Konten dari Pengguna

Suara Apakah yang Terlalu Rendah sehingga Tidak Dapat Didengar oleh Telinga?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alat pengeras suara. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alat pengeras suara. Foto: Pexels

Pada saat dipukul, sebuah benda akan mengeluarkan bunyi tertentu. Demikian pula pada gitar yang dipetik. Gitar tersebut juga akan mengeluarkan suara.

Bunyi berhubungan dengan indra pendengaran. Semua bunyi yang terdengar oleh telinga manusia berasal dari sumber bunyi.

Dikutip dari Dasar-Dasar IPA: Konsep dan Aplikasinya oleh Atep Sujana, istilah bunyi merujuk pada sensasi fisik yang merangsang telinga manusia, yaitu gelombang longitudinal.

Bunyi dapat terdengar oleh telinga karena bunyi tersebut merambat melalui medium atau zat perantara. Gelombang bunyi tidak hanya merambat melalui udara, tapi juga medium lain.

Misalnya, sebuah batu yang dijatuhkan ke kolam, maka bunyi batu yang mengenai permukaan kolam tersebut akan sampai di telinga manusia.

Manusia dapat mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran atau di medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Terdapat dua aspek dari setiap bunyi yang didengar oleh manusia, yaitu kenyaringan atau ketinggian.

Ilustrasi orang yang dapat mendengar suara melalui earphone. Foto: Pexels

Kenyaringan berhubungan dengan dengan energi pada gelombang bunyi, sedangkan ketinggian menyatakan tinggi rendahnya suatu bunyi.

Ada batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia, yang disebut jangkauan pendengaran. Jangkauan pendengaran ini berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung pada tingkat usia dan tingkat kesehatan orang tersebut.

Untuk mengetahui lebih jelas batas frekuensi suara yang bisa didengar oleh manusia, berikut penjelasannya.

Disebut Apakah Suara yang Terlalu Rendah sehingga Tidak Dapat Didengar oleh Telinga Manusia?

Batas frekuensi bunyi yang mampu didengar oleh manusia kira-kira dari 20 Hertz sampai 20.000 Hertz. Bunyi yang mempunyai frekuensi di bawah 20 Hertz disebut infrasonik, sedangkan bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hertz adalah ultrasonik.

Infrasonik adalah suara dengan frekuensi yang terlalu rendah sehingga tidak dapat didengar oleh telinga manusia. Infrasonik berada dalam rentang 17 Hertz sampai O,001 Hertz. Rentang frekuensi ini sama dengan yang digunakan oleh seismometer untuk mendeteksi gempa bumi.

Gelombang infrasonik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Dapat menjangkau jarak yang jauh.

  2. Dapat melewati halangan tanpa kehilangan kekuatannya atau relatif kecil.

Meskipun tidak dapat mendengar bunyi infrasonik, manusia kemungkinan masih bisa merasakan getaran infrasonik melalui beberapa bagian tubuhnya.

Bunyi infrasonik umumnya dimanfaatkan oleh manusia untuk sejumlah keperluan, seperti mendeteksi aktivitas vulkanik gunung berapi atau pergerakan lempeng bumi dengan bantuan seismometer.

Ikan paus dapat mendengar bunyi infrasonik. Foto: Pexels

Ada beberapa hewan yang dapat mendengar bunyi infrasonik, seperti ikan paus, burung merpati, gajah, jangkrik, dan anjing.

Sementara itu, suara yang terlalu tinggi untuk didengar oleh manusia disebut ultrasonik. Hanya beberapa hewan yang bisa mendengar dan mengeluarkan bunyi ultrasonik, seperti lumba-lumba (untuk berkomunikasi) dan kelelawar (untuk melakukan navigasi).

(SFR)