Syarat dan Faktor Terjadinya Interaksi Sosial dalam Kehidupan Lingkungan Manusia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia disebut sebagai makhluk sosial. Artinya, manusia pasti membutuhkan manusia lain untuk dapat berinteraksi, serta membantu dalam menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan yang lain.
Setiap individu melakukan kontak sosial dan komunikasi sosial, yang nantinya menjadi satu kesatuan dalam interaksi sosial. Kontak dan komunikasi sosial dapat dilakukan baik secara langsung, maupun tidak langsung melalui media perantara.
Dikutip dari Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas 7 yang diterbitkan oleh Gramedia Widiasarana Indonesia, kontak dan komunikasi sosial menjadi syarat dalam sebuah interaksi sosial, pengertian lengkap dari keduanya adalah sebagai berikut.
1. Kontak sosial
Kontak sosial yaitu hubungan antarindividu atau antarkelompok, yang terjadi dalam jarak dekat, seperti berjabat tangan atau saling tersenyum. Selain dari jarak dekat, kontak sosial dapat dilakukan dari jarak jauh, melalui telepon atau email.
2. Komunikasi sosial
Komunikasi adalah proses penyampaian, ide, atau gagasan dari satu ke pihak lain. Ketika melakukan komunikasi tersebut, maka terjadilah interaksi.
Komunikasi sendiri mempunyai empat unsur, yaitu pengirim, pesan, media komunikasi, dan penerima.
Sebelumnya telah disebutkan bahwa manusia membutuhkan interaksi dalam lingkungan sosialnya, serta perlu menjalin kontak dan komunikasi sosial. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan interaksi sosial?
Pengertian dan Faktor Terjadinya Interaksi Sosial
Mengutip dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) yang ditulis Nana Supriatna, Mamat Ruhimat, Kosim, interaksi sosial adalah bentuk umum dari sebuah proses sosial. Interaksi sosial merupakan sebuah hubungan sosial yang bersifat dinamis.
Interaksi sosial dapat dilakukan dari individu ke individu, individu ke kelompok, atau kelompok ke kelompok lainnya. Biasanya pembahasan dalam interaksi sosial antar kelompok tidak menyangkut pribadi anggotanya, artinya interaksi itu tidak bersifat pribadi.
Berlangsungnya proses interaksi sosial diakibatkan oleh suatu faktor tertentu, yang dapat bergerak sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan tergantung. Berikut adalah penjelasan dari faktor terjadinya interaksi sosial.
a. Imitasi
Imitasi adalah proses menirukan tindakan, nilai, norma, atau ilmu pengetahuan seseorang atau kelompok lain. Imitasi memungkinkan seseorang untuk melakukan tindakan meniru yang berdampak positif dan negatif di lingkungan sekitar.
Imitasi dikatakan positif jika mendorong individu untuk mematuhi norma atau kaidah yang berlaku, misalnya meniru gaya hidup seseorang atau meniru kebiasaan baik dari sebuah kelompok.
Sebaliknya, imitasi dapat disebut membawa dampak negatif apabila mendorong seseorang untuk menentang norma dan kaidah yang berlaku, misalnya kebiasaan mengebut di jalanan atau mengoperasikan smartphone dalam kelas.
b. Sugesti
Sugesti hampir mirip dengan imitasi, perbedaannya terletak pada pihak penerima, yang mana kondisi penerima dalam keadaan tidak stabil emosinya sehingga mengganggu pikiran rasionalnya.
Tindakan sugesti memiliki dua dampak, yaitu positif dan negatif, yang mana dampak positif akan membawa seseorang untuk berperilaku baik, sedangkan dampak negatif cenderung mendorong seseorang untuk melakukan hal yang tidak baik.
c. Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan dan keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Dalam hal ini, seseorang akan secara sengaja atau tidak sengaja untuk menjadi sama persis seperti yang diikutinya.
d. Simpati
Simpati merupakan suatu proses seseorang dalam merasa tertarik pada orang lain. Umumnya proses ini bersikap subjektif dan mengandalkan perasaan ketertarikan semata.
(HDP)
