Konten dari Pengguna

Suku Kata: Pengertian, Bentuk, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsur-unsur pembentuk kata adalah huruf dan suku kata. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Unsur-unsur pembentuk kata adalah huruf dan suku kata. Foto: Pixabay

Setiap kata dalam bahasa Indonesia terdiri dari beberapa huruf dan suku kata. Melalui unsur-unsur pembentuk kata inilah, manusia dapat dengan mudah mengucapkan kata-kata yang membentuk sebuah bahasa.

Biasanya, setiap kata terdiri dari dua suku kata atau lebih. Jumlah suku kata dapat diketahui dengan cara membaca atau mengucapkan kata-kata tersebut.

Perlu diketahui bahwa suku kata dalam bahasa Indonesia merupakan bagian dari kata yang dibedakan menjadi beberapa jenis dan cara penyampaiannya pun berbeda-beda.

Agar lebih memahaminya, simak penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri, dan contoh suku kata berikut ini.

Suku kata dibagi menjadi beberapa jenis dan cara penyampaian yang berbeda-beda. Foto: Pixabay

Pengertian Suku Kata

Dirangkum dalam buku Kupas Tuntas Materi Masuk Gontor: Bahasa Indonesia karangan Wawan Putra, S. M dkk (2019: 104), suku kata adalah satuan bunyi yang diucapkan dalam satu napas.

Misalnya adalah kata gembira terdiri dari tiga suku kata, yakni: gem-bi-ra.

Suku kata merupakan landasan dari kata itu sendiri, yang akan menghubungkan setiap huruf, dan terdiri dari perpaduan fonem vokal maupun konsonan.

Bentuk-Bentuk Suku Kata

Bentuk suku kata dapat dengan mudah dikenali dari pengucapan atau pelafalannya pada satu unsur kata.

Bentuk-bentuk suku kata dibagi menjadi tiga jenis, yaitu berdasarkan jumlah, pola, dan pemenggalannya. Berikut masing-masing uraiannya, yang bersumber dari jurnal Pola Suku Kata Bajasa Lisabata karya Erniatai (2017).

Adanya suku kata memudahkan manusia dalam mengucapkannya sebagai bahasa sehari-hari. Foto: Pixabay

1. Berdasarkan Jumlah Suku Kata

  • 5 kata unit pembentukan, misalnya: le-ga-li-sa-si dan be-la-sung-ka-wa.

  • 4 kata unit pembentukan, misalnya: ha-li-lin-tar, ke-le-la-war, dan le-gen-da-ris.

  • 3 kata unit pembentukan: pa-mung-kas, jen-de-la, ba-ta-gor, se-pe-da, dan ba-ta-ko.

  • 2 kata unit pembentukan, misalnya: be-bal, ru-as, bu-as, tu-lus, pul-pen, dan pa-car.

  • 1 kata unit pembentukan, misalnya: gas, cat, bak, rem, rak, gol, dan ban.

Jumlah suku kata dapat diketahui dengan cara melafalkannya. Foto: Pixabay

2. Berdasarkan Pola Suku Kata

  • Pola (V), vokal, yakni pola yang dibangun dalam satu bunyi vokal.

Contoh: a-kar, ma-u, a-bah, a-nak, dan a-sap.

  • Pola (KV) konsonan + vokal, yakni pola yang dibangun dalam satu konsonan sebagai dasar dan vokal.

Contoh: pu-dar, ga-ji, dan pi-lek.

  • Pola (VK) vokal + konsonan, yakni pola yang dibangun dalam satu vokal + konsonan.

Contoh: am-bil, as-ri, ar-ca, an-tre, un-tung, an-da, dan an-tek.

  • Pola (KVK), terdiri dari konsonan + vokal + konsonan.

Contoh: sum-ber, ban-dang, pan-tas, dan ber-sih.

  • Pola (KKVK), terdiri dari konsonan + konsonan + vokal + konsonan.

Contoh: prak-tis, trak-tir, dan kon-trak.

  • Pola (KKV) konsonan + konsonan + vokal.

Contoh: dra-ku-la, gra-fik, pla-net, kon-tra, dan sas-tra.

  • Pola (KKVKK), konsonan + konsonan + vokal + konsonan + konsonan.

Contoh: tri-pleks dan sim-pleks.

  • Pola (KVKK) konsonan + vokal + konsonan + konsonan.

Contoh: teks-tur.

  • Pola (KKKVK) konsonan + konsonan + konsonan + vokal + konsonan.

Contoh: struk-tur.

  • Pola (KKKV) konsonan + konsonan + konsonan + vokal.

Contoh: stra-ta, in-stru-men-tal, dan stra-te-gi.

  • Pola (KVKKK), konsonan + vokal, konsonan + konsonan + konsonan

Contoh: korps.

Bentuk suku kata dibedakan berdasarkan jumlah, pola, dan pemenggalannya. Foto: Pixabay

3. Berdasarkan Pemenggalan Suku Kata

Terdapat beberapa hal yang perlu dicermati ketika memenggal suatu suku kata, di antaranya adalah:

  • Jika ada dua vokal yang berurutan di tengah, pisahkan keduanya di antara dua huruf vokal tersebut.

Contoh: bu-ah, du-et, la-in, sa-us, bu-at, dan ba-ik.

  • Jika terdapat tiga konsonan atau lebih, dalam pemisahannya, akan dilakukan sesudah konsonan kedua.

Contoh: ang-grek dan pang-galan.

  • Jika ada dua konsonan berurutan di tengah, pisahkan keduanya sebelum konsonan kedua.

Contoh : man-dat, can-da, am-bang, kas-ta.

  • Jika terdapat satu konsonan pada dua vokal, dalam pemisahannya, dilaksanakan pada konsonan tersebut.

Contoh: a-dik dan a-mal.

  • Jika kata memperoleh sebuah imbuhan, pemisahannya dilakukan sejalan dengan kata dasarnya.

Contoh: mem-ban-tu, me-nan-tang, ter-lu-ka, dan ber-ta-ni.

  • Jika di dalam kata ada ny, kh, ng, dan sy, dalam pemisahannya, dilakukan setelah atau sebelum kata tersebut.

Contoh: sya-rif, bang-kai, a-khir, dan ang-kat.

(VIO)