Konten dari Pengguna

Syair Adalah Salah Satu Bentuk Puisi Lama, Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Syair adalah puisi lama yang berkembang di Indonesia seiring dengan masuknya peradaban Islam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Syair adalah puisi lama yang berkembang di Indonesia seiring dengan masuknya peradaban Islam. Foto: Pixabay

Syair adalah bentuk puisi lama yang berkembang di Indonesia seiring dengan masuknya peradaban Islam ke Indonesia. Sesuai dengan namanya, syair diambil dari bahasa Arab, yaitu “sya’ara”, yang artinya menembang atau bertembang.

Syair merupakan bentuk karya sastra Indonesia yang paling tua dalam sejarah. Hal ini didukung dengan ditemukannya syair berbentuk doa yang tertera di sebuah nisan raja di Aceh, pada tahun 1380 Masehi.

Disebutkan dalam Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 7 yang ditulis oleh Heriyanto, S.Pd., M.Pd., syair memiliki persamaan ciri-ciri dengan pantun, dengan perbedaan yang terletak pada irama dan isinya. Berikut adalah ciri-ciri syair, yaitu:

  • Satu bait terdiri dari empat baris, yang membentuk satu kesatuan cerita.

  • Setiap baris memiliki 8-12 suku kata.

  • Setiap larik mengandung makna.

  • Tidak adanya sampiran, sehingga semuanya adalah isi.

  • Isi syair berupa nasihat, petuah, dongeng, cerita, dan sebagainya.

  • Sajak atau rima datar, yaitu a-a-a-a.

Syair dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu syair naratif dan syair non naratif. Foto: Pixabay

Merangkum dalam buku Karya Sastra Melayu Riau yang disusun oleh Fitria Rosa, Neni Hermita, dan Achmad Samsudin, dari segi cerita, syair bisa diklasifikasi atau dibagi menjadi dua, yaitu syair naratif dan syair non naratif.

Berdasarkan isi temanya, syair naratif dibagi lagi menjadi empat, yaitu syair romantis, syair sejarah, syair perang, dan syair kiasan. Sementara itu, syair non naratif terbagi menjadi tiga, yaitu syair agama, syair nasihat, dan syair di luar tema-tema tersebut.

Jenis-Jenis Syair dalam Kesusastraan Indonesia

Mengutip dalam buku Pantun dan Puisi Lama Melayu yang ditulis oleh Eko Sugiarto, pembagian jenis-jenis syair dalam kesusastraan Indonesia, khususnya dalam rumpun Melayu, adalah sebagai berikut.

1. Syair agama

Syair agama adalah syair yang menceritakan kisah tentang agama, yang biasanya berisikan ajaran-ajaran tasawuf. Contoh syair yang bercorak keagamaan, yaitu Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, Syair Ibadat, dan masih banyak lagi.

Ada tiga jenis syair dalam kesusastraan Indonesia, yaitu syair agama, syair romantis, dan syair sejarah. Foto: Pixabay

2. Syair romantis

Syair romantis adalah jenis syair yang umumnya berbentuk narasi dan berisi kisah tentang percintaan yang hebat antara pasangan di istana, dengan latar belakang kehidupan yang indah dan penuh fantasi.

Selain itu, biasanya syair romantis akan menceritakan tentang perjuangan seseorang dalam melawan berbagai macam rintangan kehidupan, hingga pada akhirnya mampu mencapai akhir yang bahagia.

Syair romantis umumnya dibacakan dengan alunan nada, sehingga dapat menarik perhatian para pendengarnya. Sebagian cerita dalam syair romantis dimodifikasi dalam cerita panji dalam kebudayaan Jawa.

Contoh syair romantis antara lain, Syair Bidasari, Syair Ken Tambuhan, Syair Yatim Nestapa, Syair Panji Semirang, Syair Putri Hijau, dan sebagainya.

3. Syair sejarah

Sumber bahan cerita yang digunakan dalam pembuatan syair sejarah adalah kisah-kisah sejarah di masa lalu. Beberapa contoh syair sejarah, yaitu Syair Perang Banjarmasin, Syair Perang Mangkasar, Syair Singapura Dimakan Api, dan lain-lain.

(HDP)