menyusun Edge Kuning

    Setelah cross kuning terbentuk, posisi tepi kuning belum tentu sesuai dengan center. Untuk memperbaikinya digunakan algoritma R U R’ U R U2 R’. Algoritma ini akan menukar posisi edge kuning hingga semuanya sejajar dengan warna center masing-masing. Proses ini memastikan bahwa tanda silang kuning bukan hanya sekadar terbentuk, tetapi juga memiliki posisi yang benar.

  3. Layer Ketiga: Menyusun Corner Kuning

    Langkah berikutnya adalah memastikan bahwa corner kuning berada di posisi yang benar, meskipun orientasi warnanya belum tentu tepat. Algoritma yang digunakan adalah U R U’ L’ U R’ U’ L. Rumus ini akan memindahkan posisi corner tanpa merusak pola cross kuning yang sudah ada. Dengan pengulangan secukupnya, semua corner akan berpindah ke tempat yang sesuai.

  4. Layer Ketiga: Memutar Corner Kuning

    Tahap terakhir adalah mengorientasikan corner kuning agar stiker kuningnya menghadap ke atas. Algoritma yang digunakan adalah R’ D’ R D, dilakukan pada corner yang salah orientasi. Setelah satu corner benar, sisi atas diputar menggunakan notasi U untuk mengatur corner berikutnya, kemudian algoritma diulang. Proses ini dilakukan hingga seluruh corner kuning menghadap ke atas dan Rubik selesai sepenuhnya.

Rumus rubik 3x3 ini menarik untuk diperhatikan dan dapat menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam menyusun warna rubik. Dengan desain sederhana namun penuh tantangan, Rubik menjadi salah satu puzzle paling populer di dunia dan masih dimainkan hingga sekarang. (BAI)

Baca Juga: 6 Permainan Outbound Sederhana untuk Kreativitas dan Kerja Sama