Sikap Persatuan dan Kesatuan di Sekolah: Piket Kelas hingga Saling Membantu

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekolah adalah sebuah lingkungan tempat terjadinya pertukaran ilmu pengetahuan. Sekolah menjadi tempat belajar, sekaligus pembentukan karakter para siswa oleh guru, yang dititipkan oleh orangtuanya di rumah.
Dalam sebuah sekolah biasanya terdiri dari individu yang memiliki perbedaan, baik dari suku, budaya, sifat, agama, kebiasaan, dan lain-lain. Maka tidak heran, interaksi di sekolah harus dilandasi oleh sikap persatuan dan kesatuan.
Persatuan dan kesatuan memiliki kata dasar yang sama, yaitu “satu”, yang artinya utuh atau tidak terpecah belah. Pada dasarnya, penerapan sikap persatuan dan kesatuan di sekolah bertujuan untuk menciptakan sekolah yang nyaman dan terhindar dari konflik.
Buku Super Complete Kelas 4, 5, 6 SD/MI yang diterbitkan oleh Magenta Media, menyebutkan bahwa persatuan dan kesatuan menunjukkan adanya makna bersatu dari berbagai macam corak perbedaan.
Dalam sumber yang sama, persatuan dan kesatuan memiliki prinsip dalam pelaksanaannya, yaitu:
Bhinneka Tunggal Ika, yang merupakan sebuah semboyan untuk menyatukan perbedaan.
Nasionalisme, yang berarti sikap untuk menanamkan kecintaan terhadap bangsa.
Kebebasan yang bertanggung jawab
Wawasan nusantara, yang akan menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan
Persatuan pembangunan
Membina keserasian, keselarasan, dan keseimbangan dalam berbagai lingkungan kehidupan.
Sikap Persatuan dan Kesatuan di Sekolah
Sikap persatuan dan kesatuan hendaknya diterapkan dalam lingkungan apa pun, tak terkecuali sekolah. Penerapan sikap tersebut di sekolah dapat memaksimalkan perwujudan lingkungan yang harmonis dan terhindar dari konflik.
Mengutip dalam buku Rangkuman Materi Kelas 4 SD, beberapa contoh penerapan sikap persatuan dan kesatuan di sekolah, yaitu sebagai berikut.
1. Menjalankan piket kelas
Piket kelas adalah cerminan bentuk kerja sama untuk membersihkan kelas, yang menjadi ruang tempat belajar mengajar. Berpartisipasi dalam membersihkan kelas artinya, telah menerapkan sikap persatuan dan kesatuan di sekolah.
2. Menghormati budaya lain
Tentunya di sekolah, setiap individu akan bertemu dengan individu lain, yang berasal dari budaya yang berbeda. Oleh sebab itu, saling menghormati budaya lain adalah bentuk sikap persatuan dan kesatuan agar menciptakan hidup yang nyaman.
Selain itu, saling menghormati antar budaya akan memudahkan setiap orang untuk bekerja sama. Saling menghormati juga akan menghindari konflik yang terjadi dalam lingkungan sekolah.
3. Saling membantu antar sesama
Saling membantu teman mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah. Dengan saling membantu tanpa memandang status dan budaya tertentu, kerukunan dan kebersamaan akan tetap terjaga di lingkungan sekolah.
4. Membantu teman yang kesulitan
Membantu teman yang sedang mengalami masa sulit adalah bentuk dari sikap persatuan dan kesatuan di sekolah. Dengan membantu teman, menunjukkan sikap peduli terhadap kesulitan orang lain.
Namun, perlu diperhatikan, membantu dalam hal ini adalah membantu kesulitan yang bersifat positif. Artinya, jika berkaitan dengan membantu untuk memberikan sontekan, hal itu tidak termasuk ke dalam sikap persatuan dan kesatuan di sekolah.
(HDP)
