Standar Pemeliharaan Tanaman, Penanaman, dan Pemupukannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Standar pemeliharaan menjadi salah satu ukuran dalam melakukan budi daya tanaman pangan. Selain itu, terdapat juga kriteria lain yang sebaiknya diterapkan, misalnya, standar penanaman dan pemupukan.
Dalam proses pemeliharaan tanaman pangan terdapat unsur-unsur seperti media tanam, bibit atau benih, nutrisi dan air, serta pelindung tanaman hingga pengendalian hama. Setiap aspek tersebut memiliki ketetapan standar agar tanaman tumbuh dengan mutu yang baik.
Menyadur buku Prakarya dan Kewirausahaan yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut uraian mengenai standar penanaman, pemupukan, hingga pemeliharaan tanaman.
Standar Penanaman
Dalam standar penanaman, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:
Penanaman benih dilakukan dengan mengikuti teknik budi daya yang dianjurkan. Jarak tanam dan kebutuhan benih per hektare disesuaikan dengan persyaratan spesifik bagi setiap jenis tanaman, varietas, dan tujuan penanaman.
Penanaman dilakukan pada musim tanam yang sesuai dengan jadwal tanam dalam manajemen produksi tanaman yang bersangkutan.
Pada saat penanaman, lakukan antipasi agar tanaman tidak menderita kekeringan, kebanjiran, tergenang, atau ancaman faktor abiotik lainnya.
Untuk menghindari serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada daerah endemis dan eksplosif. Benih atau bahan tanaman dapat diberi perlakuan yang sesuai sebelum ditanam.
Lakukan pencatatan tanggal penanaman pada buku kerja guna memudahkan jadwal pemeliharaan, penyulaman, pemanenan, dan hal-hal lainnya. Jika benih memiliki label, penanda tersebut harus disimpan.
Standar Pemupukan Tanaman
Dalam kegiatan pemupukan diusahakan untuk dapat menimbulkan manfaat sebanyak-banyaknya dengan dampak yang seminimal mungkin. Menyadur dari buku yang ditulis Kemdikbud, berikut adalah lima tepat yang perlu dipenuhi dalam pemupukan.
Tepat jenis, yaitu jenis pupuk mengandung unsur hara makro atau mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman dan memperhatikan kondisi kesuburan lahan.
Tepat mutu, yaitu harus menggunakan pupuk yang bermutu baik sesuai standar yang ditetapkan.
Tepat waktu, yaitu diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan, stadia tumbuh tanaman, serta kondisi lapangan yang tepat.
Tepat dosis, yaitu jumlah yang diberikan sesuai dengan anjuran/rekomendasi spesifik lokasi.
Tepat cara aplikasi, yaitu disesuaikan dengan jenis pupuk, tanaman, dan kondisi lapangan.
Standar Pemeliharaan Tanaman
Kegiatan pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, penyulaman, dan pembumbunan. Penyiraman berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah. Kemudian, penyulaman adalah upaya menanam kembali untuk mengganti benih atau bibit yang tidak tumbuh atau tidak normal. Sedangkan, pembumbunan berguna untuk menutup pangkal batang dengan tanah.
Standar dalam pemeliharaan tanaman meliputi hal berikut ini:
Tanaman pangan harus dipelihara sesuai karakteristik dan kebutuhan spesifik tanaman agar dapat tumbuh dan berproduksi optimal, serta menghasilkan produk pangan bermutu tinggi.
Tanaman harus dijaga agar terlindung dari gangguan hewan ternak, binatang liar, atau hewan lainnya.
(AMP)
