Konten dari Pengguna

Sistem Persamaan Dua Variabel adalah Persamaan Linear dengan Dua Variabel

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sistem Persamaan Dua Variabel. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sistem Persamaan Dua Variabel. Foto: Pixabay

Sistem persamaan dua variabel adalah persamaan linear yang memuat dua variabel. Sistem persamaan dua variabel berhubungan erat dengan suku, variabel, koefisien, dan konstanta.

Menurut Modul 1 SMK Sistem Persamaan Linear Dua Variabel oleh Ririn Dwi Lestari, suku adalah bentuk aljabar yang terdiri dari variabel, koefisien, dan konstanta. Misalnya:

Jika 6x – y + 4, suku dari persamaan tersebut adalah 6x, -y dan 4.

Variabel

Variabel adalah pengganti bilangan yang dilambangkan dengan huruf x dan y. Contohnya:

Ria memiliki 2 pensil dan 5 pulpen.

Jika dituliskan dalam bentuk persamaan:

pensil = x, pulpen = y, sehingga persamannya adalah 2x + 5y.

Koefisien

Koefisien adalah bilangan yang ada di depan variabel. Contoh:

Nadin memiliki 2 permen dan 5 ciki.

Jika ditulis dalam bentuk persamaan:

Permen= x dan ciki= y, persamannya adalah 2x + 5y

Sehingga 2 dan 5 adalah koefisien.

Konstanta

Konstanta adalah bilangan yang tidak diikuti dengan variabe. Contoh:

2x + 5y + 7, maka konstantanya adalah 7.

Cara Mencari Sistem Persamaan Dua Variabel

Cara mencari sistem persamaan dua variabel, yaitu menggunakan metode eliminasi, subtitusi, metode gabungan eliminasi dan subtitusi, serta metode grafik.

Berikut penjelasannya dikutip dari Buku Matematika Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi.

Metode Eliminasi

Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan cara eliminasi, artinya mencari nilai variabel dengan menghilangkan variabel yang lain. Contoh:

Tentukan Himpunan penyelesaian dari persamaan x + 3y = 15 dan 3x + 6y = 30

Diketahui:

Persamaan 1: x + 3y = 15

Persamaan 2: 3x + 6y = 30

Caranya:

Ilustrasi metode eliminasi. Foto: Modul 1 SMK Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Langkah kedua dari persamaan (1) dan (2), mari kita eliminasi, sehingga hasilnya:

Ilustrasi metode eliminasi. Foto: Modul 1 SMK Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Langkah selanjutnya, untuk mengetahui nilai x, maka caranya sebagai berikut:

Ilustrasi metode eliminasi. Foto: Modul 1 SMK Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Eliminasi antara persamaan (3) dengan (4 ), yang hasilnya menjadi:

Ilustrasi metode eliminasi. Foto: Modul 1 SMK Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Maka, himpunan penyelesaiannya adalah HP = {0 . 5}

Metode Subtitusi

Bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut.

a1x+b1y= c1..........(1)

a2x+b2y= c2 ..........(2)

Dengan a1, a2, b1, b2, c1, c2 adalah bilangan-bilangan real;

a1 dan b1 tidak keduanya nol;

a2 dan b2 tidak keduanya nol.

dari persamaan-1 diperoleh:

Ilustrasi metode subtitusi. Foto: Buku Matematika Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi.

Dengan demikian himpunan penyelesaiannya adalah:

Ilustrasi metode subtitusi. Foto: Buku Matematika Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi.

Metode Grafik

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) terbentuk dari dua persamaan linear yang saling terkait. Grafik persamaan linear dua variabel berupa garis lurus. Berikut contohnya.

x + y = 2 ....…………………………………………….....(1)

4x + 2y = 7 ...……………………………………………..(2)

Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-1.

Ilustrasi metode grafik. Foto: Buku Matematika Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi.

Diperoleh titik-titik potong kurva x + y = 2 terhadap sumbu koordinat, yaitu titik (0, 2) dan (2, 0).

Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-2

Ilustrasi metode subtitusi. Foto: Buku Matematika Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi.

Diperoleh titik-titik potong kurva 4x + 2y = 7 terhadap sumbu koordinat, yaitu titik (0, 7/2) dan (7/4, 0)

Menarik garis lurus dari titik (0, 2) ke titik (2, 0) dan dari titik (0, 7/2) ke titik (7/4, 0).

Ilustrasi metode subtitusi. Foto: Buku Matematika Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi.

Berdasarkan gambar grafik x + y = 2 dan 4x + 2y = 7, kedua garis lurus tersebut berpotongan pada sebuah titik, yaitu titik (3/2, 1/2).

Sehingga himpunan penyelesaian sistem persamaan linear x + y = 2 dan 4x + 2y = 7 adalah {(3/2,1/2)}

(ZHR)