Konten dari Pengguna

Sikap Persatuan dan Kesatuan di Sekolah: Piket Kelas hingga Saling Membantu

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekolah menjadi lingkungan tempat belajar mengajar, menjalin interaksi, dan membangun rasa persatuan dan kesatuan. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Sekolah menjadi lingkungan tempat belajar mengajar, menjalin interaksi, dan membangun rasa persatuan dan kesatuan. Foto: Freepik

Sekolah adalah sebuah lingkungan tempat terjadinya pertukaran ilmu pengetahuan. Sekolah menjadi tempat belajar, sekaligus pembentukan karakter para siswa oleh guru, yang dititipkan oleh orangtuanya di rumah.

Dalam sebuah sekolah biasanya terdiri dari individu yang memiliki perbedaan, baik dari suku, budaya, sifat, agama, kebiasaan, dan lain-lain. Maka tidak heran, interaksi di sekolah harus dilandasi oleh sikap persatuan dan kesatuan.

Persatuan dan kesatuan memiliki kata dasar yang sama, yaitu “satu”, yang artinya utuh atau tidak terpecah belah. Pada dasarnya, penerapan sikap persatuan dan kesatuan di sekolah bertujuan untuk menciptakan sekolah yang nyaman dan terhindar dari konflik.

Buku Super Complete Kelas 4, 5, 6 SD/MI yang diterbitkan oleh Magenta Media, menyebutkan bahwa persatuan dan kesatuan menunjukkan adanya makna bersatu dari berbagai macam corak perbedaan.

Prinsip dalam pelaksanaan persatuan dan kesatuan. Foto: Freepik

Dalam sumber yang sama, persatuan dan kesatuan memiliki prinsip dalam pelaksanaannya, yaitu:

  • Bhinneka Tunggal Ika, yang merupakan sebuah semboyan untuk menyatukan perbedaan.

  • Nasionalisme, yang berarti sikap untuk menanamkan kecintaan terhadap bangsa.

  • Kebebasan yang bertanggung jawab

  • Wawasan nusantara, yang akan menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan

  • Persatuan pembangunan

  • Membina keserasian, keselarasan, dan keseimbangan dalam berbagai lingkungan kehidupan.

Sikap Persatuan dan Kesatuan di Sekolah

Sikap persatuan dan kesatuan hendaknya diterapkan dalam lingkungan apa pun, tak terkecuali sekolah. Penerapan sikap tersebut di sekolah dapat memaksimalkan perwujudan lingkungan yang harmonis dan terhindar dari konflik.

Mengutip dalam buku Rangkuman Materi Kelas 4 SD, beberapa contoh penerapan sikap persatuan dan kesatuan di sekolah, yaitu sebagai berikut.

Sikap persatuan dan kesatuan di sekolah salah satu contohnya diwujudkan dalam menjalankan piket kelas. Foto: Freepik

1. Menjalankan piket kelas

Piket kelas adalah cerminan bentuk kerja sama untuk membersihkan kelas, yang menjadi ruang tempat belajar mengajar. Berpartisipasi dalam membersihkan kelas artinya, telah menerapkan sikap persatuan dan kesatuan di sekolah.

2. Menghormati budaya lain

Tentunya di sekolah, setiap individu akan bertemu dengan individu lain, yang berasal dari budaya yang berbeda. Oleh sebab itu, saling menghormati budaya lain adalah bentuk sikap persatuan dan kesatuan agar menciptakan hidup yang nyaman.

Selain itu, saling menghormati antar budaya akan memudahkan setiap orang untuk bekerja sama. Saling menghormati juga akan menghindari konflik yang terjadi dalam lingkungan sekolah.

3. Saling membantu antar sesama

Saling membantu teman mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah. Dengan saling membantu tanpa memandang status dan budaya tertentu, kerukunan dan kebersamaan akan tetap terjaga di lingkungan sekolah.

4. Membantu teman yang kesulitan

Membantu teman yang sedang mengalami masa sulit adalah bentuk dari sikap persatuan dan kesatuan di sekolah. Dengan membantu teman, menunjukkan sikap peduli terhadap kesulitan orang lain.

Namun, perlu diperhatikan, membantu dalam hal ini adalah membantu kesulitan yang bersifat positif. Artinya, jika berkaitan dengan membantu untuk memberikan sontekan, hal itu tidak termasuk ke dalam sikap persatuan dan kesatuan di sekolah.

(HDP)