Konten dari Pengguna

Sholat Jenazah Laki-Laki: Niat, Bacaan, dan Tata Caranya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 9 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sholat jenazah laki-laki. Foto: Pixabay/Fuzz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sholat jenazah laki-laki. Foto: Pixabay/Fuzz

Islam telah mengajarkan semua hal yang berkaitan dengan sholat jenazah laki-laki, termasuk niat, bacaan, hingga tata caranya. Baik jenazah laki-laki maupun perempuan memiliki aturan tata cara yang berbeda.

Pada dasarnya, salat jenazah adalah salah satu anjuran yang memiliki peranan penting bagi umat muslim untuk dilakukan terhadap kematian seseorang yang beragama Islam.

Salat ini dikerjakan sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa untuk seseorang yang sudah meninggal dunia. Prosedur salat untuk jenazah laki-laki dimulai dari membersihkan jenazah hingga mengkafani tubuhnya sesuai dengan syariat agama Islam.

Daftar isi

Hukum Menyalatkan Jenazah Laki-laki

Ilustrasi sholat jenazah laki-laki. Foto: Pexels/Thirdman

Mengutip dari ebook Tata Cara Mengurus Jenazah karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, dalam Islam, hukum salat jenazah adalah fardhu kifayah (wajib dilakukan, namun jika sudah dilakukan muslim lainnya maka kewajibannya gugur).

Berdasarkan riwayat hadis, Nabi Muhammad Saw bersabda,

عن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم صلوا على صاحبكم (رواه مسلم والبخاري)

"Dari Abu Hurairah r.a. ia mengatakan bahwa Rasulallah saw. pernah berkata: Salatkanlah (jenazah) sahabatmu." (H.R. Muslim dan Al-Bukhari)

Sebelum dimakamkan, jenazah yang sudah dimandikan dan disalatkan akan dipersaksikan kebaikannya.

Sebagimana sebuah hadis Nabi Muhammad Saw yang artinya,

"Dari Anas R.a. la berkata: Ada sejumlah orang (sahabat) melihat jenazah dan memujinya dengan kebaikan, maka Nabi Muhammad Saw bersabda: 'Pasti'. Kemudian mereka melihat jenazah lain dan mereka mengungkapkan keburukannya, maka beliau bersabda: 'Pasti',

Maka Umar Bin Khathab R.a. bertanya: 'Apakah pasti itu?'. Beliau bersabda: 'Mayit itu adalah kalian memujinya dengan kebaikan, maka pastilah surga baginya, dan mayit itu adalah kalian menuturkan keburukannya, maka pastilah neraka baginya. Kalian adalah para saksi Allah di muka bumi.'" (HR. Al-Bukhori dan Muslim)

Syarat Sah Sholat Jenazah Laki-laki

Ilustrasi sholat jenazah laki-laki. Foto: Pexels/Kafeel Ahmed

Untuk menjalankan salat jenazah dengan benar, seorang muslim harus memahami syarat sah agar salat yang dilakukan diterima oleh Allah Swt.

Mengutip dari ebook Panduan Praktis Shalat Jenazah & Perawatan Jenazah karya Ahmad Fathoni El-Kaysi, berikut ini adalah beberapa syarat salat jenazah yang harus diketahui umat Islam.

  • Jenazah harus dalam keadaan bersih, yang artinya telah dimandikan dan dikafani sebelum salat jenazah dilakukan.

  • Orang yang mensalati telah memenuhi syarat sah salat.

  • Jika jenazah hadir, posisi orang yang salat (mushalli) harus berada di belakang jenazah. Jenazah laki-laki dibaringkan dengan posisi kepala berada di sebelah utara, dengan munfarid berdiri lurus dengan kepala jenazah.

  • Tidak ada penghalang antara keduanya, jika jenazah berada di dalam keranda, maka keranda tersebut tidak boleh dipaku.

  • Jika jenazah hadir, maka orang yang mensalati juga harus hadir di tempat tersebut.

  • Ketika hendak mensalati jenazah, haruslah berpakaian menutup aurat dan suci dari hadas besar maupun kecil. Selain itu, badan dan tempat salat juga harus bersih.

  • Jenazah harus diletakkan di sebelah kiblat orang yang menyalatkannya, kecuali jika salat dilaksanakan di dekat makam atau jika salat dilakukan secara gaib.

