Konten dari Pengguna

Storyboard adalah Sajian Visual dari Karya yang Akan Dibuat, Ini Kelemahannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pembuatan video dengan storyboard. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembuatan video dengan storyboard. Foto: Pexels.

Storyboard adalah jalan cerita dari sebuah karya yang akan diproduksi. Menurut buku Kamera Video Editing Adobe Premier Pro yang disusun Christianto Widjaja, storyboard adalah penyajian visual pertama kali dari sebuah cerita yang dibuat.

Tujuannya, untuk memaparkan alur narasi dari sebuah cerita. Selain itu, storyboard memungkinkan seorang pembuat film untuk mempre-visualisasikan idenya dan sebagai alat untuk mengomunikasikan ide keseluruhan film.

Setiap pembuat film memiliki kiat-kiat dan inovasi tersendiri untuk mewujudkan ceritanya. Storyboard memiliki peran sebagai pemandu bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Mereka adalah sutradara, penulis cerita, kru pencahayaan, kameramen, dan lain-lain.

Suatu storyboard dilengkapi dengan kata-kata atau dialog yang bersumber dari naskah atau skrip yang kemudian diterjemahkan ke dalam gambar. Para pembuat storyboard menjalankan tugasnya, mereka menggambar panel-panel yang berisi karakter, aksi dari karakter, dan lingkungan sekitarnya.

Menurut buku Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi karya Chomsin S. Widodo dkk., storyboard adalah diagram alur cerita dari bahan ajar multimedia yang akan dibuat.

Storyboard dibuat setelah narasi selesai. Hal ini memudahkan kita untuk menjelaskan secara visual dari cerita tersebut. Storyboard juga sangat membantu para kru dalam membuat video sehingga hasil yang dibuat sesuai dengan ide dan konsep awal.

Kelemahan Storyboard

Ilustrasi seorang kameramen sedang mengambil gambar untuk storyboard. Kelemahan storyboard adalah tidak bisa menunjukkan efek optikal. Foto: Pexels.

Menurut Christianto Widjaja dalam bukunya, kelemahan storyboard adalah tidak bisa menunjukkan gerakan-gerakan kamera, beserta efek optikal. Contohnya pelarutan atau pemudaran (Blur, Disolving).

Namun jangan khawatir, terdapat solusi untuk menangani masalah tersebut. Solusi yang termudah yakni dengan menggunakan tulisan dan gambaran skematis untuk mendeskripsikan apa yang tidak bisa digambarkan. Ilustrator juga menerapkan beberapa teknik untuk menunjukkan gerakan kamera dan ruang yang lebih lebar.

Bidang Pekerjaan yang Menggunakan Storyboard

Biasanya storyboard diterapkan ke dalam berbagai jenis industri dengan tujuan yang sama, yakni untuk mengomunikasikan ide-ide dalam suatu proyek secara visual. Berikut adalah daftar bagian yang menggunakan storyboard dikutip dari buku Kamera Video Editing Adobe Premier Pro.

  1. Advertising: agensi advertising menggunakan presentasi storyboard untuk menjual produknya kepada klien.

  2. Video Games: menggunakan banyak pra-rencana termasuk brainstorming konsep dari gim dan interaksi pemakai.

  3. Televisi: sutradara sebuah film membutuhkan storyboard pada terkadang pada sequence yang kompleks. Contoh serial televisi yang menggunakan storyboard di antaranya CSI, The West Wing, ER, Babylon 5, dan Witch Blade.

  4. Multimedia: CD-ROM untuk edukasi, pelatihan, atau program-program tutorial sewaktu-waktu juga memerlukan storyboard. Pada program multimedia, storyboard biasanya berisi gambar-gambar sketsa dari tiap frame, fungsi-fungsi dari tombol yang spesifik, dan bagaimana video dan suara ditampilkan.

  5. Web design: pada web desain storyboard berfungsi untuk mengembangkan tim, mendefinisikan dan mengelompokkan elemen-elemen seperti gambar, animasi, video, dan ilustrasi. Storyboard membantu tim dalam memahami struktur dari web dan bagaimana informasi itu ditampilkan.

  6. Industri dan film: storyboard digunakan untuk mencurahkan ide-ide ketika membuat sebuah proyek video.

(ZHR)