Konten dari Pengguna

Simak! 3 Bentuk Kunci Paranada: Kunci G, F, dan C

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kunci Paranada. Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kunci Paranada. Foto: Pixabay.com

Kunci paranada akan sering kamu temukan pada lagu-lagu yang menggunakan notasi balok. Kunci paranada ini dapat membantumu melihat not-not yang ada di antara garis paranada suatu lagu.

Mengutip jurnal bertajuk Pengetahuan Dasar Teori Musik yang ditulis oleh Wiflihani, paranada merupakan lima garis horizontal tempat menuliskan setiap not dalam suatu instrumen lagu.

Garis paranada diberi nomor dari bawah ke atas. Garis paling bawah disebut garis pertama dan garis paling atas disebut garis kelima.

Not yang terletak di garis atau spasi lebih tinggi memiliki tinggi nada yang lebih tinggi dibandingkan not di bawahnya.

Kunci paranada sendiri digunakan untuk menjelaskan letak not, panjang atau pendek, dan tinggi atau rendahnya suatu nada. Tanda kunci ini akan menentukan kekuatan nada-nada dalam sebuah lagu.

Berikut penjelasan kunci G, F, dan C yang perlu kamu ketahui dalam bermusik:

Kunci G

Ilustrasi Kunci Paranada. Foto : jurnal Pengetahuan Dasar Teori Musik oleh Wiflihani.

Kunci G sendiri sering disebut dengan kunci biola atau treble. Jika diperhatikan, tanda kunci G berbentuk melingkar dan tepat berhenti pada garis kedua.

Hal tersebut karena pada garis kedua itu terletak nada G, tepatnya g’ = g bergaris satu. Kunci G biasanya digunakan untuk menuliskan suara tinggi dalam sebuah lagu, seperti Sopran, Mezzo Sopran, dan Alto.

Kunci F

Dalam memainkan organ maupun piano, kunci F biasanya dipergunakan untuk menuliskan not-not yang dimainkan oleh tangan kiri. Ketentuan tersebut tidak mutlak dan bersifat umum dalam musik. Sebab adakalanya not yang dimainkan tangan kiri ditulis juga dengan kunci G.

Kunci F disebut sebagai kunci bas karena suara bas dalam kor biasanya ditulis juga dengan kunci F. Bentuk kunci satu ini seperti kunci C terbalik dengan dua titik di belakangnya. Nada f sendiri terletak pada garis keempat dalam tangga nada.

Kunci F biasanya digunakan untuk menuliskan nada rendah dalam sebuah lagu, seperti Alto, Tenor, dan Bariton.

Kunci C

Kunci C merupakan kunci yang menunjukkan letak nada C dalam tangga nada. Kunci ini biasanya sangat jarang digunakan dalam penulisan musik piano atau pun organ. Melainkan lebih sering ditemukan dalam penulisan musik untuk biola alto.

Terdapat lima macam kunci C yang ditulis pada tiap-tiap garis para nada. Jika ditulis pada setiap garis, berikut fungsi masing-masingnya:

  1. Garis 1 untuk menuliskan suara Sopran

  2. Garis 2 untuk menuliskan suara Mezzo Sopran

  3. Garis 3 untuk menuliskan suara Tenor

  4. Garis 4 untuk menuliskan suara Bariton

  5. Garis 5 untuk menuliskan suara Bass

(FNS)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana bentuk kunci G?

chevron-down

Kunci G sendiri sering disebut dengan kunci biola atau treble. Jika diperhatikan, tanda kunci G berbentuk melingkar dan tepat berhenti pada garis kedua.

Dimana letak kunci F dalam paranada?

chevron-down

Kunci F disebut sebagai kunci bas karena suara bas dalam kor biasanya ditulis juga dengan kunci F. Bentuk kunci satu ini seperti kunci C terbalik dengan dua titik di belakangnya.