  • Orang yang berhak mengurus jenazah, yakni orang yang diwasiatkan, ulama dan pemimpin agama, orang tua dan anak-anak jenazah, serta keluarga dekat dan kerabat.

Rukun Sholat Jenazah Laki-laki

Ilustrasi sholat jenazah laki-laki. Foto: Pexels/Abdur Rahman

Selain syarat sah, rukun salat jenazah juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan salat ini karena dapat menentukan sah atau tidaknya salat yang dilakukan. Berikut ini beberapa rukun salah jenazah.

1. Niat

Rukun salah jenazah yang pertama adalah niat yang tulus di dalam hati umat muslim untuk menjalankan salat jenazah.

2. Berdiri Apabila Mampu

Rukun salat yang kedua adalah berdiri jika mampu, artinya umat muslim yang memiliki kemampuan untuk berdiri, baik secara fisik maupun kesehatan, maka harus berdiri saat melaksanakan salat jenazah.

3. Melakukan Takbir Sebanyak Empat Kali

Mengutip dari buku Dirasah Islamiyah Kelas IX SMP karya Nurul Huda, Al Mubdi’u, M.Pd, dkk., (2022: 11), salat jenazah adalah salat yang dikerjakan sebanyak empat kali takbir dalam rangka mendoakan orang muslim yang sudah meninggal.

Takbir pertama dibaca setelah niat, takbir kedua setelah membaca doa untuk Nabi Muhammad Saw, takbir ketiga setelah membaca doa untuk jenazah, dan takbir keempat sebelum mengucapkan salam.

4. Mengangkat Tangan pada Takbir Pertama

Saat mengucapkan takbir pertama, umat muslim yang melaksanakan salah jenazah harus mengangkat kedua tangannya sejajar dengan lubang telinga sebagai pertanda bahwa salah jenazah dimulai.

5. Membaca Surat Al-Fatihah

Setelah takbir pertama, rukun kelima dalah membaca surat Al-Fatihah untuk memohon keberkahan dan ampunan bagi jenazah yang sedang disalatkan.

6. Membaca Selawat

Rukun selanjutnya adalah membaca selawat sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk Nabi Muhammad Saw.

7. Berdoa

Berdoa untuk jenazah yang sedang disalati juga termasuk rukun salat, yakni ditujukan untuk memohonkan ampunan, rahmat, dan keberkahan bagi jenazah tersebut.

8. Mengucapkan Salam

Rukun salah jenazah yang terakhir adalah mengucapkan salam ke kanan dan kiri sebagai tanda berakhirnya salah jenazah.

Niat Sholat Jenazah Laki-laki

Ilustrasi sholat jenazah laki-laki. Foto: Pexels/Thirdman

Menurut sebagian ulama, niat salat jenazah dapat dilakukan secara diam-diam di dalam hati. Artinya, tidak ada kewajiban bagi umat muslim untuk melafalkan niat secara lisan sebelum memulai salat jenazah.

Namun, ada juga pendapat dari sebagian ulama dari mazhab Syafi'i, yang menganggap bahwa melafalkan niat ketika menjalankan salat jenazah adalah sunnah.

Hal ini karena niat dapat menambah kekhusyukan dalam pelaksanaan salat. Sehingga, diperbolehkan untuk mengucapkan niat secara lisan sebelum memulai salat jenazah laki-laki.

Berikut ini adalah niat salat jenazah laki-laki yang perlu diketahui dan dipahami oleh umat Islam.

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Latin:

Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

"Saya niat salat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala."

Waktu Pelaksanaan Sholat Jenazah Laki-laki

Ilustrasi sholat jenazah laki-laki. Foto: Pexels/mohammad ramezani

Berbeda dengan salat wajib lima waktu yang memiliki waktu tertentu untuk pelaksanaannya, salat jenazah dapat dilakukan kapan saja dan tidak ditentukan secara khusus. Namun, terdapat pengecualian pada tiga waktu tertentu:

1. Ketika Matahari Terbit hingga Sedikit Meninggi

Pada saat ini, salat jenazah tidak diperkenankan dilakukan karena dianggap sebagai waktu yang tidak pantas untuk melaksanakan salat jenazah.

2. Matahari Tepat Berada pada Pertengahan Langit

Saat matahari berada tepat di pertengahan langit atau sekitar waktu tengah hari, juga termasuk waktu yang tidak diperkenankan untuk melaksanakan salat jenazah.

