Sikap Apa yang Bisa Dicontoh dari Pengrajin Barang Bekas?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski masih banyak yang abai, tampaknya pemanfaatan barang bekas sudah mulai diterapkan oleh masyarakat. Buktinya, semakin banyak pengrajin barang bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Pengrajin barang bekas banyak dijumpai di tempat-tempat wisata seperti pantai atau pegunungan. Biasanya, barang bekas tersebut identik dengan tempat wisatanya dan dijual sebagai cendera mata kepada para wisatawan.
Misalnya, di daerah pantai banyak pengrajin barang bekas yang memanfaatkan kerang untuk dijadikan kerajinan yang bernilai jual cukup tinggi, seperti bingkai foto, hiasan dinding, gantungan kunci, aksesoris, dan lain-lain.
Sikap Apa yang Bisa Dicontoh dari Pengrajin Barang Bekas?
Sikap apa yang bisa dicontoh dari pengrajin barang bekas? Yang pertama adalah peduli lingkungan. Ya, dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai, para pengrajin barang bekas secara tidak langsung menyelamatkan lingkungan dari pencemaran.
Kebanyakan barang bekas yang didaur ulang adalah sampah-sampah anorganik atau sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng, kaca, aluminium, dan besi.
Sampah-sampah tersebut termasuk jenis sampah yang sulit terurai secara alami. Sampah anorganik yang terus menumpuk lantas akan mencemari lingkungan.
Nah, hadirnya pengrajin barang bekas tentu turut berperan besar dalam pelestarian lingkungan. Jika tidak ada pengrajin barang bekas, maka sampah-sampah itu hanya akan menjadi sia-sia, tidak berguna lagi, dan malah membuat lingkungan semakin rusak.
Sikap kedua yang dapat ditiru adalah kreatif. Di samping peduli lingkungan, pengrajin barang bekas juga melihat bahwa barang-barang bekas tersebut sebenarnya masih bisa digunakan bila dimodifikasi.
Dari kaleng bekas minuman, botol bekas, dan apa pun yang ditemukan bisa disulap pengrajin barang bekas menjadi barang bernilai ekonomi
Tentu itu bukanlah hal yang mudah. Karena itu, pengrajin barang bekas harus mempunyai tingkat kreativitas yang tinggi. Mereka harus mampu berpikir apa yang bisa dibuat dari barang bekas, sehingga menjadi barang bernilai jual tinggi dan berguna bagi masyarakat luas.
Mereka harus berinovasi dan berkreasi sekreatif mungkin untuk menyatukan antara barang bekas, kebutuhan, dan tren yang sedang berkembang di kalangan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan tertarik untuk membeli kerajinan barang bekas tersebut.
Masyarakat umum pun dapat mengikuti sikap pengrajin barang bekas tersebut dengan mengkreasikan barang-barang tidak terpakai di rumah menjadi berguna lagi. Misalnya, memanfaatkan kaleng bekas susu menjadi tempat pensil, botol bekas menjadi mainan anak, dan masih banyak lagi.
(ADS)
