Konten dari Pengguna

Sistem Tata Surya dan Karakteristik Anggota Tata Surya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem tata surya dan karakteristik anggota tata surya. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Sistem tata surya dan karakteristik anggota tata surya. Foto: Unsplash

Sistem tata surya merupakan kumpulan benda langit yang berpusat pada matahari.

Matahari menjadi pusat sistem tata surya karena seluruh planet berputar mengelilinginya. Pernyataan ini juga termasuk ke dalam teori yang dilontarkan oleh Copernicus dan Galileo

Mengutip modul tentang Sistem Tata Surya karya Mochamad Erewin Maulana, M.Si, tata surya adalah sebuah sebuah sistem yang terdiri dari Matahari, delapan planet, planet-kerdil, komet, asteroid dan benda-benda angkasa kecil lainnya.

Anggota tata surya tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing. Karakteristik ini yang membuat benda-benda di tata surya berbeda-beda. Lantas, seperti apa karakteristik setiap anggota tata surya? Berikut penjelasannya.

Karakteristik Anggota Tata Surya

Sistem tata surya dan karakteristik anggota tata surya. Foto: Unsplash

1. Matahari

Matahari merupakan bintang terbesar yang ada di sistem tata surya. Tidak hanya itu, matahari juga termasuk bintang yang jaraknya paling dekat dengan bumi.

Matahari berbentuk seperti bola gas pijar yang tersusun atas gas hidrogen dan gas helium. Matahari mempunyai diameter 1,4 × 106 km, suhu permukaannya mencapai 6000°k.

Bagi bumi, matahari merupakan energi utama terciptanya kehidupan. Karena dengan energi yang dimiliki oleh matahari, orang-orang yang berada di bumi bisa beraktivitas dengan lancar.

2. Planet

Sistem tata surya dan karakteristik anggota tata surya. Foto: Unsplash

Menurut Persatuan Astronomi Internasional, benda langit bisa dikatakan sebagian planet jika memenuhi kriteria di bawah ini:

  • Mengorbit matahari

  • Bentuk fisiknya cenderung bulat

  • Orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa lain

Planet yang termasuk ke dalam tata surya, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Sebetulnya Pluto sempat disebut sebagai planet, namun ternyata Pluto tidak memenuhi tiga kriteria di atas. Pasalnya, Pluto memiliki orbit yang memotong orbit Neptunus. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa Pluto belum bersih dari benda langit yang lainnya.

Planet yang memiliki ukuran paling besar, yakni Jupiter yaitu 43,441 mil, sedangkan planet yang memiliki ukuran kecil yaitu 1,516 mil adalah Merkurius.

3. Planet kerdil

Planet kerdil sebetulnya merupakan anggota baru dari sistem tata surya. Keberadaan planet kerdil ini baru diakui oleh Persatuan Astronomi Internasional pada tahun 2006 silam.

Planet kerdil juga memiliki kriteria, yakni:

  • Mengorbit matahari

  • Bentuk fisiknya cenderung bulat

  • Orbitnya belum bersih dari keberadaan benda angkasa lain.

  • Bukan merupakan satelit

Salah satu contoh yang termasuk ke dalam planet kerdil adalah Pluto. Tidak hanya Pluto, ada juga planet lain, yakni Ceres. Sebelumnya, Ceres dikategorikan sebagai asteroid yang memilki ukuran besar.

4. Satelit

Satelit adalah benda langit pengiring planet. Satelit sendiri bisa dibedakan menjadi dua macam, yakni:

  • Satelit alami yaitu satelit yang terbentuk karena adanya peristiwa alam bersamaan dengan terbentuknya planet.

  • Satelit buatan yaitu satelit yang dibuat oleh manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu.

Pada dasarnya, setiap planet memiliki satelitnya masing-masing. Oleh karena itu, keberadaan satelit cukup berperan penting.

5. Asteroid

Asteroid bisa disebut juga sebagai planet minor atau planetoid. Di tata surya sendiri, terdapat setidaknya 100.000 buah planetoid yang ukurannya sekitar 2-750 km. Biasanya, asteroid akan senantiasa berputar mengelilingi planet, sehingga membentuk sabuk asteroid.

(JA)