3. Ketika Matahari Hampir Terbenam hingga Terbenam Sama Sekali

Pada saat matahari hampir terbenam hingga terbenam sepenuhnya, juga dianggap sebagai waktu yang tidak cocok untuk melaksanakan salat jenazah.

Pengecualian tersebut berdasarkan riwayat hadis yang menjelaskan tentang larangan dalam melakukan salat atau menguburkan jenazah pada waktu-waktu tersebut.

Menurut salah satu hadis, Rasulullah Saw memberikan pengecualian tersebut agar shalat jenazah dapat dilakukan dengan penuh kekhidmatan dan tidak terganggu oleh aktivitas lain.

Tempat Pelaksanaan Sholat Jenazah Laki-laki

Ilustrasi sholat jenazah laki-laki. Foto: Pexels/Mehmet Turgut Kirkgoz

Sama halnya waktu pelaksanaan, tempat menunaikan salat jenazah juga memiliki aturan yang perlu diketahui oleh umat Islam.

Biasanya, salat jenazah dilakukan di tempat yang luas dan terbuka, seperti masjid atau lapangan terbuka. Namun, ada pengecualian jika dilaksanakan di dekat makam atau bahkan di rumah, tergantung pada kebiasaan dan kondisi lokal masyarakat.

Terpenting, umat muslim dianjurkan untuk memastikan terlebih dahulu bahwa tempat yang hendak digunakan memungkinkan untuk salat dengan khidmat dan khusyuk, serta tidak mengganggu kegiatan atau aktivitas lainnya.

Tata Cara dan Bacaan Sholat Jenazah Laki-laki

Ilustrasi sholat jenazah laki-laki. Foto: Pexels/Pir Sümeyra

Mengutip dari buku Dirasah Islamiyah Kelas IX SMP karya Nurul Huda, Al Mubdi’u. M.Pd, dkk., (2022:12), salat jenazah sebisa mungkin dikerjakan dengan cara berjamaah.

Apabila jenazahnya berupa laki-laki, maka posisi imam berada disamping kepala, dan makmum mengambil tempat di belakangnya secara berbaris-baris.

Setelah imam dan makmum berada di posisi yang telah ditentukan, maka salat jenazah dapat segera dilaksanakan. Berikut ini tata cara salat jenazah laki-laki beserta bacaannya yang perlu diketahui oleh umat muslim.

1. Takbir Pertama

Setelah membaca niat, selanjutnya melakukan takbiratul ihram dengan meletakkan tangan di atas pusar. Kemudian, membaca surah Al-Fatihah.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَالرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين

2. Takbir Kedua

Takbir kedua dilakukan dengan mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar dengan bahu. Kemudian, kembali meletakkan tangan di atas pusar, dan dilanjutkan dengan membaca selawat Nabi, seperti selawat Ibrahimiyah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْم وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Latin:

Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid.

Artinya:

"Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia,

Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

3. Takbir Ketiga

Di takbir ketiga juga perlu mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar bahu dan kembali meletakkannya di atas pusar. Setelah itu, membaca doa untuk jenazah.

Doa Jenazah Laki-Laki

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Latin:

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’

Mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod,

Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas,

Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi,

Wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.

Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air. salju, dan embun,

Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran,

Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya,

Pasangan yang lebih baik dari pasangannya, lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka."

4. Takbir Keempat

Sama halnya takbir kedua dan ketiga, takbir ini juga seraya mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar dengan bahu. Kemudian, meletakkan tangan di atas pusar lagi dan berdoa untuk jenazah serta orang-orang yang ditinggalkan.

Berikut ini doa yang bisa diamalkan, seperti yang telah tertulis dalam hadis riwayat Abu Dawud.

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Latin:

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.

Artinya:

"Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia."

5. Salam

Sama halnya salat wajib, setelah keempat takbir sudah dikumandangkan, selanjutnya mengucapkan salam sembari memalingkan kepala ke kanan dan ke kiri dengan membaca bacaan berikut ini.

السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Latin:

Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh.

Artinya:

"Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkah-Nya limpahkan kepada kalian."

Demikian, itulah pembahasan mengenai syarat sah, rukun sah, niat, serta tata cara dan bacaan sholat jenazah laki-laki yang perlu diketahui oleh umat Islam.

(SUCI)

Baca Juga: Tuntunan Sholat Lengkap 5 Waktu dan Bacaannya