Konten dari Pengguna

Selain Penyempitan Pembuluh Darah, Ini Dampak Negatif dari Kebiasaan Merokok

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rokok. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rokok. Sumber: Pixabay

Salah satu penyebab penyempitan pembuluh darah dapat terjadi karena kebiasaan merokok. Berbagai zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok secara langsung dapat masuk ke dalam tubuh.

Dalam rokok juga terdapat kurang lebih 4.000 senyawa, termasuk nikotin, tar, dan karbon monoksida yang memberikan dampak berbahaya bagi tubuh.

Senyawa-senyawa tersebut dapat menyebabkan kanker paru, penyempitan pembuluh darah, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, bahkan impotensi.

Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII yang ditulis Wasis dan Sugeng Yuli Irianto, sekitar 40 zat kimia di antaranya termasuk senyawa racun dan karsinogenik atau pemicu kanker.

Dampak Negatif Rokok

Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam rokok antara lain nikotin, karbon monoksida, senyawa kimia dalam tar, senyawa golongan alkohol, dan senyawa golongan amina.

Menurut buku yang ditulis Wasis dan Sugeng Yuli Irianto, berdasarkan penelitian bahwa salah satu penyebab penyempitan pembuluh darah dapat terjadi karena kebiasaan merokok.

Selain itu, hal negatif lain dari rokok antara lain:

  • Kanker saluran pernapasan dan paru-paru.

  • Penyempitan pembuluh darah.

  • Penyakit jantung koroner.

  • Naiknya kadar gula (sakit diabetes).

  • Kerusakan sel reproduksi pria dan wanita, sehingga menyebabkan impotensi dan kemandulan.

  • Naiknya kadar lemak.

  • Meningkatkan jumlah bayi yang lahir prematur.

Ilustrasi bahaya merokok. Sumber: Pixabay.com

Rincian Senyawa Kimia di Dalam Rokok

Menurut buku Ilmu Pengetahuan Alam yang ditulis Siti Zubaidah dkk., berikut adalah senyawa-senyawa yang terdapat pada rokok.

  1. Tar, yaitu zat yang biasanya merupakan sisa pengolahan minyak bumi.

  2. Karbon monoksida, yaitu gas beracun yang berasal dari pembakaran tidak sempurna, termasuk dari asap kendaraan bermotor.

  3. Natrium hidroksida, yaitu bahan yang digunakan untuk produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, sabun, maupun detergen.

  4. Formalin, yaitu bahan yang biasa digunakan untuk mengawetkan katak, ular, dan hewan lain di dalam laboratorium.

  5. Geranol, yaitu bahan yang biasa digunakan sebagai bahan aktif dalam pestisida.

  6. Toluen, yaitu bahan yang biasa digunakan sebagai bom atau dinamit TNT.

  7. Hidrasin, yaitu bahan yang biasa digunakan sebagai salah satu bahan bakar roket.

  8. Urea, yaitu zat yang terdapat dalam urine dan digunakan sebagai pupuk.

  9. Metanol, yaitu zat beracun yang biasanya digunakan sebagai bahan bakar dan pelarut politur.

  10. Cadmium, yaitu logam yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan baterai.

  11. Aseton, yaitu bahan yang biasa digunakan sebagai penghilang kutek.

  12. Hidrogen sianida, yaitu zat berbahaya yang biasa digunakan sebagai racun tikus.

  13. Naptalin, yaitu zat yang biasa digunakan sebagai pewangi pakaian dalam lemari.

  14. Asam asetat, yaitu zat yang biasa digunakan sebagai pembersih lantai.

(AMP)