Suku Kata: Pengertian, Bentuk, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap kata dalam bahasa Indonesia terdiri dari beberapa huruf dan suku kata. Melalui unsur-unsur pembentuk kata inilah, manusia dapat dengan mudah mengucapkan kata-kata yang membentuk sebuah bahasa.
Biasanya, setiap kata terdiri dari dua suku kata atau lebih. Jumlah suku kata dapat diketahui dengan cara membaca atau mengucapkan kata-kata tersebut.
Perlu diketahui bahwa suku kata dalam bahasa Indonesia merupakan bagian dari kata yang dibedakan menjadi beberapa jenis dan cara penyampaiannya pun berbeda-beda.
Agar lebih memahaminya, simak penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri, dan contoh suku kata berikut ini.
Pengertian Suku Kata
Dirangkum dalam buku Kupas Tuntas Materi Masuk Gontor: Bahasa Indonesia karangan Wawan Putra, S. M dkk (2019: 104), suku kata adalah satuan bunyi yang diucapkan dalam satu napas.
Misalnya adalah kata gembira terdiri dari tiga suku kata, yakni: gem-bi-ra.
Suku kata merupakan landasan dari kata itu sendiri, yang akan menghubungkan setiap huruf, dan terdiri dari perpaduan fonem vokal maupun konsonan.
Bentuk-Bentuk Suku Kata
Bentuk suku kata dapat dengan mudah dikenali dari pengucapan atau pelafalannya pada satu unsur kata.
Bentuk-bentuk suku kata dibagi menjadi tiga jenis, yaitu berdasarkan jumlah, pola, dan pemenggalannya. Berikut masing-masing uraiannya, yang bersumber dari jurnal Pola Suku Kata Bajasa Lisabata karya Erniatai (2017).
1. Berdasarkan Jumlah Suku Kata
5 kata unit pembentukan, misalnya: le-ga-li-sa-si dan be-la-sung-ka-wa.
4 kata unit pembentukan, misalnya: ha-li-lin-tar, ke-le-la-war, dan le-gen-da-ris.
3 kata unit pembentukan: pa-mung-kas, jen-de-la, ba-ta-gor, se-pe-da, dan ba-ta-ko.
2 kata unit pembentukan, misalnya: be-bal, ru-as, bu-as, tu-lus, pul-pen, dan pa-car.
1 kata unit pembentukan, misalnya: gas, cat, bak, rem, rak, gol, dan ban.
2. Berdasarkan Pola Suku Kata
Pola (V), vokal, yakni pola yang dibangun dalam satu bunyi vokal.
Contoh: a-kar, ma-u, a-bah, a-nak, dan a-sap.
Pola (KV) konsonan + vokal, yakni pola yang dibangun dalam satu konsonan sebagai dasar dan vokal.
Contoh: pu-dar, ga-ji, dan pi-lek.
Pola (VK) vokal + konsonan, yakni pola yang dibangun dalam satu vokal + konsonan.
Contoh: am-bil, as-ri, ar-ca, an-tre, un-tung, an-da, dan an-tek.
Pola (KVK), terdiri dari konsonan + vokal + konsonan.
Contoh: sum-ber, ban-dang, pan-tas, dan ber-sih.
Pola (KKVK), terdiri dari konsonan + konsonan + vokal + konsonan.
Contoh: prak-tis, trak-tir, dan kon-trak.
Pola (KKV) konsonan + konsonan + vokal.
Contoh: dra-ku-la, gra-fik, pla-net, kon-tra, dan sas-tra.
Pola (KKVKK), konsonan + konsonan + vokal + konsonan + konsonan.
Contoh: tri-pleks dan sim-pleks.
Pola (KVKK) konsonan + vokal + konsonan + konsonan.
Contoh: teks-tur.
Pola (KKKVK) konsonan + konsonan + konsonan + vokal + konsonan.
Contoh: struk-tur.
Pola (KKKV) konsonan + konsonan + konsonan + vokal.
Contoh: stra-ta, in-stru-men-tal, dan stra-te-gi.
Pola (KVKKK), konsonan + vokal, konsonan + konsonan + konsonan
Contoh: korps.
3. Berdasarkan Pemenggalan Suku Kata
Terdapat beberapa hal yang perlu dicermati ketika memenggal suatu suku kata, di antaranya adalah:
Jika ada dua vokal yang berurutan di tengah, pisahkan keduanya di antara dua huruf vokal tersebut.
Contoh: bu-ah, du-et, la-in, sa-us, bu-at, dan ba-ik.
Jika terdapat tiga konsonan atau lebih, dalam pemisahannya, akan dilakukan sesudah konsonan kedua.
Contoh: ang-grek dan pang-galan.
Jika ada dua konsonan berurutan di tengah, pisahkan keduanya sebelum konsonan kedua.
Contoh : man-dat, can-da, am-bang, kas-ta.
Jika terdapat satu konsonan pada dua vokal, dalam pemisahannya, dilaksanakan pada konsonan tersebut.
Contoh: a-dik dan a-mal.
Jika kata memperoleh sebuah imbuhan, pemisahannya dilakukan sejalan dengan kata dasarnya.
Contoh: mem-ban-tu, me-nan-tang, ter-lu-ka, dan ber-ta-ni.
Jika di dalam kata ada ny, kh, ng, dan sy, dalam pemisahannya, dilakukan setelah atau sebelum kata tersebut.
Contoh: sya-rif, bang-kai, a-khir, dan ang-kat.
(VIO)
