Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Bermakna Apa?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang nilai-nilainya harus dijunjung tinggi. Karena itu, seluruh warga negara Indonesia wajib mengamalkan setiap sila Pancasila.
Sebagai ideologi NKRI, Pancasila bukanlah suatu sistem yang bersifat teoritis. Pancasila dekat dengan kehidupan rakyat Indonesia karena berakar dari budaya bangsa serta telah tumbuh dalam adat istiadat.
Artinya, dengan mengajarkan, menyebarkan, dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari berarti juga mengembangkan dan melestarikan kebudayaan bangsa.
Sila kedua yang harus diamalkan adalah Kemanusiaan yang Adil dan beradab. Sila ini dilambangkan dengan rantai emas. Lantas, apa makna sila tersebut dan apa arti lambangnya? Untuk mengetahuinya, simak informasi berikut.
Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua Pancasila yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengandung makna bahwa bangsa Indonesia mengakui dan memperlakukan setiap individu sesuai dengan harkat dan martabatnya tanpa membeda-bedakan latar belakang, baik itu agama, suku, ras, maupun jenis kelamin.
Tidak hanya dalam lingkup lingkungan yang luas seperti antarnegara, sila kedua Pancasila ini juga harus selalu diterapkan dalam lingkungan sehari-hari, seperti lingkungan sekolah, masyarakat, dan lingkungan terdekat, keluarga.
Mengutip buku Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Tim Ganesha Operation, nilai-nilai yang terkandung dalam sila kedua antara lain sebagai berikut:
Menjunjung nilai kemanusiaan dan adil terhadap sesama.
Pengakuan adanya harkat dan martabat manusia.
Pengakuan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia.
Mengembangkan sikap tenggang rasa terhadap satu sama lain.
Sila kedua Pancasila dilambangkan dengan rantai emas yang terdiri atas mata rantai yang saling berkaitan. Gambar rantai tersebut menandakan hubungan manusia satu sama lain yang saling membantu.
Rantai pada sila kedua ini terdiri dari mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkaitan membentuk lingkaran. Mengutip Buku Ajar Mata Pelajaran Sekolah Dasar PKN dan Pancasila oleh Ni Putu Candra Prastya Dewi, M.Pd., mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan.
Mata rantai yang saling terkait itu melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, menumbuhkan satu sama lain dan harus bersatu sehingga menjadi kuat layaknya sebuah rantai.
Artinya, sesama manusia harus saling membantu satu sama lain tanpa melihat latar belakang masing-masing. Dengan demikian, jika semua masyarakat bersatu, akan tercipta negara yang kuat pula.
Contoh Pengamalan Sila Kedua Pancasila
Beberapa contoh sikap pengamalan sila kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di antaranya:
Saling menghormati dan menghargai perbedaan satu sama lain.
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Bersikap saling tenggang rasa.
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
(ADS)
