Seluk Beluk Gempa Bumi: Penyebab, Jenis-Jenis, dan Akibat

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan, baik itu fasilitas maupun korban jiwa. Pengertian gempa bumi sendiri adalah bencana alam yang datangnya secara tiba-tiba dan dalam waktu yang relatif singkat.
Definisi tersebut didapat dari jurnal tentang Gempa Bumi dan Mekanismenya karya Nur Hidayat. Meski singkat, gempa bumi mampu menghancurkan segala yang ada di muka bumi, baik itu harta, rumah, hingga nyawa.
Gempa bumi di Indonesia sering terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan. Hal itu karena Indonesia merupakan pertemuan dari tiga buah lempeng tektonik yang membentuk jalur gempa dan jalur vulkanisme.
Gempa bumi di Aceh menjadi salah satu gempa bumi sekaligus bencana alam terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Pasalnya, gempa bumi yang melanda Aceh saat itu berkekuatan hingga 9,1 skala richter. Gempa bumi itu pun disusul dengan tsunami yang mencapai 30 meter.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang seluk beluk gempa bumi, berikut penjelasannya, seperti yang dikutip dari jurnal Pengenalan Gempa Bumi yang disusun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Penyebab Gempa Bumi
Gempa bumi disebabkan oleh adanya gerakan pada lempeng tektonik. Gerakan tersebut menyebabkan penumpukan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran.
Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempabumi.
Sebetulnya, gempa bumi yang terjadi akibat gunung api dan reruntuhan batuan relatif kecil. Oleh karena itu, sering kali gempa bumi itu disebabkan oleh pergerakan atau bahkan patahan pada lempeng.
Jenis-Jenis Gempa Bumi
Kekuatan pada saat terjadi gempa bumi bermacam-macam jenisnya. Gempa bumi sendiri memiliki satuan kekuatan yang disebut dengan skala magnitudo atau skala richter.
Magnitudo sendiri adalah parameter gempa yang diukur berdasarkan apa yang terjadi pada daerah tertentu, akibat goncangan gempa pada sumbernya. Satuan kekuatan ini pertama kali dicetuskan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.
Berikut jenis-jenis gempa bumi yang dikategorikan berdasarkan magnitudonya:
Gempa bumi ultra mikro (<1 SR)
Gempa bumi mikro (1-3 SR)
Gempa bumi kecil (3-4 SR)
Gempa bumi sedang (4-5 SR)
Gempa bumi merusak (5-6 SR)
Gempa bumi besar (7-8 SR)
Gempa bumi sangat besar (>8 SR)
Akibat Gempa Bumi
Bencana gempa bumi tentu menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, termasuk rusaknya fasilitas publik hingga korban jiwa. Jika bersumber di lautan, gempa bumi bahkan bisa mengakibatkan tsunami.
Fasilitas publik maupun pribadi yang rusak pun memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk kembali pulih. Lagi-lagi, hal tersebut adalah dampak buruk akibat terjadinya gempa bumi.
Tercatat sejarah, gempa bumi dahsyat di Indonesia yang memakan banyak korban terjadi di Nias. Korban jiwa dari peristiwa itu disebut mencapai 3000 jiwa.
Sementara itu, korban jiwa gempa bumi yang kemudian membangkitkan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara pada Desember 2004 memakan korban hingga 250 ribu jiwa.
(JA)
