Konten dari Pengguna

Salah Satu Penyakit Saluran Pencernaan Yaitu Diare, Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penderita diare yang mengakibatkan buang air besar secara terus-menerus. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penderita diare yang mengakibatkan buang air besar secara terus-menerus. Foto: Pixabay

Saluran pencernaan yang dimiliki manusia mudah terserang oleh penyakit. Saluran pencernaan ini, terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Organ-organ ini merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan.

Fungsi utama dari saluran pencernaan adalah mencerna nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Namun, bukan berarti saluran pencernaan pada tubuh manusia akan selalu aman, karena adanya nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Justru saluran pencernaan yang diibaratkan sebagai pintu atau jalan masuknya dari berbagai zat luar secara bebas, ternyata lebih mudah terkena gangguan atau penyakit yang dapat mengancam kesehatan manusia.

Menurut buku Gastroenteritis pada Balita dan Peran Pola Asuh Orang Tua karya Christina Magdalena T Bolon dkk (2021: 34), gangguan pada sistem pencernaan juga dikenal sebagai penyakit gastrointestinal, yaitu penyakit yang menyerang lambung (gastro), serta saluran pencernaan seperti usus, rektum, hingga anus.

Dari berbagai macam penyakit saluran pencernaan, pada pembahasan kali ini akan dijabarkan secara lengkap tentang penyakit diare. Lantas, apa saja penyebab diare? Bagaimana pengobatan dan pencegahannya? Agar lebih memahaminya, simak uraian lengkapnya berikut ini.

Gangguan pencernaan diare disebabkan adanya iritasi di selaput dinding usus besar. Foto: Pixabay

Mengenal Penyakit Diare

Salah satu penyakit saluran pencernaan yang banyak dialami oleh manusia, yaitu diare. Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai perut terasa mulas, serta feses yang dikeluarkan penderita berbentuk encer.

Selain encer, feses yang keluar tampak lembek atau berair dan intensitasnya lebih dari tiga kali dalam sehari. Gangguan pencernaan ini terjadi, karena selaput dinding usus besar penderita mengalami iritasi.

Penyebab seseorang mengalami diare amat beragam, dan kadang pemicu pastinya tidak diketahui. Namun, kebanyakan orang mengalami penyakit ini karena infeksi bakteri, akibat mengonsumsi makanan yang tidak steril atau telah terkontaminasi.

Ketika terjadi infeksi, bakteri E. coli atau Salmonella mengeluarkan racun yang menyerang saluran pencernaan. Sebagai dampaknya, penderita akan merasakan gejala seperti sakit perut, mual, atau buang air besar secara terus-menerus.

Selain itu, dirangkum berdasarkan buku Seri Sains: Sistem Pencernaan oleh Khamim, S.Pd (2020: 25) penyebab umum terjadinya diare juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain, seperti:

  • Infeksi virus, seperti rotavirus, adenovirus, norovirus, dan astrovirus;

  • Sensitivitas yang tinggi atau alergi terhadap makanan tertentu;

  • Efek samping obat tertentu seperti antibiotik, antasida, atau obat antidepresan;

  • Terlalu banyak makan makanan manis, sehingga perut tidak bisa mencerna gula dengan baik.

Penderita diare akan mengalami perut mulas, mual, hingga buang air dalam intensitas lebih dari tiga kali dalam sehari. Foto: Shutterstock

Pengobatan Diare

Pengobatan diare dapat dilakukan di rumah. Salah satu tujuan pengobatan ini adalah mengembalikan cairan tubuh yang telah hilang, akibat frekuensi buang air besar yang berlebih. Untuk mengatasinya, penderita harus minum air yang banyak agar terhindar dari dehidrasi.

Selain itu, dehidrasi juga dapat diatasi dengan meminum cairan elektrolit atau larutan oralit yang tersedia di apotek. Cairan elektronik ini dapat memberikan asupan glukosa, garam, dan mineral penting dalam tubuh, yang hilang selama mengalami dehidrasi.

Namun, jika kondisi tak kunjung membaik, jangan tunda untuk memeriksa diri ke dokter. Apabila mengalami hal-hal berikut ini, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut, di antaranya meliputi:

  • Diare mengganggu kegiatan sehari-hari atau tidur malam;

  • Diare disertai demam di atas 39 derajat celsius;

  • Timbul rasa haus terus-menerus dan tampak kering;

  • Tubuh terasa lemas.

Penyakit diare dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri. Foto: Shutterstock

Pencegahan Diare

Diare dapat menyerang siapa saja, terutama jika seseorang tidak menjaga kebersihan diri sendiri. Diare paling sering disebabkan oleh konsumsi makanan yang telah terkontaminasi.

Diare bisa dicegah dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, seperti sebelum menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, mengganti popok, bersin, batuk, dan masih banyak lagi.

Selain itu, pastikan mengonsumsi makanan matang dengan baik, guna mencegah infeksi bakteri seperti Salmonella. Untuk mencegah timbulnya dehidrasi, penderita diare juga perlu mengurangi minuman yang mengandung kafein maupun alkohol.

(VIO)