Konten dari Pengguna

Siklus Air dan Penjelasannya, Ini Fase-fasenya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siklus Air dan Penjelasannya,. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Siklus Air dan Penjelasannya,. Foto: Pexels

Daftar isi

Air adalah salah satu kebutuhan utama setiap makhluk hidup. Air memiliki siklus tersendiri yang menyebabkan air muncul di darat, laut, dan udara.

Siklus air sering juga disebut siklus hidrologi. Hidrologi berasal dari kata "hidrologia" yang artinya "ilmu air". Simak pembahasan selengkapnya dari siklus air di bawah ini.

Pengertian Siklus Air

Pengertian Siklus Air. Foto: Pexels

Dikutip dari buku Mengenal Alam Sekitar oleh Edi Tarwoko (2009), siklus air adalah rangkaian pendauran atau perputaran air dari bumi, ke atmosfer, lalu kembali lagi ke bumi.

Pada siklus hidrologi, kuantitas air pada dasarnya selalu sama. Ini dijelaskan dalam Britannica Encyclopedia, bahwa jumlah air dalam sirkulasi akan tetap konstan. Namun, penyebaran atau distribusi air di berbagai prosesnya terus mengalami perubahan.

Sirkulasi air terjadi melalui beberapa proses, yaitu evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, limpasan, dan konsumsi. Beberapa rangkaian siklus tersebut dibagi menjadi dua fase, yaitu fase atas dan fase bawah.

Fase atas adalah siklus yang terjadi di atmosfer bumi. Sementara fase bawah adalah siklus yang terjadi di permukaan dan di bawah permukaan bumi.

Baca Juga: Persamaan dari Siklus Hidup Udang dengan Siklus Hidup Katak

Siklus Air Fase Atas

Ilustrasi Siklus Air Fase Atas. Foto: Pexels

Berikut beberapa proses pada siklus air fase atas dirangkum dari situs budaya.jogjaprov.go.id.

1. Evaporasi

Evaporasi adalah fase penguapan air dari permukaan bumi. Proses ini terjadi di danau, sungai, laut, sawah, bendungan dan laut. Tujuannya adalah untuk mengubah air menjadi gas, sehingga dapat naik ke permukaan atmosfer.

Semakin tinggi panas matahari, semakin banyak air yang diubah menjadi uap dan naik ke atmosfer.

Bentuk lain dari penguapan adalah saat manusia dan hewan menghembuskan napas, tidak hanya CO2 (karbon dioksida) yang dilepaskan, tetapi juga uap air dari tubuh.

Pada proses fotosintesis berlangsung, daun tidak hanya melepaskan O2 (oksigen) tetapi juga uap air.

Tekanan udara di permukaan bumi bervariasi. Semakin tinggi tempatnya, semakin rendah tekanan udaranya. Uap air naik dari permukaan bumi yang tekanannya tinggi ke atmosfer, menuju atmosfer yang tekanannya lebih rendah.

2. Kondensasi

Kondensasi atau pengembunan berarti konversi uap air kembali menjadi air. Kondensasi terjadi di atmosfer. Semakin tinggi lapisan atmosfer, semakin dingin suhu atmosfer karena tekanan udaranya rendah.

Karena kondensasi terus menerus, semakin banyak uap air yang terakumulasi. Uap air yang bersentuhan dengan lapisan dingin atmosfer menyebabkan uap air melepaskan panas ke udara. Uap air di atmosfer mengembun kembali menjadi tetesan air.

Tetesan air yang terkumpul dan masuk ke atmosfer disebut awan air. Karena gravitasi bumi yang lemah, awan dapat tetap berada di atmosfer.

Jika awan terkena sinar matahari yang kuat, awan menguap kembali menjadi uap air. Inilah mengapa bentuk awan tampak berubah. Sinar matahari yang cerah masih bisa menembus awan.

Selain itu, ada juga kabut yang biasa terjadi di pegunungan dan dataran tinggi. Kabut adalah kondensasi yang terbentuk di bagian bawah atmosfer.

3. Presipitasi

Presipitasi disebut juga hujan, dan tetesan air serta kristal salju jatuh dari atmosfer ke permukaan bumi. Presipitasi disebabkan oleh tarikan gravitasi bumi (gaya gravitasi) dan massa (berat) benda.

Karena gravitasi bumi yang lemah, awan dapat tetap berada di atmosfer. Namun, seiring berlanjutnya proses kondensasi, semakin besar awan, semakin besar (berat) massa awan tersebut.

Akibatnya, air jatuh ke tanah dalam bentuk tetesan yang dikenal sebagai hujan.

Siklus Air Fase Bawah

Ilustrasi Siklus Air Fase Bawah. Foto: Pexels

Berikut beberapa proses pada siklus air fase bawah.

1. Infiltrasi

Infiltrasi adalah proses dimana air hujan meresap ke dalam tanah dan membentuk cadangan air tanah. Infiltrasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Karena gravitasi bumi, cairan meresap ke dalam bumi.

  • Sifat air adalah dapat menyerap air pada bahan berongga

  • Tanah berongga, tergantung jenis tanahnya adalah tanah gembur, tanah berpasir dan tanah liat. Setiap tanah memiliki daya serap yang berbeda.

Infiltrasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu infiltrasi dangkal yang terjadi pada lapisan akar tanah. Jenis lainnya adalah infiltrasi dalam, terjadi pada lapisan tanah di antara rongga batuan bawah tanah.

2. Limpasan

Limpasan adalah proses ketika air mengalir di atas permukaan bumi. Arus dapat mengalir ke hulu melalui sungai, melalui danau/telaga, rawa, hilir sungai dan muara dan berakhir di laut.

Limpasan dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu:

  • Sifat air yang bisa mengalir.

  • Gravitasi bumi menyebabkan air selalu mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.

  • Tanah jenuh, tanah yang tidak mampu menyerap air.

3. Konsumsi

Konsumsi adalah fase dimana makhluk hidup baik manusia maupun hewan dan tumbuhan menggunakan air. Konsumsi manusia tidak hanya untuk minum saja, tetapi juga sehubungan dengan aktivitas manusia seperti mencuci dan industri.

Jenis-jenis Siklus Air

Jenis-jenis Siklus Air. Foto: Pexels

Berikut beberapa jenis siklus air yang mesti dipahami.

1. Siklus Air Pendek atau Kecil

Siklus air pendek adalah air laut yang menguap kemudian melalui proses kondensasi. Kemudian berubah menjadi butir-butir air halus atau awan.

Selanjutnya, hujan akan jatuh ke laut dan prosesnya berulang kembali. Siklus ini umumnya dipengaruhi pemanasan sinar matahari.

2. Siklus Air Sedang atau Menengah

Siklus air sedang berupa adanya uap air yang berasal dari lautan, lalu ditiup angin hingga bergerak sampai ke atas daratan.

Setelah mencapai ketinggian tertentu, uap air ini mengalami proses kondensasi hingga jatuh di atas daratan sebagai hujan.

3. Siklus Air Panjang atau Besar

Siklus panjang berupa adanya uap air yang berasal dari laut, setelah sampai di atas daratan akibat dari terbawa arus angin, akan bergabung dengan uap air lainnya.

Uap air hasil gabungan tersebut tidak hanya melalui proses kondensasi saja, tetapi juga membeku hingga membentuk awan yang terdiri atas kristal. Kristal-kristal es ini akan turun menuju ke daratan dalam bentuk salju.

(DEL)